• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Pembunuh Pedagang Cendol di Batam Berhasil Ditangkap di Medan

    HARIANBERANTAS
    6/16/21, 23:20 WIB Last Updated 2021-06-16T23:30:04Z


    Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan membenarkan penangkapan pelaku berinisial SP yang membunuh Budi di Pasar Jodoh Batam (foto tribun batam)

    HARIAN BERANTAS, BATAM- Pembunuh Budi (42) penjual cendol di kawasan Pasar Jodoh, Lubuk Baja, Kota Batam, akhirnya ditangkap tim Buser Macan di Kota Medan.

    Budi menjadi korban penusukan oleh temannya berinisial SP pada 10 Mei 2021 silam.

    Setelah sebulan dinyatakan buron oleh polisi, setelah sebulan kabur setelah melakukan pembunuhan, SP akhirnya berhasil dilacak dan ditangkap polisi. Saat ini masih dalam perjalanan dari Medan menuju Batam.

    Pencarian pelaku sangat sulit dan rumit, dimana sesaat setelah membunuh korban, pelaku langsung kabur ke kota Medan provinsi Sumatera Utara (Sumut) selama satu bulan dan polisi sempat kehilangan jejak.

    Setelah dilakukan penyelidikan, tim Satreskrim Polres Barelang akhirnya menemukan pelaku di Kota Medan-Sumatera Utara.

    Hal itu ditegaskan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Barelang, Kompol Andri Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/6/2021).

    "SP ditangkap tim kami di Medan dini hari tadi," kata Andi.

    "Setelah sampai di Batam, kami akan periksa. Dari hasil pemeriksaan nantinya, baru kami akan beritahu apa motif pelaku melakukan pembunuhan itu," katanya.

    Sejauh ini, anggota Buser Macan Barelang masih berada di Medan bersama pelaku (SP, red).

    Perlu diketahui, perburuan terhadap SP di Kota Medan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Barelang, Kompol Andri Kurniawan.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Budi Damanik yang berjualan cendol tepatnya di depan Pasar Korek Api Samarinda, Kota Batam, tergeletak bersimbah darah usai ditikam oleh pria tak dikenal, Minggu (9/5/2021) siang.

    Pria yang dikenal baik dan ramah itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah ditikam dengan pisau dapur oleh orang tak dikenal (OTK).

    OP, saksi mata mengatakan Budi merupakan warga Kavling Bukit Makmur, RT 02, RW 013, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Batam, yang setiap hari membantu istrinya berjualan cendol di sekitar Tos 3000 Nagoya, Batam.

    "Almarhum tidak memiliki pekerjaan tetap dan setiap hari dia hanya mondar-mandir di sekitar pasar 3000 Tos ini. Dia sesekali membantu istrinya menjual cendol," kata OP.

    Saat kejadian berdarah, OP mengaku berada tak jauh dari lokasi.

    "Tadi saya lihat pelaku kabur menuju Top 100 Jodoh, setelah menikam Budi," kata Op seperti dirilis Tribun Batam.

    Suasana di sekitar tempat kejadian menjadi ramai.

    Mereka terlihat mengerumuni lokasi pusat tempat dipasangnya garis polisi.

    Budi yang sudah meninggal itu mengenakan baju merah, celana jeans biru tua, topi hitam, dan pisau dapur yang masih menempel di tulang rusuk kirinya.

    Warga terlihat kebingungan bahkan sebagian besar terlihat menangis histeris sambil mengucapkan kata-kata kasihan.

    Selanjutnya jenazah Budi dievakuasi oleh Polsek Lubuk Baja menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Saat kejadian, jenazah Budi yang mengenakan topi hitam tergeletak di tengah jalan tepat di depan gerbang Pusat Perbelanjaan Samarinda.

    Salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kejadian bermula dari perkelahian antara dua pelaku dan korban hingga berujung pembunuhan.

    "Saya mau pulang, tapi ada yang berkelahi. Kondisi pasar juga cukup sepi, tidak lama kemudian ada yang berteriak bahwa salah satu dari mereka tewas. Saya juga tidak tahu dibunuhnya pakai apa," kata pedagang itu. (Tim/red)
    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Pembunuh Pedagang Cendol di Batam Berhasil Ditangkap di Medan

    Terkini

    Iklan

    Close x