Iklan

new-user-zone-banner

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Komisi II Sebutkan Beberapa Faktor Penyebab Belum Optimalnya Potensi Kelautan dan Perikanan Jabar

HARIANBERANTAS
5 Jun 2021, 12:40 WIB Last Updated 2021-08-03T12:21:22Z
https://www.harianberantas.co.id/

HARIAN BERANTAS, BANDUNG - Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu faktor belum maksimalnya pemanfaatan potensi perikanan dan kelautan khususnya di wilayah Jawa Barat Selatan.

“Hanya 12 ASN yang menangani 17 kabupaten/kota. Padahal sektor perikanan dan kelautan kita memiliki potensi besar terutama di laut selatan, masih banyak yang belum tergarap,” kata Anggota Komisi II DPRD Jabar, Anwar Yasin di UPTD Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan, Kamis (3/6/2021).

Selain itu, kata Anwar, jumlah kapal penangkap ikan andon yang belum terdata, dikhawatirkan dapat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan lokal di Jabar. Namun selain itu, kehadiran nelayan andon harus dimanfaatkan oleh nelayan lokal untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

“Sebenarnya kita bisa memanfaatkan orang-orang yang datang dari luar Pangandaran ke tempat ini kita jadikan sebagai mentor (pembimbing). Misalnya ada orang Bugis yang bisa mendapatkan ikan besar di sana, hanya perahu kecil yang menangkap ikan 70 kilo,” ujarnya.

“Saya khawatir hasil perikanan dan kelautan akan dinikmati oleh masyarakat di luar Jabar,” imbuhnya.

Selain minimnya sumber daya manusia, pihaknya juga menyoroti masalah bahaya limbah dan limbah hasil kegiatan pengerukan pasir besi di sejumlah wilayah di pesisir selatan Jawa Barat.

Menurut Anwar, Pemprov Jabar harus mengantisipasi dampak kegiatan pengerukan pasir besi yang berpotensi merusak kawasan pesisir dan menimbulkan dampak buruk lainnya.

“Jadi lebih baik kalau bisa dihentikan, lebih baik lagi. Apalagi ada potensi lobster di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Kalau masalah limbah ini tidak kita perhatikan, bisa mengancam ekosistem lobster.

“Limbah ini krusial bukan hanya dari hasil pengerukan pasir besi, tapi juga dari pakan ternak kalau kebanyakan kerambah, dan ada juga limbah dari sampah. Ini harus diwaspadai, karena akan merusak lingkungan dan berbahaya bagi masa depan kita," tambahnya.

Oleh karena itu, Anwar meminta, masalah limbah sampah harus ditanggapi serius oleh Pemprov Jabar dengan segera menghasilkan solusi terbaik, salah satunya dengan menghadirkan tenaga ahli.

Di sisi lain, dukungan anggaran juga sangat dibutuhkan, untuk memastikan potensi sektor kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Seharusnya kedua mitra komisi ini harus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan potensinya, memperbanyak jumlah orang, kemudian memperhatikan anggaran, sehingga bisa melakukan pengawasan dengan baik,” pungkasnya.(rp)***

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_