Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Tegal Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

9 Jun 2021, 09:22 WIB Last Updated 2021-06-09T11:28:52Z
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Tegal Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

HARIAN BERANTAS, TARUB - Melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal dan penambahan cluster besar di sejumlah desa membuat Wakil Bupati Tegal Sabililah Ardie selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal merasa panas. Ia juga berinisiatif untuk mengintensifkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan dengan mengubah Peraturan Bupati (Perbup) Tegal Nomor 62 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Menaikkan nilai denda sebagai sanksi administratif bagi individu pelanggar protokol kesehatan hingga Rp 100 ribu. Hal itu disampaikan Ardie dalam acara Forum Komunikasi Camat di Pendopo Kabupaten Tarub, Jumat (4/6/2021).


Ardie mengatakan, dirinya dan Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal akan merevisi denda pelanggaran protokol kesehatan yang tercantum dalam Peraturan Bupati (Perbup) Tegal Nomor 62 Tahun 2020 dari semula maksimal Rp. 10.000 sampai dengan maksimal Rp. 100 ribu.

Kenaikan besaran denda administrasi juga dikenakan kepada badan usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah maupun usaha besar. Sedangkan untuk pengusulan, usaha mikro dikenakan denda minimal Rp. 50 ribu menjadi Rp. 200 ribu, usaha kecil menengah mulai dari Rp. 200 ribu menjadi Rp. 1 juta dan usaha skala besar mulai dari Rp. 1 juta menjadi Rp. 5 juta.

“Usaha mikro itu seperti pedagang kaki lima, usaha kecil menengah adalah mereka yang sudah memiliki toko atau warung dan usaha besar termasuk mini market atau supermarket,” jelasnya.

Ardie mengatakan, usulan amandemen Perbup tersebut telah melalui proses review. “Drafnya sudah diajukan ke bagian hukum Sekretariat Daerah untuk kemudian diteruskan ke bupati, kita tunggu saja. Perbup ini bisa kita jadikan payung hukum Satgas Penegakan Protokol Kesehatan saat melakukan operasi yustisi,” kata Ardie.

Diakhir pengarahannya, Ardie meminta camat untuk memantau perkembangan kasus Covid-19 di daerahnya masing-masing. “Untuk daerah yang banyak kasus positif, saya tekankan untuk tetap berada di kantor kecamatan dan terus memantau dan memeriksa kesiapan Satgas Jogo Tonggo. Lakukan pemantauan lapangan dan segera lakukan tindakan jika ada keramaian atau acara hajatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa izin dari Satgas Covid-19 kecamatan,” pungkasnya (Ag)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_