Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kapolri Terbitkan E-Book Pedoman Penanganan Kontinjensi klaster Covid-19

28 Jun 2021, 12:38 WIB Last Updated 2021-06-28T17:24:36Z

Kapolri Terbitkan E-Book Pedoman Penanganan Kontinjensi klaster Covid-19
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

Manajemen kontingensi penanganan klaster Covid-19 sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona. Panduan tersebut membahas banyak hal, terutama terkait penanganan klaster Covid-19 dengan tahapan 3T (tracing, testing dan Ttreatment) dan 5M (pakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian dan membatasi mobilitas). Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya,

Menurut Argo, ini merupakan bentuk kontribusi dan perjuangan Polri dalam mendukung pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. “Hal ini semata-mata dilakukan untuk menegakkan prinsip 

“Salus Populi Suprema Lex Esto” bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi,” kata Argo.

Seperti diketahui, penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini meningkat secara eksponensial. Hal ini dibuktikan dengan jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif dan jumlah kematian akibat Covid-19 yang tidak berbanding lurus dengan angka angka kesembuhan harian. Peningkatan kasus Covid-19 disebabkan oleh peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat, seperti menjelang/sesudah Natal dan Tahun Baru, Hari Raya Idul Fitri, dan aktivitas masyarakat lainnya tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Kegiatan masyarakat ini menyebabkan meningkatnya kontak antar kelompok masyarakat dan terjadilah efek bola salju (snow ball effect). Ini berarti bahwa satu orang dapat menyebarkan lebih dari dua orang menyebabkan cluster baru.

Argo mengatakan, e-book tersebut menjelaskan hal-hal yang harus disiapkan dalam satu area. Misalnya penentuan pos dan pengontrolnya saat terjadi kontinjensi. Pemberdayaan Posko PPKM Mikro di desa-desa dan kelurahan sebagai perpanjangan posko Kontinjens. Kemudian penyiapan sarana dan prasarana seperti ambulans, alat swab antigen, APD, obat-obatan, tracing formular, formulir pemantauan karantina/isolasi, media komunikasi, informasi, dan edukasi Covid-19.

"Lalu siapkan kebutuhan logistik atau dapur umum. Penetapan tempat isolasi terpusat dan rumah sakit rujukan," kata Argo.

Kemudian penutupan unit wilayah terkecil seperti RT atau bisa beberapa RT dalam satu desa/kelurahan jika ada yang terpapar. Kemudian kecepatan penilaian hasil PCR, akurasi dan transparansi data. Namun mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menyadari bahwa segala upaya pencegahan dan pengobatan dengan sebaik-baiknya tidak dapat tercapai tanpa dukungan sinergis dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait lainnya dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Semua butuh kerjasama, gotong royong dan bahu membahu untuk bangkit melawan Covid-19. Prinsip utama penanganan Covid-19 adalah mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas,” pungkas jenderal bintang dua itu.

(Dewi S/ Humas Polda Kepri).
Editor : Riswan P.

Iklan

iklan