Iklan

new-user-zone-banner

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Jaksa di Riau Berulah Lagi, Bupati Kuansing Laporkan Pemerasan Rp1 Miliar

HARIANBERANTAS
18 Jun 2021, 22:35 WIB Last Updated 2021-08-03T12:19:01Z

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Bupati Kabupaten Kuansing Provinsi Riau, Andi Putra secara resmi melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing Hadiman SH MH terkait dugaan pemerasan ke Bagian Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jumat (18/06/2021). 

Andi Putra menyebutkan dirinya diperas oleh Kepala Kejari dan sejumlah staf Kejari Kuansing terkait dugaan korupsi enam kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kuansing. Uang yang diminta sebanyak Rp1 miliar.

“Saya melaporkan Kajari Kuansing atas dugaan pemerasan terhadap saya. Semoga dengan laporan saya ini, Pak Kajati bisa menindaklanjuti dengan bijaksana,” ujar Andi Putra ketika dijumpai, usai melapor di Kejati Riau. 

Kuasa hukum Bupati Kuansing, Dodi Fernando, menjelaskan, permintaan uang Rp1 miliar melalui oknum pegawai Kejari Kuansing, dengan dalih menghilangkan nama Andi Putra dari surat dakwaan agar tak dipanggil ke Pengadilan Tipikor. 

Menurutnya, permintaan uang dilakukan ketika Andi Putra masih mencalonkan diri sebagai Bupati Kuansing. “Pertama diminta Rp1 miliar tidak dipenuhi. Kemudian diminta lagi Rp500 juta, juga tak dipenuhi Pak Bupati,” ungkap Dodi. 

Lebih lanjut Dodi mengatakan, juga ada permintaan uang sebesar Rp400 juta dalam penanganan kasus dugaan korupsi tunjangan pimpinan dan perumahan anggota DPRD Kuansing. 

“Sekretaris Dewan Kuansing sudah dipanggil pihak kejaksaan. Nah, waktu itu ada oknum kasi (kepala seksi) yang menangani kasus ini, meminta ini dikoordinasikan segera, diminta sampai 22 Juni,” bebernya. 

Dari Rp400 juta yang diminta, Rp100 juta untuk oknum kasi dan Rp300 juta untuk oknum pimpinan di Kejari Kuansing. “Bila tidak dipenuhi, semua akan diproses hukum, dan seluruh tunjangan DPRD akan diperiksa dan diobok-obok oleh pihak Kejari Kuansing,” pungkas Dodi. 

Terpisah, Kajari Kuansing Hadiman SH MH, membantah melakukan pemerasan terhadap Andi Putra. Sampai saat ini, penanganan kasus dugaan korupsi enam kegiatan di Setdakab Kuansing masih berjalan. 

“Tidak adalah (pemerasan). Uang Rp1 miliar pun saya dikasih, mau disuap saya tak mau. Ada buktinya, orang mau coba (suap). Kasus sedang bergulir,” tegas Hadiman. 

Hadiman juga membantah menyuruh orang meminta uang dalam kasus di DPRD Kuansing. “Tidak benar itu,” tegasnya.

Terkait oknum honorer yang mengatasnamakan Kajari saat meminta uang, Hadiman mengetahuinya. Diduga ada unsur sakit hati hingga oknum tersebut membawa-bawa namanya untuk meminta uang. 

“Honorer itu dulu tinggal di rumah saya. Jadi ajudan saya. Di rumah dia makan, tidur di rumah, bareng ke kantor, ngetik-ngetik. Dulu di Pidsus juga sebelum jadi Kajari. Difasilitasi,” tutur Hadiman. 

Atas laporan Andi Putra itu, Hadiman menyatakan siap dipanggil oleh Pengawasan Kejati Riau untuk memberikan keterangan. 

Jika nanti tidak terbukti melakukan pemerasan, Hadiman menyatakan akan melaporkan kembali orang-orang yang telah mencemarkan nama baiknya ke aparat hukum. 

“Saya akan laporkan balik. Siapa yang melaporkan akan saya lapor balik. Bisa ke Polres atau ke Polda,” tegas Hadiman.***(nb/t)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_