Iklan

new-user-zone-banner

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Diduga Memalsukan Ijazah, Lawyer Natalia Dan Ketua Peradin Dilaporkan Ke Polisi

HARIANBERANTAS
22 Jun 2021, 22:20 WIB Last Updated 2021-09-22T14:45:41Z

Diduga Memalsukan Ijazah, Lawyer Natalia Dan Ketua Peradin Dilaporkan Ke Polisi


HARIAN BERANTAS, JAKARTA - Kali ini, Natalia Rusli dan Ketua Umum Peradin Ropaun Rambe dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan memalsukan surat dan atau memberikan keterangan palsu dalam akta otentik.

Terkait hal tersebut, advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA, Founder dan Ketua Pengurus LQ Indonesia Law Firm menjelaskan, selama ini Natalia Rusli mengaku sebagai advokat yang sah.

Namun, LQ Indonesia menunjukkan bukti surat berupa keterangan dari Kementerian Pendidikan Tinggi (Dikti) yang menyatakan bahwa ijazah Natalia Rusli tidak terdaftar di Dikti alias ijazah Aspal.

"Lihat ini bukan fitnah, ini salinan pernyataan Dikti yang menjelaskan bahwa ijazah Natalia Rusli tidak terdaftar dan DiktiI menyatakan Natalia Rusli tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa jurusan hukum di Universitas Timbul Nusantara/IBEK," kata Alvin Lim dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Diduga Natalia Rusli tidak pernah mengikuti pelajaran dan tidak paham hukum. Tak heran jika penanganan kasus First Travel gagal total, tidak ada satupun korban yang menerima bahkan 1 sen pun. Karena kualitas advokat tidak paham hukum alias advokat palsu dengan ijazah SH palsu.

Head of Public Relations and Media Lawyer LQ Indonesia Sugi menambahkan, tindakan Alvin Lim merupakan sebuah terobosan, fakta di lapangan. Natalia Rusli bisa dengan sertifikat aspal yang tidak terdaftar, dengan bantuan OA Peradin, untuk membeli dan mendapatkan BAS.

Selain Natalia Rusli, LQ juga melaporkan Ropaun Rambe selaku Ketua Umum Peradin, Organisasi Advokat (OA) yang mengusulkan pelantikan advokat Natalia Rusli menggunakan ijazah palsu. Sehingga berdasarkan pasal 263 ayat 2, oknum pelaku industri sebagai pengguna surat palsu diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.

Ropaun Rambe juga dilaporkan karena diduga orang OA ini adalah salah satu sumber dari banyak pengacara palsu. Peradin sengaja tidak memeriksa keabsahan dokumen dan bahkan melewati orang-orang yang tidak memenuhi syarat sebagai pengacara.

Bahkan saat disomasi oleh LQ, Peradin tidak memiliki etika untuk menjawab dan tidak ada itikad baik dalam mengungkap penggunaan ijazah palsu dalam pelantikan Natalia Rusli sebagai advokat.

LQ berharap polisi memeriksa data dan dokumen lainnya, kemungkinan banyak dokumen palsu yang digunakan untuk lulus pengacara tidak memenuhi syarat atau dengan ijazah palsu. 

“Polisi harus berani dan tegas menindak oknum yang melecehkan profesi advokat,” kata Sugi.

Natalia Rusli dan Ropaun Rambe diduga melakukan tindak pidana pemalsuan surat atau memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai Pasal 263 jo Pasal 266 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Keduanya dilaporkan ke SPKT Polda Metro Jaya dengan LP NO STTPL/B/3180/VI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, Senin 21 Juni 2021. Sugi memberikan bukti dokumen untuk mendukung tuduhan LQ Indonesia Lawfirm.

“Ini adalah bukti dari Surat Dikti yang menyatakan bahwa akta atas nama Natalia Rusli tidak terdaftar, serta fotokopi ijazah Sarjana Hukum palsu Natalia Rusli, serta fotokopi KTP dan fotokopi KTP-nya. BAS atas nama Natalia Rusli," ujarnya.

“Satu hal yang jelas pada KTP dan Ijazah, tahun lahir Natalia Rusli berbeda. Pada KTP 3 Desember 1976, pada Ijazah 3 Desember 1977. Diduga petugas Peradin sengaja tidak memeriksa keabsahan ijazah, padahal tahun lahirnya berbeda, jadi mereka lulus sebagai advokat. Sumber utama maraknya advokat yang tidak bermoral dan tidak berkualitas,” jelasnya.

Dengan ijazah palsu, lanjut Sugi, status advokat tidak sah karena salah satu syarat advokat berdasarkan UU Advokat adalah ijazah SH yang masih berlaku, sehingga semua surat kuasa yang ditandatangani Natalia Rusli selaku advokat menjadi tidak sah.

“Padahal, pengguna Surat Kuasa Natalia Rusli dengan keterangan palsu dapat dijerat dengan pasal 263 ayat 2 hukum pidana sebagai pengguna surat palsu. Maka LQ menghimbau kepada klien yang memberikan kuasa kepada Natalia Rusli dan merasa tertipu untuk segera melapor ke pihak yang berwajib, " pungkasnya.

Editor : Riswan p.

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_