Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Di Inhu, Seorang Ayah Bejat Memperkosa Anak Kandungnya Hingga Hamil Tiga Bulan

15 Jun 2021, 20:08 WIB Last Updated 2021-06-15T13:08:05Z

HARIAN BERANTAS, INHU - Biadab, itulah kata-kata yang tepat dialamatkan kepada salah satu warga Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, UCK (48) yang tega melakukan hubungan seks dengan anak kandungnya yang masih di bawah umur, misalnya Melati (17), puluhan kali. dari 2018 hingga Mei 2021 dan sekarang hamil 3 bulan.

Pelaku ditangkap oleh Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Inhu, pada Sabtu (12 /06/2021), pukul 13.00 WIB di sebuah warung makan, di Jalan Sultan, kelurahan Kampung Besar, Kecamatan Rengat.

Terkait kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur ini, Kapolres Inhu, AKBP Efrizal SIK melalui PS Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran saat dikonfirmasi, Selasa (15/06/21) menjelaskan, menurut pengakuan tersangka, perbuatan bejat ini dilakukan keluar sejak 2018, saat itu Korban masih duduk di bangku kelas 1 SMK.

Misran mengatakan kasus ini bermula pada November 2018, saat pelaku baru bangun tidur, lalu pelaku tergiur melihat korban yang sudah beranjak dewasa seorang gadis membersihkan rumah.
Sedangkan ibu korban tidak ada di rumah, bekerja sebagai pembantu di rumah majikannya.

“Pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan, awalnya korban menolak, namun pelaku mengancam korban, hal ini membuat korban menyerah dan tidak berdaya melawan pelaku yang sudah kesurupan,” ujarnya.

Menurut dia, hal itu sudah dilakukan pelaku berkali-kali. Bahkan sudah tidak terhitung. Sejak korban duduk di bangku kelas 1 hingga Mei 2021, tepatnya bulan puasa lalu,, aksi yang melebihi binatang tersebut selalu dilakukan oleh pelaku pada siang hari. Sesekali pelaku melakukan persetubuhan dengan korban saat korban menutup warung angkringan milik pelaku.

“Jika korban menolak, maka pelaku marah besar dan mengamuk, bahkan adik-adik korban selalu menjadi sasaran amukan pelaku, hal ini membuat korban terpaksa meladeni nafsu bejat pelaku, karena korban sangat sayang. adik-adiknya," kata Misran.

Selain itu, kata Misran, terakhir korban mengalami pelecehan seksual oleh pelaku, pada 5 Mei 2021 pukul 14.00 WIB tepatnya di rumahnya, padahal saat itu bulan Ramadhan, namun tidak membuat pelaku menyurutkan keinginannya. Kasus ini mulai terkuak ketika ibu korban curiga dengan perubahan fisik anaknya karena terlambat datang bulan, dan korban sering mual dan muntah.

''Setelah ditanya oleh ibunya, barulah korban menceritakan kejadian yang telah terjadi. Seperti disambar petir di siang hari, ibu korban langsung berang dan pada Sabtu 5 Juni 2021, ibu korban datang ke Polres Inhu untuk melaporkan kejadian memalukan tersebut.,’’ ucapnya.

Namun, saat ibu korban mendatangi Mapolres Inhu, pelaku mengetahuinya dan langsung kabur sebelum ibu korban menyelesaikan laporannya ke polisi. Menurutnya, pelarian pelaku tidak berlangsung lama. 

''Padahal, cara menangkap pelakunya cukup unik. Polisi meminta korban untuk menghubungi ponsel pelaku, mengatakan jika korban merindukan pelaku, seperti anak baru gede yang dimabuk cinta,'' terangnya.

Hingga akhirnya, Sabtu 12 Juni 2021, pelaku bersedia menemui korban, namun tidak di rumahnya, melainkan di sebuah warung makan di Jalan Sultan Rengat. Ternyata benar, pada pukul 15.00 WIB, pelaku tiba di toko dan duduk menunggu korban.

Saat itulah pelaku langsung ditangkap oleh tim tanpa perlawanan dan Ia pun mengakui semua perbuatan biadabnya kepada petugas yang sebelumnya sudah mengintai dan menunggu di sekitar warung makan.

“Sekarang tersangka sudah diamankan di Polres Inhu beserta barang bukti beberapa pakaian korban,” ungkap Misran.

Iklan

iklan