Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Covid Ada Dan Nyata, Kapolda Ajak Aktifkan Posko PPKM Mikro di Area Publik dan Area Tertentu se-Provinsi Riau

4 Jun 2021, 13:48 WIB Last Updated 2021-06-05T05:13:32Z
https://www.harianberantas.co.id/2021/06/covid-ada-dan-nyata-kapolda-ajak.html

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si. menggelar rapat koordinasi Posko PPKM Mikro di tempat umum dan kawasan tertentu se-Provinsi Riau, di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Jalan Patimura Nomor 13 Pekanbaru pada Jumat (4/6/2021)

Kapolda Riau mengatakan beberapa daerah di Indonesia mengalami lonjakan penyebaran Covid-19 yang perlu diwaspadai bersama.


“Secara nasional Provinsi Riau masuk dalam 5 besar penyebaran Covid-19, baik kasus yang meninggal maupun yang terkonfirmasi positif,” kata Irjen Agung mengawali penjelasannya.

Seperti diketahui, Covid-19 merupakan masalah bersama dan negara telah menghabiskan triliunan rupiah untuk mengatasinya. Kapolda mengajak semua pihak untuk ambil bagian dan bisa bekerja sama.


“Untuk wilayah yang berstatus zona merah, Posko PPKM berbeda dengan zona lain dalam penanganannya. Pemerintah sudah mencanangkan 34 provinsi wajib melaksanakan PPKM Mikro, dan ujung tombak penanganan Covid-19 adalah PPKM Mikro,” terang jenderal bintang dua itu.

Ia juga meminta semua pihak turut serta dalam pelaksanaan PPKM Mikro sehingga diharapkan mampu menekan kasus dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Agung mengatakan pihaknya juga telah membentuk unit batalyon untuk membantu percepatan penanganan.

“Kami memiliki Batalyon Covid-19 setingkat Polda yang terbagi menjadi 4 tim dan diketuai oleh para petinggi Polda Riau yang bertugas untuk melanjutkan dan memantau perkembangan sehari-hari serta memberikan arahan, memberikan semangat kepada daerah dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” jelasnya.


Sementara itu terkait dengan dinamika penanganan Covid-19, dikota Pekanbaru sendiri terdapat 8 wilayah RT/RW yang sedang Lock Down.

“Kita harus semangat untuk bisa saling melengkapi dan berkolaborasi dalam menangani penyebaran Covid-19. Orang yang sehat dan kuat seperti antibodinya belum bisa dipastikan bebas dari Covid-19. Oleh karena itu, prokes menjadi hal yang penting untuk dilakukan,” ujarnya.

Agung menegaskan bahwa Covid-19 itu adalah ada dan nyata, namum masih banyak yang tidak mematuhi Prokes.


“Ini yang perlu diubah, oleh karena itu peran para tokoh sangat penting. Saya mengajak, dengan berkumpulnya kita di sini, kita akan mampu membangun komitmen bersama dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Riau,” pungkas Irjen Agung.

Untuk diketahui, Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Riau, Wakapolda Riau, Pejabat Utama Polda Riau, Kadiskes Provinsi Riau, Gapki Riau (Jatmiko Santoso), Apkasindo DPW Riau (H. Suher), Aspekrir Riau (Sutoyo), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Wilayah Riau (Rienty Masriel), Korwil KSPSI Riau (Juandi Hutauruk. SE), DPD KSPSI AGN Riau (Suro Abadi Wijoyo), DPD SP NIBA KSPSI (Erik Suryadi), DPC SB NIBA KSPSI (Buyung Chaniago, S.H.), DPD KSPSI RIAU Kubu Yoris Raweyai (Nurwal Tanjung), DPD SP BUN PTPN V RIAU (Asminudin Sinaga, S.H.), DPD FSPTI KSPSI Riau (Dr. Saut Sihaloho, S.H.) dan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor Provinsi Riau. ***

Editor: Riswan Pasaribu
Sumber: Humas Polres Bengkalis

Iklan

iklan