Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ada Apa Kasus Dugaan Korupsi Rp 87,4 M di Dinas Pendidikan Riau Belum Terungkap?

28 Jun 2021, 10:51 WIB Last Updated 2021-06-28T05:58:02Z

Ilustrasi (Nett)
HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Aparat penegak hukum yang menangani kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) diharapkan segera merespons dugaan korupsi berjamaah di tubuh Dinas Pendidikan Provinsi Riau pada 2020 lalu.


Informasi yang dirangkum, bahwa pada tahun anggaran 2020 lalu terdapat alokasi biaya belanja pengadaan alat laboratorium pengajaran/praktik sekolah yang diperuntukan bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) di kabupaten/kota se-Provinsi Riau, yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dengan nilai pagu anggaran Rp 87.400.000.000 atau Rp 87,4 miliar lebih. Dikatakan, proses pelaksanaan di masing-masing sekolah terdiri dari 43 jenjang SMKN/SMKSN ini kabarnya belum sepenuhnya terealisasi.


Menurut sumber media Harian Berantas, dugaan korupsi tersebut dinilai cukup tersistematis, disusun oleh pejabat tinggi di Dinas Pendidikan Riau, sehingga dianggap sulit untuk diungkapkan.


Ironisnya, dalam proses pelaksanaan pengadaan alat peraga/peralatan praktik sekolah yang seharusnya disalurkan ke 43 SMKN/SMKSN di kabupaten/kota se-Provinsi Riau, diduga banyak yang mark up dan ada yang tidak dilaksanakan alias fiktif.


Namun, proses pelaksanaan di masing-masing sekolah tersebut (sebanyak 43 sekolah setingkat SMKN/SMKSN,red) sudah dianggap tuntas alias selesai seratus persen (100%).


Anehnya, kata sumber lagi, di tengah sulitnya penerimaan daerah/negara yang sibuk menghadapi wabah pandemi Covid-19 atau virus corona sejak awal tahun 2020 hingga kini, seharusnya pemerintah lebih memahami aspek mana yang harus diprioritaskan dan dimanfaatkan terlebih dahulu, tidak terkesan memanfaatkan situasi untuk mengambil kesempatan di tengah kesibukan negara menghadapi wabah yang melanda dunia seperti sekarang ini. Imbuhnya


Selanjutnya menurut sumber, bahwa pada tahun anggaran 2021, Dinas Pendidikan Provinsi Riau akan kembali mengelola biaya anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 50,19 miliar yang dialokasikan untuk 22 sekolah setingkat SMK di Provinsi Riau.


Nilai anggaran sebesar Rp 50,19 miliar itu diperuntukkan untuk 28 paket pengadaan alat praktik utama. Namun dari alokasi anggaran untuk 22 sekolah setingkat SMK tersebut, terdapat enam nama sekolah atau SMK yang memiliki dua pos anggaran yang sama, masing-masing senilai Rp. 1,5 miliar menjadi Rp. 2 miliar.


Saat dikonfirmasi secara tertulis Kepala Dinas Pendidikan Riau, kepada Harian Berantas, salah satu staf secara lisan menjelaskan bahwa masalah penyelewengan uang negara dalam pengadaan alat laboratorium pengajaran/praktik sekolah tahun 2020 senilai Rp. 87,4 Milyar bukan tanggung jawab kepala dinas, melainkan sepenuhnya tanggung jawab Kepala SMK sebagai PPK bersama PPTK bernama Hanggi.


Secara resmi, hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi tertulis dari Harian Berantas yang diterima pada 10 Juni 2021 lalu belum dijawab oleh Kepala Dinas Pendidikan Riau. ***(AP/OS)

Iklan

iklan