Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Usai Lebaran, Pemprov Jabar Diminta Mengantisipasi Peningkatan Kasus COVID-19

21 Mei 2021, 18:42 WIB Last Updated 2021-05-21T11:42:36Z
BANDUNG, HARIAN BERANTAS.CO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meminta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten / kota mengantisipasi potensi peningkatan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran 1442 Hijriah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengatakan selama ini peningkatan kasus Covid-19 biasanya berpotensi terjadi setelah masa libur panjang. Misalnya, ini terjadi pada liburan Agustus dan liburan akhir tahun 2020.

“Berdasarkan Rapim laporan penanganan  Covid-19 sudah terjadi peningkatan kasus di lima provinsi, termasuk Jawa Barat. Di Jawa Barat masih ada 29 ribu kasus aktif, minggu lalu menurun kita lihat apa ini. sepertinya minggu ini, "kata Ineu dalam kegiatan Diskusi Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Barat, di Kantor DPRD Jabar, Bandung, Jumat (21/5/2021).

Ineu mencontohkan Kota Bandung pernah mengalami penurunan kasus Covid-19 selama Ramadan lalu. Faktanya, penambahan hanya di bawah 40 kasus baru per hari. Tapi beberapa hari lalu, meningkat sekitar 100 kasus per hari.

“Apakah stabil atau ada peningkatan pasca mudik, hal ini harus diantisipasi. Berdasarkan laporan kebijakan, banyak rumah sakit yang tingkat keterisiannya rendah saat ini. Padahal kita ingat menemukan ruang kosong untuk perawatan Covid-19 dulu. sulit, "katanya.

Selain itu, ia menyarankan agar pemerintah daerah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro (PPKM) di lingkungannya jika ditemukan kasus COVID-19 dari warga yang mudik saat Lebaran.

“Jadi PPKM mikro ini merupakan upaya yang bisa dilakukan agar masyarakat tidak tertular Covid-19 pasca Lebaran 2021. Karena pada dasarnya RT dan RW ini tahu pasti masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ineu mengatakan, selama dua pekan setelah Lebaran, anggota DPRD Jabar melalui Komisi IV akan terus melakukan kunjungan lapangan terkait pengetatan perjalanan usai masa penghapusan mudik Lebaran 2021.

“Minggu-minggu ini teman-teman di Komisi IV masih di lapangan memantau pengetatan. Jadi dua minggu atau satu minggu ke depan banyak pemudik yang akan masuk ke Bandung. Nanti akan saya sampaikan sebagai bahan evaluasi juga,” ucapnya.

Seperti diketahui, untuk menekan laju penyebaran virus Corona Covid-19, pemerintah, sebelumnya telah memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021. Peraturan ini sendiri berlaku mulai 6 hingga 17 Mei. dengan isolasi yang dilakukan oleh polisi di berbagai titik.

Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan kebijakan tambahan berupa pengetatan perjalanan yang berlaku mulai tanggal 22 April - 5 Mei dan 18 - 24 Mei 2021.

Ketentuan peniadaan mudik dan pengetatan perjalanan itu telah tertuang pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 yang menjelaskan bahwa setiap anggota masyarakat dilarang melakukan perjalanan antarkota, kabupaten, provinsi, atau negara untuk tujuan mudik yang juga penerapannya dilakukan di Jawa Barat.

Sebagai informasi, aturan larangan mudik lebaran telah berakhir pada Senin (17/5/2021). Namun, polisi masih melakukan pemblokiran arus balik hingga 24 Mei. Sebelumnya, polisi juga melakukan uji antigen secara acak terhadap pemudik selama masa larangan mudik 6-17 Mei. Tercatat, ada 32 ribu pemudik yang menjalani tes antigen. (rp)***

Iklan

iklan