• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Profil Kabupaten Bintan

    HARIANBERANTAS
    5/12/21, 13:14 WIB Last Updated 2021-08-03T12:19:01Z

    HARIANBERANTAS, KABUPATEN BINTAN- Kabupaten Bintan resmi terbentuk pada tahun 2006  berdasarkan PP No. 5 Tahun 2006 tanggal 23 Februari 2006.


    Kabupaten Bintan ini merupakan kabupaten tertua di Kepulauan Riau. Dimana sebelumnya, Kabupaten Bintan merupakan Kabupaten Kepulauan Riau.

    Kabupaten Kepulauan Riau (Kabupaten Bintan,red) telah dikenal beberapa abad silam, tidak hanya di nusantara bahkan manca negara.

    Selain keberadaannya dipulau juga berbatas langsung dengan Negara Jiran Malaysia, memiliki ciri khas  dari ribuan pulau besar dan kecil yang terkenal di Laut Cina Selatan, karena wilayah julukan Kepulauan “Segantang Lada” sangat tepat untuk menggambarkan banyaknya pulau yang ada di daerah ini.

    Sekitar tahun 1722-1911, terdapat dua Kerajaan Melayu yang memerintah dan berdaulat yaitu Kerajaan Riau Lingga yang pusat kerajaannya di Daik dan Kerajaan Melayu Riau di Pulau Bintan.

    Jauh sebelum penandatanganinya Perjanjian London, kedua Kerajaan Melayu tersebut dilebur menjadi satu sehingga menjadi semakin kuat. Wilayah kekuasaannyapun tidak terbatas di Kepulauan Riau saja, tetapi telah termasuk daerah Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir provinsi Riau. Pusat kerajaannya terletak di Pulau Penyengat dan menjadi terkenal di Nusantara dan kawasan Semenanjung Malaka, dikutip dari https://bintankab.go.id/.

    Setelah Sultan Riau meninggal pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai Districh Thoarden untuk daerah yang besar dan Onder Districh Thoarden untuk daerah kecil.

    Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyatukan wilayah Riau Lingga dengan Indragiri untuk dijadikan sebuah keresidenan yang dibagi menjadi dua Afdelling yaitu:

    1. Afdelling Tanjungpinang yang mencakup Kepulauan Riau – Lingga, Indragiri Hilir saat berada di propinsi Riau dan Kateman yang berkedudukan di Tanjungpinang dan penguasa ditunjuk seorang Residen.

    2. Afdelling Indragiri yang berkedudukan di Rengat dan diperintah oleh Asisten Residen (dibawah) perintah Residen. Pada 1940 Keresidenan ini dijadikan Residente Riau dengan dicantumkan Afdelling Bengkalis (Sumatera Timur) dan sebelum tahun 1945–1949 berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 17 Juli 1947 No. 9 dibentuk daerah Zelf Bestur (daerah Riau).

    Berdasarkan surat Keputusan delegasi Republik Indonesia, Provinsi Sumatera Tengah tanggal 18 Mei 1950 No.9/Deprt menggabungkan diri ke dalam Republik Indonesia dan Kepulauan Riau diberi status daerah Otonom Tingkat II yang dikepalai oleh Bupati sebagai kepala daerah dengan membawahi empat kewedanan sebagai berikut:

    1. Kewedanan Tanjungpinang termasuk wilayah kecamatan Bintan Selatan (kecamatan Bintan Timur, Galang, Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur sekarang).

    2. Kewedanan Karimun meliputi wila-yah Kecamatan Karimun, Kundur dan Moro.

    3. Kewedanan Lingga meliputi wilayah Kecamatan Lingga, Singkep dan Senayang.

    4. Kewedanan Pulau Tujuh meliputi wilayah Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur.

    Kemudian berdasarkan Surat Keputusan No. 26 / K / 1965 dengan mem-pedomani Instruksi Gubernur Riau tanggal 10 Februari 1964 No. 524 / A / 1964 dan Instruksi No. 16 / V / 1964 dan Surat Keputusan Gubernur Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP / 247/5/1965, tanggal 15 Nopember 1965 No. UP / 256/5/1965, 1 Januari 1966 semua daerah Administratif kewedanaan dalam Kabupaten Kepulauan Riau di hapuskan.

    Pada tahun 1983, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1983, telah berbentuk Kota Administratif Tanjungpinang yang membawahi 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kecamatan Tanjungpinang Timur, dan pada tahun yang sama sesuai dengan peraturan pemerintah No. 34 tahun 1983 dibentuk Kotamadya Batam. Dengan adanya pengembangan wilayah tersebut, maka Batam tidak lagi menjadi bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau yang saat ini Kabupaten Bintan.

    Berdasarkan Undang-Undang No. 53 tahun 1999 dan UU No. 13 tahun 2000, Kabupaten Kepulauan Riau dimekarkan menjadi 3 kabupaten yang terdiri dari: Kabupaten Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Natuna.

    Wilayah kabupaten Kepulauan Riau hanya mencakup 9 kecamatan, yaitu: Singkep, Lingga, Senayang, Teluk Bintan, Bintan Utara, Bintan Timur, Tambelan, Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur.

    Kecamatan Teluk Bintan merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Galang. Sebahagian wilayah Galang masuk wilayah Kota Batam.

    Kecamatan Teluk Bintan terdiri dari 5 desa yaitu Pangkil, Pengujan, Penaga, Tembeling dan Bintan Buyu.

    Kemudian berdasarkan Undang-Undang No. 5 tahun 2001, Kota Administratif Tanjungpinang berubah menjadi Kota Tanjungpinang yang statusnya sama dengan kabupaten

    Seiring waktu terjadi perubahan administrasi wilayah pada akhir tahun 2003, dan terjadi pemekaran kecamatan yaitu Kecamatan Bintan Utara menjadi Kecamatan Teluk Sebong dan Bintan Utara. Kecamatan Lingga menjadi Kecamatan Lingga Utara dan Lingga.

    Pada akhir tahun 2003 dibentuk Kabupaten Lingga sesuai dengan UU No. 31/2003, maka dengan demikian wilayah Kabupaten Kepulauan Riau meliputi 6 Kecamatan yaitu Bintan Utara, Bintan Timur, Teluk Bintan, Gunung Kijang, Teluk Sebong dan Tambelan. 

    Kemudian berdasarkan PP No. 5 Tahun 2006 tanggal 23 Februari 2006, Kabupaten Kepulauan Riau berubah nama menjadi Kabupaten Bintan. ***(Red)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Profil Kabupaten Bintan

    Terkini

    Iklan

    Close x