Iklan

new-user-zone-banner

Iklan

CB Rent Cars
,

Iklan

Settia

Inilah Kebijakan Baru "Relaksasi" di Bandung

HARIANBERANTAS
31 Mei 2021, 21:25 WIB Last Updated 2021-06-16T14:31:09Z

HARIAN BERANTAS, BANDUNG - Kota Bandung terus ekstra waspada dalam penanganan Covid-19 pasca libur lebaran 2021. Diantaranya memperketat relaksasi ekonomi, pariwisata, dan resepsi pernikahan.

Ketua Komite Kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap sejumlah kegiatan. Salah satunya di tempat wisata yang akan kembali beroperasi pada 2 Juni mendatang. Sebelumnya, Pemkot Bandung telah menutup sejumlah lokasi wisata sejak 23 Mei hingga 1 Juni. 

"Namun demi menjaga euforia masyarakat, kami akan terus memperketat prokes. Petugas akan memperketat pengawasan di lapangan," kata Oded usai acara. menggelar rapat terbatas dengan jajaran Forkopimda di Balai Kota Bandung, Senin (31/05/21).

Oded mengatakan, saat ini suasana libur Idul Fitri 2021 terpantau sudah mulai menurun. Sehingga potensi membludaknya pengunjung di tempat wisata diprediksi semakin berkurang.

Ia meminta pengelola tempat wisata tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, setiap pengelola lokasi wisata wajib mengajukan simulasi protokol kesehatan sebelum kembali beroperasi.

"Tempat wisata akan dibuka kembali, karena masa libur Idul Fitri telah usai. Namun imbauan untuk prokes harus tetap ketat," ujarnya.

Tak hanya tempat wisata, walikota juga memperpendek jam operasional kafe dan restoran. Dari yang sebelumnya beroperasi hingga pukul 23.00 WIB selama bulan Ramadhan, kini kembali dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

Satgas juga memperketat resepsi pernikahan. Jumlah undangan hanya 30 persen dari kapasitas ruangan atau venue resepsi pernikahan. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, panitia mempersepsikan 30 persen kapasitas di setiap sesi. 

“Sebelumnya diskusinya cukup alot karena masalah di lapangan dalam prakteknya kadang 30 persen persepsi penyelenggara dibagi per sesi. Jadi akhirnya kami sepakati 30 persen itu total seluruh undangan dari kapasitas ruangan. ," jelasnya.

Sedangkan hasil evaluasi pelaksanaan zakat fitrah dan salat Idul Fitri tahun lalu, dia memastikan tidak ada klaster baru. Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan selama Idul Fitri 2021.

 “Laporan dari Kemenag yang memberangkatkan penyuluh ke seluruh kecamatan, hingga hari ini belum ada laporan adanya klaster Idul Fitri. Kedua, pengumpulan dan pendistribusian zakat, tidak ada klaster,” ujarnya.(rp)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_