Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Ridwan Kamil Tinjau Pengolahan Sampah Plastik di Bandung Barat

21 Apr 2021, 06:03 WIB Last Updated 2021-08-03T12:19:01Z
Harian Berantas.co.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau proses daur ulang sampah plastik air minum yang diolah oleh PT Namasindo Plas di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 20 April 2021.
Pabrik tersebut memiliki teknologi yang dapat mengubah sampah plastik menjadi botol air mineral siap pakai. Limbah olahan akan dijual ke industri air minum yang membutuhkan.

“Hal ini mendorong kami untuk mengubah semua sampah plastik yang dapat didaur ulang di sini dan menjualnya kembali ke industri yang membutuhkan plastik botol air mineral,” kata Kang Emil - sapaan Ridwan Kamil.
Kang Emil sendiri menyebut proses daur ulang sampah plastik air minum dengan nama ekonomi sirkular. Pasalnya, semua pihak yang terlibat akan mendapatkan keuntungan ekonomi.

“Karena air mineralnya diminum lalu dibuang, bisa diedarkan kembali oleh pelestari, lalu ke pengumpul yaitu pabrik ini. Kemudian dijual lagi ke industri. Karena prosesnya berputar 100 persen, kita sebut saja edaran ekonomi, "katanya.
Proses daur ulang sampah plastik ini juga menggunakan aplikasi bernama Octopus. Aplikasi yang kini sudah bisa diunduh masyarakat Jawa Barat itu bertujuan mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah. Setiap sampah memiliki poin, dan poin ini dapat diubah menjadi uang.

“Nanti Octopus akan digunakan pengguna untuk memanggil para pelestari (konservasionis) yang akan mengumpulkan sampah langsung dari rumahnya, sehingga pendapatannya meningkat. Bisa Rp2 juta hingga Rp5 juta tergantung jumlah sampah plastik yang disetorkan,” kata Kang Emil.

Kang Emil mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memilah sampah organik dan non organik, khususnya sampah plastik. Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, dalam sehari jumlah sampah plastik yang bisa didaur ulang mencapai 6.400 ton di seluruh Jabar.
“Sehari kita punya 6.400 ton sampah plastik yang bisa didaur ulang, bahkan sampah plastik dari Bali dan Lombok dibeli Jawa Barat,” kata Kang Emil.

Mengolah sampah plastik dan menjadi ekonomi sirkular merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar Indonesia tidak lagi dicap sebagai negara yang banyak membuang sampah plastik ke laut.
Adapun peninjauan proses daur ulang sampah, Kang Emil didampingi pemerhati lingkungan laut yang juga pendiri Indonesia Ocean Pride Hamish Daud.

“Mas Hamish Daud yang sangat paham betul berapa banyak sampah plastik di laut kita ini karena masyarakat tidak ada solusinya. Jadi saya berkomitmen pada tahun 2021 untuk menyelesaikan masalah sampah plastik dengan sistem ekonomi sirkular agar Indonesia tidak lagi di-bully karena ada banyak sampah plastik di lautan., "ucapnya.(rp)***

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_