Headlines News :
Home » » Ridwan Kamil Nobatkan Gedung Creative Ahmad Djuhara .

Ridwan Kamil Nobatkan Gedung Creative Ahmad Djuhara .

Written By HARIANBERANTAS on Kamis, 22 April 2021 | 09.17.00


Harian Berantas.co.id - Gedung Creative Center di Kota Cirebon merupakan karya arsitek Ahmad Djuhara. Setahun sebelum diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil pada Rabu (21/4/2021), Djuhara menghembuskan nafas terakhir.

Untuk menghormati sang arsitek, Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil menamakan Gedung Creative Center tersebut dengan nama Ruang Kreatif Ahmad Djuhara.

Kang Emil berharap dengan nama tersebut, semangat kreativitas yang terus dibakar Djuhara sepanjang hidupnya akan menyebar ke generasi muda Jawa Barat, khususnya Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).


Ada rasa prihatin karena arsitek gedung ini adalah guru dan senior saya. Kepala arsitek di seluruh Indonesia. Dari ribuan yang ketuanya adalah almarhum bernama Ahmad Djuhara yang senang dengan hal-hal yang inspiratif, kata Kang Emil saat Peresmian Gedung Pusat Kreatif Jawa Barat di Kota Cirebon.

“Dia senang dengan hal-hal yang inspiratif. Tapi dia meninggal karena Covid-19, di awal-awal Covid April lalu. Makanya saya minta izin karena ini wilayah administrasi Pemprov, saya mau beri nama khusus, yakni Ruang Kreatif Ahmad Djuhara, ”ucapnya. .

Lebih lanjut, Gubernur berharap ke depan bangunan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk pelestarian seni budaya maupun pariwisata.

“Seharusnya gedung ini bermanfaat bagi warga Ciayu Majakuning. Karena kebetulan letaknya di Kota Cirebon namanya Cirebon,” kata Ridwan Kamil.

Namun, katanya lagi, nantinya gedung ini harus diisi secara adil oleh seluruh warga Ciayu Majakuning. Harus memanfaatkan ini sepenuhnya. “Asal tujuannya bagus, silakan manfaatkan tempat ini,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya tidak ingin bangunan dengan luas tanah 27.315 meter persegi itu kosong atau tidak digunakan. Lebih baik dia melihat pertarungan memperebutkan tempat daripada tidak ada yang mau datang, selama itu dilakukan dengan proses COVID-19 yang ketat.

“Jangan sampai ruang kreatif ini tidak digunakan. Lebih baik berebut daripada kosong. Tidak ada yang mau datang. Mau pameran batik, olah raga, kesenian, seminar apa saja asalkan tujuannya bagus,” ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di Jawa Barat ini menuturkan, Ruang Kreatif Ahmad Djuhara didirikan untuk meningkatkan kualitas peradaban bangsa dengan menginvestasikan segala sesuatu yang dimiliki untuk kemajuan generasi muda.

“Jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang kuat, mulai saat ini kita harus menginvestasikan segala yang kita miliki untuk kemajuan generasi muda,” ucapnya.

Untuk diketahui, Djuhara merupakan Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) periode 2018-2021. Selama berkarir di bidang arsitektur, Djuhara berhasil meraih sejumlah penghargaan. Salah satunya adalah Penghargaan Mockup III Terbaik dari International Architecture Biennale Rotterdam 2005 untuk Maket Batavia 1681.

Karya Djuhara yang melekat dalam dunia arsitektur Indonesia adalah Rumah Baja Wisnu. Hingga saat ini, karya ini masih berdiri dan sering dijadikan bahan kajian bagi mahasiswa arsitektur dan arsitek pemula.

Dalam kesempatan itu, Wendy Djuhara, istri Ahmad Djuhara yang juga seorang arsitek, menginginkan ruang kreatif ini menjadi wadah komunitas kreatif Ciayumajakuning untuk mempertahankan budaya dan seni yang ada sekaligus menciptakan produk budaya dan seni baru.

“Kami ingin menyediakan tempat berkarya bagi komunitas kreatif Cirebon dan sekitarnya. Cirebon sudah terkenal sejak lama dengan berbagai produk seni dan budaya. Baik dari batik, kerajinan tangan, tari, kuliner khas hingga arsitektur, "kata Wendy.

“Semoga dengan produk budaya baru ini juga bisa menghidupkan kembali perekonomian di Jabar,” imbuhnya. (rp)***

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas