Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Ada Apa DLH Lalulalang Datangi PT. MAS?

21 Apr 2021, 16:07 WIB Last Updated 2021-08-03T12:30:21Z

HARIANBERANTAS, INHU - Hearing oleh DPR Komisi III hari senin 19/04/21 terhadap Perusahaan PT. MAS ( Mitra Agung Swadaya ) sesuai laporan tertulis oleh Masyarakat Kota Medan Kecamatan Klayang Kabupaten Inhu ke DPR tanggal 28 Pebruari 2021 terkait Limbah Pabrik PT. MAS di Desa Sei Golang ke Sungai Sialang Petai Desa Koto Medan 27/02/2021.


Setelah laporan Masyarakat ke DPR, hampir 1 bulan, baru ditanggapi oleh Anggota Dewan, maka tanggal 25 Maret Komisi III turun kelokasi yang diperintahkan oleh Masrullah SP waka I DPR, tinjau ke lokasi Perusahaan berjumlah 10 orang termasuk Masrullah, sementara itu sebagai waka tidak ikut ke lokasi,dikomandoi oleh Taufik Henri Ketua Komisi.

Hearing di ruangan Komisi, yang diundang ; Dinas Lingkungan Hidup dihadiri Selamat Kadis DLH, Maryanto kabid, 4 Orang perwakilan PT. MAS, tokoh masyarakat Kades Rudini, media dan 6 orang komisi : Taufik Henri, Elda Suhanura, Henrizal, Suroto, Ir. Ade Chandra dan R. Dahlan.

Helda Suhanura Sekretaris komisi Mengatakan " dugaan pencemaran, hanya ada satu bagi otoritas yg diberikan negara, satu paham dan satu tujuan. Seluruh kehidupan sekarang sudah dilindungi undang undang.


Inhu ingin drink, langit tetap biru tak ada lagi pencemaran. Kami komisi III hanya mengawasi kata Elda ( red ).

Rudini Kades Koto Medan mengatakan " kita saat ini saling tukar pendapat, soal apapun keluh kesah masyarakat ada ditangan saya. Hal limbah Perusahaan sering terjadi sudah 6 kali kita lapor ke DLH tak ada tanggapan. Jika ada hasil uji laboratorium, tolonglah di informasikan agar saya bisa lapor ke masyarakat.

Jangan sampai ada asumsi masyarakat bahwa Kades ada apa apa dengan Perusahaan, kita mau jangan kotori lingkungan saya. Saya yakin dari Pihak perusahaan yang hadir saat ini tak bisa membuat keputusan.

Masalah karyawan, tolong fasilitasi putra daerah, kalau soal tamatan kita siap mencari ujarnya.

Joni Maryanto Kabid DLH mengatakan " Kita sudah memediasi, tahun 2020 telah memanggil Kades Koto Medan dan Sungai Golang juga Perusahaan.

Kita cross cek kelapangan, dalam kunjungan tersebut minta ditunjukkan lokasi pengambilan sampel dan diketahui oleh kedua belah pihak antara Perusahaan dengan Kades, juga mediasi saat itu disaksikan anggota Dewan Ir. Ade Chandra.

Sampel kita bawa ke Labor tanggal 7 maret 2021, analisa laboratorium kita lihat mengatakan tidak ada limbah bermasalah ujarnya.

Ardan Meneger Pt.MAS mengatakan " jika limbah pabrik dikatakan mengotori sungai sebenarnya tidak. Sebelum kami mengeluarkan limbah Cair, sudah diperiksa dulu apakah limbah berbahaya atau tidak. Ikan mati di tlogo itu karna kepenuhan. Limbah yang Bapak adukan sudah diambil sampelnya. Janganlah semua limbah warna hitam dikatakan mematikan. 

Hasil Lab ini diambil dari hasil kunjungan rutin dari pihak DLH turun ke lokasi ujarnya.

Elda Suhanura menanggapi " jika pihak DLH ambil sampel, tolonglah disampaikan ke kita Dewan karna karena pemerintah dengan DPR itu mitra kerja. Untuk hasil Laboratorium yang bapak ambil untuk sementara kita terima, tapi yang perlu Bapak ingat Dhl bukanlah pejabat yang membidangi hal itu. Ada pejabat khusus itu, dan kami komisi juga ada bagian labor ujarnya. ***(Pinten Sitorus)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_