Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Wakil Ketua DPRD Jabar Berharap Program Rutilahu Majalengka Berkesinambungan

11 Mar 2021, 10:15 WIB Last Updated 2021-03-21T03:26:18Z

Harian Berantas.co.id, Bandung - Program renovasi rumah tidak layak huni atau yang kerap disebut Rutilahu di Majalengka terus di lakukan pemerintah dan mendapat dukungan serta  perhatian dari Dewan Provinsi Jawa Barat. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari. Ineu mengatakan Program Rutilahu di Kabupaten Majalengka perlu berlanjut.

Selain itu, menurutnya, bantuan Program Rutilahu sejauh ini telah terlaksana dengan baik serta mendapat sambutan baik dari masyarakat.

''Harapannya agar program bantuan dari provinsi ini bisa berkesinambungan di Kabupaten Majalengka karena memang masyarakat masih banyak yang membutuhkan serta bisa manfaat juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat ,''ucap Ineu ditengah pembukaan sosialisasi program bantuan rutilahu di Majalengka, Rabu (10/3/2021).

Masih menurut poltisi PDI Perjuangan ini , untuk tahun 2021 ini, besaran anggaran investasi dalam program Rutilahu di Kabupaten Majalengka kurang lebih berjumlah Rp 31 Milyar dengan sasaran Rutilahu sekitar 1.785 unit Rutilahu. Lanjutnya, Uang tersebut akan dibelikan material bangunan Rp 16,7 juta, dan sisanya untuk upah tenaga kerja Rp 500 ribu serta administrasi perangkat desa Rp 300 ribu.

''Pagu anggaran Rutilahu sekitar Rp17,5 juta per 1 unit rumah diharapkan dapat memberikan dampak positif dan sebagai salah satu upaya percepatan pembangunan Rutilahu di Jawa Barat. Tinggal bagaimana setelah ini ada pemberdayaan ekonomi sehingga bisa berjalan dengan pembangunan di desa-desa,'' kata Ineu.

Seperti diketahui, sebelumnya pada awal Nopember 2020 lalu, kepala dinas perumahan , Kawasan permukiman dan pertanahan kabupaten Majalengka Hj. Roppedah,S.Pd., MM , mengatakan, sebanyak 7.500 rumah akan dibangun dengan capaian target selama lima tahun dengan masing masing rumah senilai 17.5 juta rupiah.

Ropedda menyebut, telah mencapai target pertahun sebanyak 1234 rumah yang semula ditarget 1500 rumah  tersebar di kabupaten majalengka. Hal itu terjadi lantaran terkena refocusing anggaran akibat covid 19. (hs)

Iklan

iklan