Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Setelah Didemo APHR, Kebohongan PT EUP Terungkap

27 Mar 2021, 22:15 WIB Last Updated 2021-03-27T15:15:36Z

HARIANBERANTAS, DUMAI- Setelah perusahaan PT Energi Unggul Persada didemo oleh Aliansi Pembela Hak Rakyat Kota Dumai (APHR-MD) pekan lalu, pernyataan Manager PT EUP, Hendra hu yang mengatakan dihadapan pengunjuk rasa, bahwa tanah wakaf perkuburan akan diperbaiki dan dipercantik, ternyata hanya bohong belakang. Dimana kenyataannya dilapangan, tanah perkuburan tersebut diduga telah banyak hilang karena abrasi, ujar warga setempat kepada media, Sabtu (27/03/2021)

Kamarudin salah satu warga masyarakat yang ikut berunjuk rasa, PT EUP sudah menguasai lahan perkuburan hampir puluhan tahun, namum tanah wakaf yang dijadikan tanah perkuburan umum (TPU) sama sekali tidak pernah diperbaiki, hanya saja tanah TPU tersebut dibuat pagar dan dibikin pintu jalan masuk.

Akibat tidak diperbaikinya TPU tersebut kata Kamarudin, puluhan batu nisan kuburan banyak yang hilang dikarenakan terjadinya abrasi pantai dan jatuh kelaut.

”PT EUP dinyatakan berbohong, kuburan tersebut berada dibelakang rumah saya, dan hampir puluhan tahun semenjak lahan tersebut dikuasai hanya pagar yang ada dan dibikin pintu jalan masuk menuju TPU. Setelah itu, tidak ada sama sekali perbaiki atau dibaguskan” ucap Kamarudin warga masyarakat Bangsal Aceh.

Diberitakan media massa sebelumnya, unjuk rasa spontanitas dari Aliansi pembela Hak rakyat kota Dumai (APHR-MD) di Bangsal Aceh Kecamatan Sungai Sembilan banyak meninggalkan kesan tentang kebohohongan PT Energi Utama dan akhirnya berbuntut panjang. Tuntutan supaya PT EUP dijadikan status Quo semakin menguat, dimana warga masyarakat dikabarkan akan melaporkan PT EUP tersebut ke aparat hukum.

Konfimasi awak media kepada pihak PT EUP Hendra belum mendapat jawaban dan klarifikasi. ***((if/tim)

Iklan

iklan