Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Satu Pelaku Pengeroyokan Ditangkap Polsek Rumbai, Satu Orang Buron

14 Mar 2021, 04:44 WIB Last Updated 2021-07-11T05:01:57Z


HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Polresta Pekanbaru melalui Polsek Rumbai berhasil menangkap salah satu pelaku pengeroyokan terhadap FaoAro Gea, dan satu orang masih buron (DPO). Berawal pada hari  Rabu (10/03/2021) sekira pukul 23.00 wib, team Opsnal Polsek Rumbai mendapat  informasi bahwa Lamhot Parulian Sinaga berada di daerah Kandis Kabupaten Siak-Riau.

Kapolres Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya, SIK MH, melalaui Kapolsek  Rumbai AKP LINTER SIHALOHO, SH,MH, yang juga baru menjabat di Polsek Rumabi kurang lebih 2 minggu langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPTU SAID KHAIRUL IMAN.,SH.,MH untuk segera menangkap tersangka. 

Sehingga Team Opsnal di pimpin Kanit Reskrim IPTU SAID KHAIRUL IMAN.,SH.,MH. bergerak ke daerah Kandis, dan tepat pada hari Kamis (11/03/2021) sekira pukul 00.20 wib, tersangka Lamhot Parulian Sinaga berhasil ditangkap ditempat persembunyian di daerah  pasar minggu Kandis dan selanjutnya di bawa Polisi ke Polsek Rumbai guna diproses lebih lanjut. 

Kapolsek AKP Linter Sihaloho SH.MH kepada media mengatakan, pelaku pengeroyokan yang sudah ditetapkan tersangka ada 2 orang. Tetapi yang berhasil kita tangkap baru satu orang dan pelaku  satu lagi dalam pengejaran oleh team, kata  Linter.

Dikatakan, kasus ini sempat viral diberitakan sejumlah media, bahwa Fao'aro Gea dianiaya hanya gara-gara batal membeli Gondit (babi hutan) karena kurangnya uang dari korban dan hendak pulang kerumah jemput uang kekurangan. Namun apesnya si korban belum sempat ia bayar kekurangan harga gondit, malah dianiaya dan diikat oleh para pelaku.

Penganiayaan yang dialami oleh Fao’Aro Gea (56) warga Jalan Siak II RT 001 RW 002 Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru terjadi pada tanggal (14/02/2021) lalu.

Agar peristiwa penganiayaan brutal seperti ini tidak terulang lagi diwilayah hukum Polresta Pekanbaru, berbagai elemen masyarakat berharap pelaku yang masih buron atau DPO segera ditangkap sebagai efek jera bagi yang lain. ***(HB)

Iklan

iklan