Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Plh Bupati Inhu Respon Arahan PRESIDEN RI

22 Feb 2021, 19:49 WIB Last Updated 2021-02-22T12:50:14Z
HARIANBERANTAS, INHU- Dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Plh Bupati Hulu mengikuti Video Convrence Pengarahan Presiden RI tentang Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan Tahun 2021, bertempat di Ruang VVIP Kantor Bupati Inhu, Senin (22/02/2021).


Menko Polhukam Mahfud MD dalam sambutannya menyampaikan Rapat koordinasi antisipati karhutla dihadiri oleh 300 peserta baik secara langsung maupun secara daring dengan perwakilan wilayah-wilayah yang dibawah pengawasan sering terjadi setiap tahunnya. Sementara itu perwakilan dari kabupaten Indragiri Hulu selain Plh. Bupati Inhu Ir. H. Hendrizal, M.Si, juga dihadiri oleh Dandim 0203 Inhu, Manggala Agni, serta pejabat dilingkungan kabupaten Inhu.

Mahfud MD menyampaiakan Tercatat pada tahun 2019 luas kebakaran cukup tinggi seluas 1jt (satu juta) hektar lebih. Sementara itu pada tahun 2020 terjadi pengurangan, hal ini disebabkan dibeberapa wilayah telah melakukan kesiagaan menekan potensi karhutla sejak dini, meski beberapa wilayah yang memang sering terjadi kebakaran seperti Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. 

Upaya pengendalian tahun 2020 akan dilakukan kembali untuk tahun 2021 agar karhutla dapat menurun. Mengatur langkah-langkah antisipasi yang lebih baik dalam pengendalian karhutla. 

Saya berharap tahun 2021 permasalahan karhutla dapat kita selesaikan bersama, tetap siaga dan waspada". Jelas Mahfud.

Sementara itu Presiden RI Ir. Jokowidodo dalam arahannya, menyampaikan tujuan dari pertemuan sepeti ini adalah untuk mengingatkan aturan yang sudah disepakati sejak tahun 2016. 

Berdasarkan laporan BMKG di Indonesia masih sebagian besar terjadi curah hujan menengah hingga tinggi. Meskipun demikian beliau mengharapkan perlu adanya antisipasi dan jangan lengah masalah karhutla ini. 

"Provinsi Riau sudah mendahului status siaga darurat karhutla, ini merupakan langkah awal yang baik dalam antisipasi. Saya harap agar semua kejadian dari tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali". Ujarnya. 

Berikut Upaya-upaya pencegahan karlutla meliputi pencegahan harus menjadi prioritas, managemen lapangan harus terkonsolidasi dan tertangani, melakukan monitoring sejak dini daerah yang rawan, aktif setiap hari kondisi lapangan, memantau titik Hotspot, infastruktur monitoring pengawasan sampai bawah, melibatkan semua pihak, menberikan pengetahuan terhadap masyarakat akan bahaya karhutla dan dampak ekonomi terakhir langkah penegakan hukum dan sanksi yang tegas terhadap siapapun yang membakar hutan dan lahan agar menjadi efek jera. 

Jangan biarkan api membesar, jangan terlambat dan jangan menunggu api sulit dipadamkan, harus tanggap. Kita semua bisa menghadapi masalah ini." tutupnya. 22/02/21 ***(Pinten S)

Iklan

iklan