Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dugaan Kerugian Negara sebesar Rp165 Miliar, Kabag Pengadaan Barang-Jasa Sekda Bengkalis Diperiksa KPK

18 Feb 2021, 07:58 WIB Last Updated 2021-02-18T00:58:19Z
HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Seperti diberitakan koran/media cetak Harian Berantas edisi Senin (15/02), kasus dugaan korupsi berjamaah dalam pembangunan jalan multi years (MY) diwilayah daerah Kabupaten Bengkalis-Riau tahun anggaran 2013-2015 dan 2017-2019 yang diperkirakan kerugian negara sekitar Rp 156 miliar dari total nilai kontrak Rp 265 miliar, yang menjerat mantan Kadis PU, M Nasir, dan juga telah menetapkan Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin sebagai tersangka oleh KPK, karena Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin itu diduga menerima suap Rp 5,6 miliar terkait paket proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Bahkan dalam kasus korupsi berjamaah tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menjerat Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan sebagai tersangka bersama M Nasir, dan Hobby Siregar. M Nasir bersama Hobby Siregar dan Makmur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis.

Mantan Kadis PU Bengkalis, M Nasir itu sudah divonis pula selama 10 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim karena terbukti bersalah melakukan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis. M Nasir juga sudah dieksekusi ke rumah tahanan Kelas IIB Pekanbaru.

Selain itu pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali menjerat M Nasir bersama sembilan tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Bengkalis lainnya. Berikut identitas mereka, M Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis, Handoko selaku kontraktor, Melia Boentaran selaku kontraktor, Tirtha Ardhi Kazmi selaku PPTK, I Ketut Surbawa selaku kontraktor, Petrus Edy Susanto selaku kontraktor.

Nama tersangka lain adalah, Didiet Hadianto selaku kontraktor, Firjan Taufa selaku kontraktor, Viktor Sitorus selaku kontraktor, dan Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor.

Kesepuluh orang itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi di empat proyek dari total enam paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis. Keempat proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri. 

Untuk mendalami peran tersangka Melia Boentaran dalam kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis tahun anggaran (TA) 2013-2015 tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi, memanggil dan memeriksa enam Pejabat dan staf PNS Pemkab Bengkalis, ke Mapolda Riau, Rabu (17/02/2021).

"Hari ini Rabu (17/02/2021) dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan enam saksi untuk tersangka MB TPK Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau TA 2013 hingga 2015 di Kepolisian Daerah," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri SH MH dalam keterangan tertulisnya yang diterima Harian Berantas, (17/02/2021).

Keenam pejabat dan staf PNS yang dipanggil dan diperiksa KPK tersebut kata Ali Fikri,  adalah atas nama Tarmizi Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekda Kabupaten Bengkalis, Syafrizan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Bengkalis.

Selanjutnya lagi sambung Ali, empat staf PNS Pemkab Bengkalis atas nama Wandala Adi Putra, Rafiq Suhanda, Edi Sucipto dan Edi Kurniawan. "Keenam saksi dipanggil dan diperiksa di Mapolda Riau, untuk memberikan kesaksian untuk tersangka MB (Melia Boentaran, TPK Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau TA 2013 hingga 2015," pungkas Ali Fikri.

Diketahui, satu hari sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi, telah memanggil dan memeriksa enam saksi lain dari kalangan pejabat dan anggota DPRD Bengkalis, pada Selasa (16/02/2021) ke Mapolda Riau, Jalan Pattimura Pekanbaru.

Keenam saksi yang dipanggil dan diperiksa oleh penyidik KPK di Gedung Mapolda Riau, tiga diantaranya pejabat dan mantan pejabat atau eks pensiunan PNS Pensiunan Dinas PU Kabupaten Bengkalis, dua anggota DPRD Bengkalis dan seorang swasta.

Ketiga pejabat Kabupaten Bengkalis yang diperiksa tersebut yakni, atas nama Heri Indra Putra (Asisten II Pemkab Bengkalis/ PNS), Erwin Achyar (Pensiunan PNS) dan Syafrifuddin (Pensiunan Dinas PU Kab Bengkalis).

Sedangkan dua anggota DPRD Bengkalis yang dipanggil diantaranya, atas nama Adul Kadir (Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Periode 2014-2019 hingga 2019-2024) dan Indrawan Sukmana (Anggota Komisi III DPRD Bengkalis 2014-2019) sekaligus Dosen Politkenik Bengkalis sampai tahun 2014. Sementara dari kalangan swasta adalah atas nam Asmawi.

"Keenam saksi itu dipanggil dan dimintai kesaksianya oleh KPK, terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan lingkar Barat Duri (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis TA 2013-2015, untuk tersangka MB (Melia Boentaran-red) di gedung Mapolda Riau," ujar Ali Fikri.

Begitu juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil dan memeriksa tujuh orang saksi, untuk tersangka HS (Handoko Setiono, red) pada Senin (15/02/2021) di Mapolda Riau Jalan Pattimura Kota Pekanbaru.

Ketujuh saksi tersebut tiga orang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bengkalis, tiga orang saksi dari kalangan swasta dan seorang dari kalangan Akademisi atau dosen di salah satu universitas di Provinsi Riau.

Adapun ketiga PNS Pemkab Bengkalis yang dimintai kesaksiannya atas nama Islam Iskandar, Yudianto PNS Dinas PU Kab Bengkalis dan Ardian PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang berperan sebagai Pengawas Lapangan pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis TA 2013-2015 lalu.

Sementara tiga dari kalangan swasta adalah atas nama Raja Deni, Ridwan dan Azmi Miaz. Sedangkan dari kalangan akademisi adalah atas nama Prof. Dr. Ir. Sugeng Wiyono, MMT sekaligus Dosen atau Guru Besar Universitas Islam Riau (UIR). "Ketujuh saksi tersebut dipanggil dan diperiksa penyidik KPK pada hari ini Senin (15/2/2021) di Gedung Mapolda Riau," sebut Ali Fikri, Senin (15/02/2021).

Dalam kasus ini, KPK telah menahan dua tersangka bigbos PT Arta Niaga Nusantara berinisial HS (Handoko Setiono-red) dan MB (Melia Boentaran, red), terduga tindak pidana korupsi pada Proyek Multi Years (MY) Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil, Bengkalis T.A. 2013-2015.

"Hari ini kami menyampaikan Informasi penahanan tersangka HS (Handoko Setiono, tidak dibacakan) Komisaris dan MB (Melia Boentaran, tidak dibacakan) Direktur PT ANN (Arta Niaga Nusantara) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Proyek Multi Years Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil, Bengkalis T.A. 2013 hingga 2015," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, SH MH dalam keterangan tertulisnya,  Jumat (05/02/2021).

Dikatakan Ali Fikri, guna kepentingan penyidikan, KPK menahan para tersangka dengan masing-masing selama 20 hari kedepan terhitung sejak 5 Februari 2021 sampai dengan 24 Februari 2021 mendatang.

"Untuk tersangka HS akan dilakukan penahanan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur dan tersangka MB, akan di tahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta," ujar Ali. ***(Ans)

Iklan

iklan