Headlines News :
Home » , » Otak Intelektual Dibalik Pelemparan Bom Molotof di Rumah Jurnalis di Kampar Masih Didalami Polda Riau

Otak Intelektual Dibalik Pelemparan Bom Molotof di Rumah Jurnalis di Kampar Masih Didalami Polda Riau

Written By HARIANBERANTAS on Minggu, 10 Januari 2021 | 23.40.00

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Ketidak puasan terhadap penanganan peristiwa pelemparan bom molotov yang dialami salah seorang Jurnalis/Wartawati, Nurhayati Syahrani Tarigan pada tanggal 24 Desember 2020 lalu, ditanggapi serius oleh Kepala Kepolisian (Kapolda) Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH, SIK, MSI, melalui Ditreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Kombes Pol Teddy Ristiawan, saat ditanya media, Minggu (10/01/2021) menyebutkan, jika Polri dalam hal ini Polda Riau sudah serius dan telah smaksimal, termasuk mengejar dan menangkap pelaku yang sudah sempat melarikan diri ke Kota Medan-Sumatera Utara.

“Ungkap Kasus itu nggak gampang lho Mas, dengan segala minimnya saksi dan keterbatasan sarana prasarana yang ada,kita sudah tunjukkan keseriusan pihak Polri dalam hal ini Polda Riau” ucap Kombes Pol Teddy Ristiawan.

Ditambahkannya, korban atau masyarakat boleh berprasangka, tapikan sudah jelas penyidikannya seperti apa. Jadi yang bersangkutan juga nggak bisa memaksakan untuk tidak puas. Seharusnya yang bersangkutan apresiasi terhadap kinerja Polda Riau, dan semoga kasusunya segera tuntas.semuanya kan juga masih butuh proses toh, tidak ada juga yang mendiamkan kasus ini. pungkas Teddy

Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan dalam ketegangan membenarkan jika kasus yang dialami oleh Nurhayati Syahrani Tarigan atau Bunda Rani tersebut masih dalam tahap proses penyidikan dan pendalaman lebih lanjut. 

“Pihak Polda Riau tidak pernah mendiamkan insiden yang terjadi apalagi dengan keterbatasan dan minimnya segala bukti dan saksi yang ada.tentunya. Pihak Polda Riau harus ekstra berhati-hati dalam pendalaman Kasus ini, sehingga apa yang kita harapkan dapat berjalan sesuai dengan harapan.dan yang lebih dipahami, untuk menguak Kasus ini,pihak Kepolisian sudah berupaya sesuai dengan SOP kepolisian. jadi bila ada informasi lebih lanjut mengenai bukti-bukti tambahan yang ditemukan,maka Kepolisian Polda Riau akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih jauh lagi”. tegasnya.

Seperti diwartakan Harian Berantas sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mengungkap kasus teror bom molotov yang dialami seorang wartawan di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (30/12/2020). Dari penyelidikan Polda Riau, pelaku aksi teror tersebut berjumlah 6 orang, namun baru 4 orang pelaku yang ditangkap Polisi.

"Pelaku berjumlah 6 orang, 4 orang telah ditangkap. Perbuatan mereka sudah terencana dengan baik, mereka melakukan teror dan perusakan terhadap mobil dan rumah milik Nurhayati Syahrani. Ada unsur sakit hati," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rabu (30/12/2020) lalu. Diungkapkannya, dalam lima hari kasus tersebut berhasil dibongkar berkat kerjasama dari pihak Polsek, Polres dan Polda Riau. 

Dijelaskan Kapolda, Selasa (29/12) malam pelaku atas nama Keliman Tirta Agung alias MAN berhasil ditangkap polisi di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pada hari yang sama pula, petugas juga sudah menangkap 3 orang pelaku lainnya terlebih dahulu yang masih berada di Riau. 

Ketiganya yaitu atas nama Wismar Susanto alias Ucok, Surtimin alias gondrong, kemudian Irwan Jaya. Keenam pelaku menggunakan satu unit mobil Fortuner putih BM 1674 VC dalam melancarkan aksinya.

"Irwan Jaya kita tangkap di Rumbai, dia bertugas dalam melempar bom molotov. Dia yang membeli jerigen dan kebutuhan untuk aksi kejahatan tersebut dan menerima upah dari MAN. Kemudian, pelaku atas nama Keliman adalah salah satu orang yang merencanakan perbuatan tersebut. Kemudian Sutimin alias gondrong, dia berperan menunjukan lokasi rumah korban dan ikut dalam aksi tersebut. Selanjutnya, Polisi juga menangkap Wismar Susanto alias Ucok, yang merencanakan pembakaran dan dia juga yang menyuruh pembakaran tersebut. Saat ini masih ada 2 orang lagi kita kejar, Wismar ini juga yang mencari eksekutor,” kata Kapolda. 

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau yang dijabat Kombes Pol Zain Dwi Nugroho sebelumnya mengatakan, atas kejadian teror bom molotov tersebut, korban dan keluarganya merasa trauma. "Otak pelaku adalah Wismar Susanto. Tindak pidana ini sudah direncanakan sejak 22 Desember 2020. Motifnya masih terus kita dalami," katanya.

Lebih jelas Kombes Zain menyatakan, bahwa rencana tersebut mereka bahas saat berada di kafe yang berada di kawasan Air Hitam, kemudian mereka membeli jerigen sebanyak 4 unit dan juga sumbu. Lalu pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB mereka membeli beli bensin, kemudian kumpul lagi di kafe sekitar wilayah Tapung. Lalu mereka berhenti di perkebunan sawit, mereka rakit bom molotov itu dari botol minuman anker yang mereka minum, pada pukul 03.00 dinihari mereka sudah di TKP dan melancarkan aksinya, jelasnya.

Dari pengembangan kasus yang dilakukan Polisi, terungkap juga bahwa para pelaku diperintahkan untuk membakar rumah dan mobil, bila perlu juga orangnya. "Jadi ini perbuatan yang keji sekali, mereka turun dan dilemparkan molotov tersebut di mobil. Kemudian satu jerigen minyak ditumpahkan di mobil X Trail tersebut," tuturnya.

Di lokasi tersebut, polisi cepat melakukan penangkapan berkat sidik jari pelaku dan info CCTV yang diterima. Bahkan Polda Riau juga menurunkan tim laboratorium forensik untuk mengungkap kasus tersebut. "Untuk motifnya masih terus kita dalami. Karena memang korban ini tugasnya adalah membantu masyarakat mencari keadilan," ungkapnya. ***(Tim/PS)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas