Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ketua KPK Digoda Koruptor

11 Des 2020, 09:51 WIB Last Updated 2021-08-03T12:17:37Z

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, mengatakan, menangani kasus rasuah di Indonesia tidaklah mudah.

Bahkan, dalam beberapa kasus, ada “godaan” dan “serangan” dari pelaku korupsi.

"Mulai dari percobaan suap, intimidasi, serangan (fisik) terbuka, atau ancaman atas keselamatan jiwa dan raga yang ditujukan bukan hanya kepada kami, tetapi juga keluarga di rumah, ketika kami menjalankan tugas sebagai abdi negara, pemberantas korupsi di Indonesia," kata Firli di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Firli mengatakan, serangan itu ditujukan agar KPK berhenti menangani kasus.

Namun, konsistensi tim KPK dalam menangani kasus selalu bisa menang dari cobaan dan godaan itu.

"Segala bentuk risiko tersebut menjadi konsekuensi yang harus kami hadapi. Insyallah, segenap insan di KPK siap menerima dan ikhlas menjalaninya, karena kami yakin tugas dan kewajiban ini adalah ibadah yang menjadi bekal di akhirat kelak," tutur Firli.

Firli juga menyebut, penanganan korupsi di Indonesia sulit karena kebiasaan masyarakat.

Di beberapa kalangan tertentu, korupsi dinilai hal wajar untuk menjalankan suatu pekerjaan.

"Sungguh tugas yang tidak mudah, penuh tantangan dan risiko mengingat tidak sedikit yang masih memandang korupsi adalah hal biasa, bahkan menganggapnya sebagai kultur masyarakat Indonesia karena terjadi sejak lama di setiap tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Firli.

KPK tidak akan menganulir alasan apapun untuk tindak pidana korupsi. Siapa pun akan ditangkap jika berani melakukan korupsi di Indonesia. ***(Bud)

Iklan

iklan