• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Profesionalisme Wartawan Diperoleh dari Belajar dan Berlatih Disiplin

    HARIANBERANTAS
    10/18/20, 16:38 WIB Last Updated 2021-08-03T11:58:46Z
    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Profesionalisme Wartawan diperoleh dari  belajar dan latihan yang kontinu serta disiplin.


    Skill menulis berita, sebagai tugas utama wartawan tidak datang seperti turunnya hujan di bulan Oktober," kata Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H

    Wahyudi El Panggabean yang juga Tokoh Pers Riau itu, mengemukakan itu dihadapan 50-an Wartawan dan pemimpin media ketika tampil sebagai Pembicara Utama dalam acara Seminar & Pelatihan Jurnalistik  di Gedung Wanita Provinsi Riau, Pekanbaru Sabtu (17/10/2020).

    Seminar dan Pelatihan Jurnalistik ber-Thema: "Meningkatkan Profesionalime Wartawan". 

    Hal itu diselengarakan bersempena HUT ke-5 media online, www.riaubangkit.com dengan menampilkan tiga Pembicara. 

    Dua pembicara lainnya: Uparlin Maharaja, Anggota Penguji Kompetensi Wartawan dari Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS) Jakarta & Praktisi Hukum "Apul Sihombing, S.H.,MH".

    Menurut Wahyudi, Wartawan adalah satu-satunya profesi yang disebut dalam Al Qur'an. 

    "Jadi, profesi yang sangat mulya ini mesti dijaga dan dihormati dengan cara terus menerus mempelajari ilmunya," kata Penulis Buku-Buku Jurnalistik

    Kode Etik Jurnalistik, Wahyudi merupakan pengawal moral sekaligus bertindak sebagai buku petunjuk dalam menjalankan profesi wartawan.

    "Dengan memahami dan menaati Kode Etik Jurnalistik, diharapkan wartawan tidak menyalahgunakan wewenangnya sebagai pemburu berita kebenaran," kata Wahyudi lagi.

    Namun lanjutnya, tugas mulya wartawan yang diamanahi oleh Al-Quran itu hanya bisa terlaksana jika Wartawan memiliki profesionalisme.

    "Profesional, berarti ahli dan memiliki skill jurnalistik. Atas dasar keahlian itulah seorang wartawan menerima imbalan jasa berupa honorarium dari institusi Pers tempat dia bekerja," tegas Wahyudi.

    "Wartawan profesional adalah Wartawan yang menerima gaji berupa honor yang layak dari media tempatnya mendedikasikan profesinya," ungkap Wahyudi.

    Tanpa profesionalisme jelasnya, seorang wartawan akan menjadi Wartawan Abal-Abal, Wartawan Pengemis, Wartawan Pemeras, yang senantiasa mengotori profesi mulya ini," tegas Wahyudi yang juga Hakim Ethik Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru itu.

    Untuk itu, Wahyudi meminta agar siapapun yang mengklaim dirinya sebagai wartawan harus memiliki profesionalisme.

    "Caranya: yah.., belajar ilmu jurnalistik dan terus berlatih," kata Wahyudi, tegas.***(red)




    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Profesionalisme Wartawan Diperoleh dari Belajar dan Berlatih Disiplin

    Terkini

    Iklan

    Close x