Iklan

iklan

Iklan

X_PG_HPB1_All User_Branded Clearance Sale FW Sept_21 Sep 21
,

Iklan

Settia

DPRD dan Pemprov Jabar Bahas Teknis Percepatan Penanganan Covid-19

2 Apr 2020, 08:37 WIB Last Updated 2021-08-03T12:23:06Z

DPRD dan Pemprov Jabar membahas teknis percepatan penanganan Covid-19 di ruang Rapat Paripurna, Rabu (1/4/2020). (dok. DPRD Jabar) 
Harian Berantas, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar rapat konsultasi pimpinan tentang kebijakan penanganan kesehatan dan social safetynet akibat Covid-19 dengan unsur Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jabar. Rapat tersebut bertempat di ruang Rapat Paripurna, Rabu (1/4/2020).
Wakil Ketua DPRD Jabar ineu Purwadewi Sundari mengatakan, pembahasan dengan Pemprov Jabar pada minggu yang lalu baru konsep besar tentang penganggarannya.
Dalam rapat ini, pimpinan dan Ketua Alat Kelengkapan DPRD (AKD) serta ketua masing-masing fraksi membahas secara teknis bagaimana perencanaan anggaran dalam pelaksanaan Inpres no 4 Tahun 2020 mengenai refocusing anggaran. Pasalnya, sebanyak 1,6 juta warga Jabar yang terdampak Covid 19 perlu diperhatikan
"Komitmen DPRD agar terlibat bersama pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan tepat sasaran. Yang disepakati minggu lalu bantuan tunai sebesar Rp150 ribu bantuan pangan non tunai sebesar Rp350 ribu," jelasnya. "Selain bantuan tunai, ada masukan dari tim gugus tugas agar memperhatikan kebutuhan dari msyarakat karena faktor social distancing bagaimana nanti teknisnya menyalurkan bantuan tersebut," katanya. Dewan berharap, lanjut dia, masyarakat terdampak dapat merasakan langsung bantuan tersebut. Dewan juga membahas mengenai bagaimana membangkitkan masyarakat setelah selesai pandemi Covid-19 dengan anggaran sebesar Rp13 triliun dari pemerintah daerah.
"Misalnya padat karya, kemudian kegiatan yang membangkitkan UMKM yang terdampak Covid19," jelasnya.
Sementara itu, Ineu melanjutkan, agenda yang tertunda di antaranya Rapat Paripurna yang seharusnya dilaksanakan pada 30 Maret kemarin. Namun, pimpinan dewan dan anggota menyepakati rencana pelaksanaan Rapat Paripurna pada 20 April mendatang, tentunya dengan SOP yang ketat.
"Kebijakan Kemendagri memberikan toleransi pelaksanaan paripurna selama satu bulan ke depan," katanya.
Dewan berharap setelah pandemi dinyatakan selesai, AKD dapat kembali melaksanakan tanggung jawabnya. Pemantauan sangat penting untuk dilakukan karena dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru.
"Kami akan menugaskan masing-masing komisi untuk melakukan pemantauan, tentunya juga dalam kondisi yang sudah benar-benar dinyatakan aman," ucap politisi PDi Perjuangan itu.
Dalam kesempatan tersebut DPRD Jabar bersama stakeholder terkait melakukan pembahasan teknis pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)***.

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_