Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Dugaan Korupsi Kantor Walikota Pekanbaru, Kejati Riau Dalami Kasus Pembangunan Kantor Tenayan Raya

19 Mar 2020, 14:37 WIB Last Updated 2021-08-03T13:11:50Z
HARIANBERANTAS,  PEKANBARU- Merebaknya kasus dugaan korupsi Walikota Pekanbaru, Dr. Firdaus, ST.,MT pada tahun 2019 dalam proyek besar pembangunan gedung kantor Walikota Pekanbaru di komplek perkantoran Tenayan Raya yang menelan anggaran biaya sebesar Rp.1,4 triliun rupiah kembali dipertanyakan media kepihak Kejaksaan Tinggi Riau.

Belakangan diketahui, dugaan tersebut menjadi perhatian Kejati Riau. Berdasarkan pembenaran Kepala Kejaksaan Tinggi Riau saat dikonfirmasi tim media ini melalui Kasipenkum Kejati Riau, Muspidauan, S.H.,M.H di ruang kerjanya mengatakan, terkait dugaan Korupsi dalam kegiatan pengadaan lahan Kantor Walikota Pekanbaru di komplek Tenayan Raya menjadi perhatian pihaknya.

,"Soal itu kita memang sudah masuk perhatian kita, kita sedang pelajari dugaan kasus itu," kata Muspidauan.

Saat ditanyakan awak media terkait sejauh mana langkah pihaknya dalam rangka mengungkap dugaan korupsi yang diduga bernilai sangat fantastis itu, sebagaimana disampaikan oleh kelompok pendemo yang menamakan diri sebagai GEMMPAR itu pada tahun 2019 lalu, Muspidauan hanya bisa menjawab pihaknya sedang menyelidiki dan mengundang pihak terkait ke Kantor Kejati Riau.

,"Kami masih melakukan penyelidikan ulang soal ini, kita undang pihak terkait untuk memberikan keterangan,"lanjut Muspidauan.

Saat ditanyakan siapa pihak terkait yang dimaksud, lagi-lagi Muspidauan hanya menjawab dengan diplomatis.

,"Pokoknya adalah gak mungkin semua disampaikan disini, itu sudah masuk materi," jawabnya.

Walikota Pekanbaru,  Firdaus saat dihubungi Harian Berantas lewat via seluler guna konfirmasi berita, belum berhasil.  Karena via hendphon yang diperoleh awak media, tak aktif. ***(red)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_