Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Disinyalir Aktivitas Oknum Mafia BBM Bersubsidi Ilegal di Wilayah Hukum Polsek Tenayan Raya Makin Marak?

6 Mar 2020, 15:53 WIB Last Updated 2021-08-03T11:58:46Z
HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Diduga gudang penampungan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi illegal di wilayah Polsek Tenayan Raya makin marak secara terang-terangan.

Pasalnya, keberadaan gudang para oknum mafia BBM bersubsidi itu terletak di pinggir jalan lintas timur hanya berjak sekitar 1 kilo meter dari Mapolsek Tenayan Raya. Mirisnya, lokasi gudang penampungan itu sering kali dilewati oleh pejabat utama penegak hukum tersebut. Namun seakan tidak mengetahui alias tutup mata.

Awak media ini mencoba konfirmasi ke Kapolsek Kompol Hanafi melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya, Kamis (5/2/2020) hanya dibaca tanpa memberikan jawaban berarti.

Ada apa sebenarnya dalam penegakan hukum hukum di wilayah kecamatan Tenayan Raya selama ini?

Pantauan awak media dilapangan, aktivitas penampungan BBM bersubsidi  itu, di lansir dari mobil tangki pertamina ke gudang milik oknum aparat bersenjata dengan memanfaatkan oknum preman berisial Uc (Ucok,red) demi meraup keuntungan duatas kerugian negara melalui BBM bersubsidi yang seharusnya disalurkan kepada yang berhak.

Hampir tiap hari oknum yang ikut mengambil bagian alias jatah dari oknum mafia melalui suruhannya tersebut. Para oknum tersebut selalu disodorkan amplop bagaikan surat cinta yang diduga berisikan nominal puih-puih uang. Amplop itu di serahkan oleh kaki tangan mafia bbm yang mengaku bernama UC.

Dalam pemberian itu terkadang UC dan terkadang anggotanya yang telah di siapkan terlebih dahulu. 

Awak media ini mencoba memantau aktivitas para oknum mafia BBM illegal tersebut, dan alhasil ditemukan oknum yang berpakaian preman denganrrapi bagaikan pejabat tertinggi negara ini datang meminta jatah, ( Selasa, (03/03/2020).

Dari informasi  yang berhasil dirangkum dilapangan, sejumlah mobil tangki keluar masuk dari beberapa titik Pergudangan gelap milik para mafia BBM illegal tersebut.

Penampungan BBM illegal ini dikabarkan dikelola oleh oknum aparat bersenjata melalui oknum preman warga Sp Tangor Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. 

Ketika wartawan konfirmasi ke oknum penampungan BBM illegal itu melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya tidak memberikan jawaban yang pasti. 

"Kalau itu bang saya mohon maaf.. Sebab semua kawan  kita berkawan bang saya berkawan tidak melihat dalam segi apa pun sebab berkawan ini kemana saya jln ada kawan terkadang rezeki ini ada sama kawan bang" kata Uc.

Uc meminta awak media agar tidak mempermasalahkan aktivitasnya tersebut. "Kalau saya minta sama abang jangan di permasalahkan kan lagi bang, saya mintak maaf" ucapnya.

Pihak pertamina belum terkonfirmasi terkait mobil tangki pengangkut BBM mengalihkan BBM bersubsidi ke oknum mafia hingga berton-ton dengan sengaja menelantarkan masyarakat.

Diharapkan kepada (Anas)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_