Harian Berantas

Harian Berantas - Berani, Tegas dan Akuntabilitas

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    terkini

    TNTN di Inhu Diduga Beralih Fungsi Jadi Perkebunan Sawit

    HARIAN BERANTAS
    25/11/2019, 13:38 WIB Last Updated 2022-07-02T03:34:54Z
    TNTN (Taman Nasional Teso Nilo) yang berada di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten indragiri hulu (Inhu). 

    HARIAN BERANTAS, INHU- Kabupaten Indragiri Hulu atau sering disingkat Inhu adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Secara geografis, Kabupaten Indragiri Hulu berada pada posisi 0° 15' LU - 1° 5' LS dan 10° 10' BT - 102° 48' BB meliputi wilayah seluas 8,195.26 km2 (819,826.00 ha). dan hutan di inhu juga begitu luas, Hal ini dituangkan surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 878 Tahun 2014, menyatakan luas hutan Kabupaten Indragiri Hulu 804.090 hektare.

    Namun, kalau diukur saat ini hutan tersebut sudah menjadi sebatas administrasi tertulis saja. sebab, Praktek perambahan dan alih fungsi hutan kawasan menjadi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), seakan sudah menjadi tradisi. Hal ini menjadi bahan pergunjingan di khalayak masyarakat ramai, dan beberapa media. walaupun sempat dingin. tapi saat ini memanas kembali.

    Walaupun hutan yang dibabat itu berstatus sebagai Hutan yang dilindungi oleh negara atau Taman Nasional, namun praktek perambahan hutan itu tidak tersentuh oleh hukum. Seperti yang terjadi pada areal TNTN (Taman Nasional Teso Nilo) yang berada di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten indragiri hulu (Inhu). 

    maraknya penebangan liar di kawasan hutan lindung diakibatkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah, dan juga instansi teknis terkait belum secara tegas untuk melaksanakan tugas yang di embandan. tidak hanya individu ataupun perusahaan, namum kuat dugaan para aparat kepolisian maupun tentara ikut serta dalam praktek tersebut.

    Berdasarkan fakta informasi yang diterima dilapangan, lebih kurang 1000 Ha kawasan TNTN di wilayah itu yang telah disulap menjadi kebun kelapa sawit. dari luasan KUD yang mencapai 1660 Ha.

    Parahnya lagi, beberapa perusahaan PKS di inhu masih saja melenggang tangan dan menampung tandan buah segar (TBS) dari KUD tani bahagia, padahal jelas bahwa buah produksi tersebut berasal dari tanah yang dilindungi oleh pemerintah, 

    praktek ilegal tersebut dinahkodai oleh sebuah koperasi yang bernama, KUD Tani Bahagia. Kendati sudah berlangsung sejak lama, namun tidak satu pun institusi penegak hukum yang mampu menghentikan atau menindak secara hukum.

    Hal itu disayangkan oleh Direktur Komosi Nasional Pengawasan Aparatur Negara (KOMNAS WASPAN) DPD Kabupaten Indragiri Hulu Ahmad Arifin P senin (25/11/2019).

    Dengan tegas dia menyatakan, aktivitas atau kegiatan perkebunan yang ditenggarai KUD Tani Bahagia itu, diduga kuat ilegal dan syarat kepentingan kelompok.

    Dengan demikian sebut Arifin yang juga Aktifis senior Inhu itu, dirinya meminta institusi penegak hukum, baik dari tingkat daerah hingga tingkat pusat, dapat bertindak dan memberikan sanksi tegas terhadap KUD tersebut.

    "Kegiatan yang dilakukan pihak KUD Tani Bahagia itu, jelas telah melanggar aturan perundang-undangan, UU No 13 tahun 2013 tentang kawasan hutan, Pasal 17 ayat 2 dan Pasal 92 ayat 2," tutur Arifin.

    Selanjutnya Arifin mengatakan bahwa apa yang dilakoni pihak KUD tersebut, merupakan tindak pidana berat, bahkan ancaman pidananya diatas 8 tahun penjara.

    "Maka dari itu, saya minta kepada institusi penegak hukum, untuk tidak tutup mata akan hal ini. Begitu juga terhadap Balai Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), hendaknya tidak mendiamkan persoalan in, karna hal ini sudah sangat lama dan ini juga termasuk kejahatan yang luar biasa," tegas Arifin. 

    sampai berita ini di turunkan, ketua KUD Tani Bahagia dan juga kepala balai TNTN belum dapat di konfirmasi.

    (S.barat)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • TNTN di Inhu Diduga Beralih Fungsi Jadi Perkebunan Sawit

    Terkini

    Iklan

    Close x