Iklan

iklan

Iklan

X_PG_HPB1_All User_Branded Clearance Sale FW Sept_21 Sep 21
,

Iklan

Settia

Pelaku Perambah Hutan Bakau dan Pengusaha Dapur Arang di Rupat Bengkalis Bakal Dikerangkeng

4 Jun 2019, 10:02 WIB Last Updated 2021-08-03T11:59:25Z
HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kegiatan atau bisnis kayu bakau yang dikelola menjadi arang yang di ekspor ke negara tetangga (luar negeri) maupun ekspor diluar wilayah Provinsi Riau oleh para oknum mafia pengusaha panglong arang dari Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis sempat meredup enam (6) lalu. Namun bisnis yang cukup merusak alam dan merugikan negara tersebut, beroperasi kembali tanpa ada tindakan hukum yang diambil pihak berwajib maupun pemerintah daerah setempat, ada apa?.

Berdasarkan hasil tim liputan media ini dilapangan, bisnis haram ini semakin meluas dan marak beroperasi kembali, sehingga kondisi hutan bakau dan/atau hutan Mangroove (hutan lindung) di sepanjang pinggiran pantai yang berbatasan dengan laut habis dibabat dan gundul.

Dari penelusuran Wartawan Harian Berantas ini tiga hari berturut-turut, ditemukan beberapa lokasi tungku pembakaran kayu Mangroove yang dibabat secara illegal dari tepian pantai (hutan lindung) yang diduga suruhan para oknum mafia pemilik dapur arang yang ada di daerah Kecamatan Rupat dan Rupat Selatan. 

Bahkan di Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis sendiri, tim investigasi awak media menemukan dapur arang cukup lumayan banyak dan tidak memiliki izin resmi alias illegal.

Atas termuan tindakan pembabatan hutan Mangroove (hutan lindung) secara illegal di pulau Rupat Kabupaten Bengkalis tersebut, hingga kini belum diketahui siapa yang diminta pertanggungjawaban hukum. Bahkan Kepala Desa Titik Akar Kecamatan Rupat Utara sendiri saat berulang kali dikonfirmasi pewarta melalui via hendphon miliknya, Senin (03/06/2019) tak diangkat. 

Namun demikian, Redaksi Harian Berantas ini dari Pekanbaru-Riau berencana melayangkan laporan resmi kebeberapa instansi hukum terkait, agar para pelaku perambah hutan Mangroove (hutan lindung) dan pemilik dapur arang illegal didaerah setempat dikerangkeng ke dalam jeruji besi (Penjara), untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Karena hutan bakau merupakan sumber daya alam hayati dan ekosistem.

Dimana guna/manfaat adanya hutan bakau di kawasan bibir pantai, untuk menjaga kestabilan garis pantai, mencegah tsunami, mereduksi gelombang pasang air laut, mencegah abrasi, pencegah intrusi air laut serta lumpur seperti lumpur lapindo.

Apun dan Atian yang disebut-sebut pengusaha/pemilik dapur arang terbesar secara illegal di pulau Rupat-Bengkalis saat hendphon mereka dihubungi Harian Berantas guna konfirmasi berita, tak aktif. *** (red/isn)

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_