Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Dugaan Pungli di SMAN 3 Tapung-Kampar Tak Tersentuh Hukum?

23 Mei 2019, 14:51 WIB Last Updated 2021-08-03T12:55:12Z
HARIANBERANTAS, KAMPAR- Puluhan siswa - siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Tapung-Kampar melakukan mogok belajar dan demo kepala sekolahnya dan meminta uang pungutan liar (Pungli) selama ini segera dikembalikan, senin (25/02/2019) lalu.

Dalam orang para siswa/i itu meminta pihak kepala SMA Negeri 3 Tapung-Kampar segera kembalikan uang pungli yang sangat meresahkan mereka selama ini.

"Kami minta kepada kepala sekolah segera kembalikan uang keringat orang tua kami" seru para siswa.

Selain itu, siswa/i itu juga meminta kepada pihak pemerintah pusat dan pemerintah provinsi riau melalui dinas pendidikan provinsi riau segera memecat Kepsek SMAN 3 Tapung-Kampar, Aldela. 

"Kami mengharapkan kepada pihak pemerintah pusat dan daerah melalui dinas pendidikan provinsi riau segera pecat kepala sekolah SMA Negeri 3 Tapung-Kampar yang doyan pungli selama ini. Karena Kepsek itu kami nilai lintah penghisap darah orang tua kami" Kata mereka sambil membentang spanduk tuntutan.

Para siswa/i tersebut juga mendesak pihak penegak hukum agar memproses secara hukum yang berlaku Kepsek SMAN 3 Tapung-Kampar dan kroni-kroninya yang terbukti pungli selama ini.

Bahkan kata para siswa itu, dalam melancarkan pungli ini, Kepala Sekolah SMA N 3 Tapung-Kampar bekerja sama dengan oknum Komite dan guru lainnya. Oleh sebab itu kami mendesak pihak kepolisian segera usut kasus ini sampai tuntas. Desak mereka.

uga Pemerintah instansi dinas terkait Sepertinya tidak menindak lanjutin Kejadian Aksi demo siswa-Siwi yang telah terjadi di SMA 3Tapung Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau.atas Dugaan Pungli(Pungutan liar) yang dilakukan oleh Kepsek(Kepala Sekolah) SMA 3Tapung Aldela.

Aksi unjuk rasa siswa itu sudah memasuki hampir 4 bulan sejak februari-2019 hingga kini belum ada tindakan yang tegas baik dari pemerintah pusat dan daerah hingga penegak hukum di Riau, seakan Aldela (Kepsek, Red) terkesan kebal hukum.

Pihak dinas pendidikan provinsi riau melalui sekretaris, Ahyu Suhendra, saat di konfirmasi awak media melalui telpon genggamnya, Kamis (23/05/2019) belum ada jawaban. Begitu juga konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp Pribadinya juga belum merespon.

Sedangkan pihak Polres Kampar melalui Kasat Reskrim, Fajri, saat di konfirmasi melalui telpon selulernya tidak menjawab. Begitu juga pesan singkat melalui WhatsApp belum ada jawaban berarti.

Semoga kasus pungli ini pelakunya mendapat ganjaran hukum. Sebab semua orang mempunyai hak dan kedudukan yang sama di hadapan hukum. (Anas). 

MUSIK TERKINI

Iklan

iklan

FILM CINEMA

_