Headlines News :

    Patut di Acung Jempol, Polresta Pekanbaru Menjadi Pusat Penelitian Tim Puslitbang Mabes Polri

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri (Puslitbang), memilih Polresta Pekanbaru sebagai tempat penelitian Tata Kelola Sumber Daya Polri dalam implementasi teknologi informasi dan komunikasi terpadu di Polresta Pekanbaru, Senin (19/10/2020).



    Tim penelitian dari Puslitbang Polri ini dipimpin langsung oleh Kombes Pol Drs. Yasirman.


    Wakapolresta Pekanbaru Akbp Yusup rahmanto., S.I.K., M.H, mendampingi Kombes Pol Yasirman untuk memimpin acara penelitian tersebut.



    Dalam acara tersebut tim Pulitbang Mabes Polri dan beberapa operator digerakkan agar kedepannya Polresta Pekanbaru dapat menyajikan informasi diseluruh wilayah daerah menggunakan alat tehnologi terkait perkembangan pelayanan PRIMA kepada masyarakat.


    Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H.Nandang Mu'min, melalui Wakapolresta Pekanbaru AKBP Yusup Rahmanto, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim puslitbang Polri yang memilih Polresta Pekanbaru sebagai salah satu tempat penelitian Sumber Daya Polri.


    "Kami Ucapkan Selemat datang kepada tim Puslitbang  Polri, kita bersama-sama melakukan kegiatan penelitian tentang Tata Kelola Sumber Daya Polri dalam Implementasi teknologi informasi dan komunikasi terpadu dengan aplikasi yang ada di Polresta Pekanbaru, untuk menyatukan masing-masing daerah secara maksial. Dalam kegiatan penelitian ini sama- sama saling berikan masukan yang riil setiap yang terjadi diwilayah kita, sehingga kedepan akan memberikan perbaikan dan hasil penelitian ini produknya akan dibahas secara nasional, nantinya akan diperbaiki dari Mabes Polri" Kata Yusup


    Dalam sambutan etua tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri, Kombes Pol Drs. Yasirman mengatakan, hari ini tim Puslitbang Polri datang khususnya ke Polresta Pekanbaru ini, untuk melakukan penelitian tentang mekanisme tata kelola sumber daya Polri dalam mengimplmentasi teknologi informasi dan komunikasi terpadu kewilayahan. Puslitbang Polri adalah salah satu dari satuan kerja di markas besar Polri dalam pelaksanaan tugas koordinir dibawah kendali Wakapolri, 


    Maksud penelitian ini dilakukan untuk mencari data dan masukan terkait pengelolaan manajemen terpadu teknologi informasi Polri yang terdapat dikewilayah serta faktor yang menjadi kendala khususnya di Polresta Pekanbaru,"  Ungkap Kombes Pol Drs.Yasirman.


    Usai sambutan, dilanjutkan dengan kegiatan FGD wawancara dengan sitipol, Bagren dan fungsi yang berbasis online terhadap pengelolaan sumber daya teknologi informasi dan komunikasi Polri dan sinergitas implementasi.

    Kemudian dilakukan pengisian kuisioner khusus pada  personel Polri yang bertugas command centre atau sentral pelayanan masyarakat berbasis online.


    Aplikasi Polresta Pekanbaru terdiri dari pelayanan dalam   penyidikan perkara, pengiriman SP2HP secara online, peningkatan trust building masyarakat kepada kepolisian kemudian pelayan ICJS ( integreted criminal  justice sistem). Setiap fungsi ini memiliki operator dari msing-masing yang hadir untuk mengawaki dan mengendalikan aplikasi berbasis online di Polresta Pekanbaru.***


    Sumber : Humas Polresta Pekanbaru

    Editor : B. Annas




    Pembaca setia, beri masukan terhadap artikel ini atau ghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Polres Karimun Berhasil Gagalkan Peredaran Narkotika Jaringan Internasional Sebanyak 2.145,19 Gram Shabu

    HARIANBERANTAS, KARIMUN- Polres Karimun Polda Kepri secara resmi menggelar konferensi Pers Pengungkapan Narkoba Jaringan Internasional dengan berhasil meringkus Seorang Tersangka pengedar Narkoba.



    Konferensi pers pengungkapan tindak pidana Narkotika jenis shabu – shabu di pimpin langsung Kapolres Karimun AKBP M. Adenan SIK didampingi Kasatresnarkoba dan paur humas Polres  karimun, Senin (19/10/2020) pukul 11.00 wib.


    Konferensi pers yang digelar dirupatama Polres Karimun dalam rilisnya, Kapolres Karimun mengatakan “ terungkapnya kasus ini merupakan hasil Kerjasama dari semua pihak dimanapun yang medukung Polri dalam memberantas peredaran narkoba diwilayah hukum Polres karimun” ucapnya.


    Dengan tersangka berinisial SN alias BK (32Th) yang merupakan warga Kab. Karimun Prov.Kepri, yang diamankan Satresnarkoba Polres Karimun pada hari sabtu tanggal 10 oktober 2020 sekira jam 16.30 wib dengan barang bukti 2 paket narkotika jenis shabu menggunakan plastik bening yang dikemas dengan kemasan teh cina berwarna hijau dengan berat kotor 2. 145, 19 Gram. Sambungnya.


    “tersangka SN alias BK saat diamankan berada diruang tunggu Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau yang biasa dikenal masyarakat Kab. Karimun Pelabuhan KPK” terang Kapolres.


    Pada saat tersangka diamankan, barang haram tersebut disimpan dalam tas sandang warna hitam, saat dilakukan penggeledahan ditemukan 2 paket besar narkotika jenis shabu yang dikemas dengan menggunakan plastik teh cina warna hijau merk Guanyinwang dan uang tunai Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah). Papar Kapolres.


    “Pengungkapan shabu – shabu seberat 2. 145, 19 Gram tersangka SN alias BK mengaku mengambil barang haram tersebut di pinggir laut coastal area dari arahan tersangka inisial TO (DPO) yang diketahui melalui komunikasi handpone diketahui menggunakan nomor negara malaysia untuk dibawa ke Pulau Kundur (Tanjung Batu Kab. Karimun Prov. Kepri) dengan besaran upah Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah). tambah Kapolres Karimun 


    “sejumlah Barang bukti sudah diamankan oleh penyidik dan penyidik akan terus mendalami keterangan tersangka keterkaitannya dengan jaringan pengedar narkoba internasional, Tersangka SN alias BK dikenakan pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) undang -  undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp 1 Milyar,- sampai dengan Rp 10 Milyar untuk tersangka” tutup Adenan. (Rini)



    Pembaca setia, beri masukan terhadap artikel ini atau ghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Gunakan Teknologi Busmetik, SUPM Tegal Panen Udang Vaname Sebanyak 5 Ton Lebih

    HARIANBERANTAS, TEGAL - Menggunakan Teknologi Busmetik (Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik), SUPM Tegal hasilkan panen udang vaname hingga lebih dari 5 ton. 


    Hal itu seperti yang disampaikan Kepala SUPM Tegal Maskuri, S.IP., M.Si dalam sambutannya pada kegiatan Panen Udang Vaname di lahan tambak milik SUPM Tegal di Kelurahan Panggung Tegal Timur, Senin (19/10). 

    Hadir menyaksikan kegiatan Panen Udang Vaname tersebut Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., Sekda Kota Tegal Dr. Drs..Johardi, M.M., Forkopimda Kota Tegal dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Tegal.

    Maskuri mengatakan bahwa panen udang vaname kali ini merupakan panen terakhir di Tahun 2020. Hasil panen tersebut dari luas tambak 1.900 meter persegi dengan jumlah benih yang ditebar sebanyak 300.000 ekor serta padat tebar 158 ekor/meter. Adapun umur panen 100 hari dengan menghabiskan pakan sebanyak 6.373 Kg, menghasilkan hasil panen dengan total sebanyak 5.029 Kg. 

    Selain menjelaskan jumlah hasil panen yang dihasilkan dalam kesempatan tersebut, Maskuri tidak lupa mengungkapkan rasa terimakasih serta apresiasinya kepada Pemkot Tegal yang telah menghibahkan lahan seluas 10 hektar kepada SUPM Tegal sebagai program pengembangan SUPM menjadi Politeknik. 

    Dirinya berharap dengan pengembangan tersebut akan banyak manfaat yang akan diperoleh bagi Kota Tegal. 

    Wali Kota Tegal yang hadir menyaksikan jalannya panen langsung di lokasi tambak SUPM berharap peningkatan SUPM menjadi Politeknik dapat makin mendorong kemajuan SUPM. 

    Selain itu, dengan adanya peningkatan tersebut diharapkan makin banyak mahasiswa dari berbagai daerah se-Indonesia yang belajar di Kota Tegal yang akan membuat Kota Tegal juga makin ramai dan makin hidup perekonomiannya.

    “Semoga setelah menjadi politeknik, tidak hanya udang vaname saja kedepan yang menjadi fokus budidaya namun juga melakukan budidaya berbagai jenis udang serta ikan lainnya,” harap Wali Kota. 

    Sekretaris Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Kusdiantoro, S.Pi.M.Sc yang turut hadir dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi Pemkot Tegal yang telah menghibahkan lahan seluas 10 Hektar untuk pengembangan SUPM Tegal menjadi Politeknik. Terlebih, ungkapnya, melihat sejarah sekolah perikanan di Indonesia yang lahir di Tegal dimulai dari zaman kependudukan Jepang sudah saatnya SUPM Tegal naik tingkat menjadi Politkenik. 

    Atas support yang diberikan Pemkot Tegal, kata Kusdiantoro, pihaknya bertekad untuk menyelesaikan Detail Engginering Desain (DED) di tahun 2021 hingga target penyelesaian pembangunan kampus di tahun 2023 mendatang.

    Dirinya berharap kedepan dengan adanya Politeknik SUPM, ilmu yang dikembangkan SUPM dapat makin dikenalkan kepada para pembudidaya ikan maupun udang untuk kemajuan perikanan di Kota Tegal. (Ag)



    Pembaca setia, beri masukan terhadap artikel ini atau ghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.


    Pengurus PJI-Demokrasi se-Riau Siap Dikukuhkan

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pengurus Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJI-Demokrasi) Provinsi menggelar rapat pembentukan Panitia pelantikan pengurus se Provinsi Riau, di Sekretariat JL Parit Indah No. 888 Pekanbaru Provinsi Riau  Minggu (18/10/2020)


    Dalan rapat tersebut tampak dihadiri oleh Ismail Sarlata (Ketua), Anhar Rosal (Sekretaris), Nurhayati (Bendahara), Jaka Marhaen SH (Ketua Advokasi), Nasrun, Sri Imelda, Jaksa Robin Tua Harianja, Josua Januari Nababan, Supri Yanti, Zulfikar, Suwandi Nababan Pembina DPD serta Nardi dan Davit pengurus DPC Kabupaten Kampar.


    "Rapat pembentukan panitia ini dilaksanakan, dimana pengurus PJI-Demokrasi se Provinsi Riau yang sudah terbentuk bersama Pengurus DPD, Insyaallah jika tiada halangan dan Covid-19 nantinya berlalu tepatnya paling lambat dipertengahan Desember akan di kukuhkan dan dilantik." ucap Ismail Sarlata


    Ismail Sarlata Ketua DPD PJI-Demokrasi Provinsi Riau juga menyampaikan, dimana sudah 7 (tujuh) Kabupaten yang ada di Provinsi Riau memegang Mandat, 2 diantaranya akan di SK kan secepatnya oleh DPD Provinsi Riau. Berapapun Kabupaten yang sudah di SK kan maka pengurus PJI-Demokrasi akan tetap segera di kukuhkan dan dilantik pada pertengahan Desember 2020 akan datang.


    Dalam Rapat Pembentukan Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus DPD dan DPC PJI-Demokrasi Provinsi Riau, Nata Hedy Nyo,SE ,MH ditunjuk sebagai Ketua Panitia, Jaka Marhaen,SH Wakil Ketua, Jery Donal Sekretaris Panitia, Jaksa Robin Tua Wakil Sekretaris, Sri Imelda Bendahara Panitia, Supri Yanti Wakil Bendahara, Josua Januari Nababan Ketua Koordinator, Nasrun yang akrab di panggil Atuk Penanggungjawab Kepanitiaan.


    Usai pembentukan Panitia Pelantikan, Ismail Sarlata Ketua DPD yang masih memimpin rapat meminta, kepada seluruh pengurus dan anggota PJI-Demokrasi baik DPD maupun DPC dan menyelesaikan Administrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) hingga tanggal 25 Oktober 2020 nantinya saat rapat Kepanitiaan Pengukuhan dan Pelantikan akan kembali dilaksanakan oleh DPD bersama Panitia yang di tunjuk.


    Rapat Insyaallah akan kembali kita laksanakan, Minggu (25/10/2020) di Hotel Furaya Pekanbaru Provinsi Riau. Dalam pelaksanaan rapat tersebut diatas, dengan penuh harapan saya berharap seluruh Pengurus DPD yang sudah masuk dalam SK Kepengurusan DPD, Pemegang Mandat, serta seluruh Pengurus DPC yang sudah di SK kan nantinya untuk dapat hadir didalam rapat kepanitian yang akan kita laksanakan, Minggu (25/10/2020) akan datang serta dapat menyelesaikan seluruh administrasi KTA kepengurusan yang diterbitkan Oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  PJI-Demokrasi di Jakarta satu pintu yakni melalui Nurhayati Bendahara DPD Provinsi Riau. tutup Ismail Sarlata


    " Kepengurusan PJI-Demokrasi se Provinsi Riau, di pertengahan Desember 2020 nanti benar-benar dapat melaksanakan Pengukuhan dan Pelantikan. Dan diharapkan PJI-Demokrasi di Provinsi Riau dapat maju berkembang dengan memiliki prinsi berat sama di pikul, ringan sama di Jinjing serta dapat menanamkan kekompakan dimana jika satu tersakiti maka pengurus lainnya yang ada di PJI-Demokrasi Riau turut ikut tersakiti, dikarenakan kita satu atap dan satu keluar." tambah Suwandi Nababan Pembina Riau yang juga merupakan Ketua OKK DPP PJI-Demokrasi Jakarta


    Setelah pembentukan Panitia Pelaksana Pengukuhan dan Pelantikan ditunjuk dan dibentuk bersama, rapat kembali ditutup Anhar Rosal Sekretaris DPD PJI-Demokrasi dengan menyampaikan harapan agar untuk Rapat selanjutnya dengan rentan waktu yang sangat singkat, seluruh pengurus DPD, Pemegang Mandat dan DPC yang sudah di SK- kan DPD Provinsi Riau untuk dapat hadir dalam rapat selanjutnya yang Insyaallah akan dilaksanakan di Hotel Furaya, Minggu (25/10/2020)*(Red)



    Pembaca setia, beri masukan terhadap artikel ini atau ghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Ketum PWOI Nusantara Kecam kekerasan & Pemukulan terhadap Anggota PWO NTT

    HARIANBERANTAS, JAKARTA- Ketua Umum PWOIN Feri Rusdiono mengecam keras pemukulan dan kekerasan terhadap anggota wartawan yang dilakukan oleh oknum anggota partai Beringin Provinsi NTT



    Feri Rusdiono menyebutkan, tindakan oknum anggota partai Beringin yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Wartawan saat melakukan tugasnya tidak bisa dibiarkan. 


    “DPP PWOIN meminta Pimpinan Kepolisian Wilayah hukum Provinsi NTT memberi tindakan yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Feri.


    Menurut dia, selain pelanggaran terhadap UU Pers No. 40 tahun 1999, bagi siapa saja yang melakukan penganiayaan dan perampasan barang milik wartawan tersebut merupakan pelanggaran pidana yang diatur dalam KUHP. Feri Rusdiono berharap agar tindakan kekerasan terhadap Wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya harus dihentikan.


    “Dalam melakukan tugas jurnalistiknya, wartawan dilindungi UU PERS No 40. Tahun 1999, Kapanpun dimana pun bagi anggota PWOINusantara Akan selalu mendapat perlindungan dari organisasi," tegas Feri yang selalu siap memberikan pembelaan kepada anggotanya.


    “Saya juga kaget saat lihat grup WA dan langsung memerintahkan Ketua PWO NTT bung Jhon agar memonitor dan mengawal ketat kasus ini," tegasnya.


    Feri menegaskan DPP PWOINusantara akan memonitor, mengawal meminta para penegak hukum Polri NTT memproses secara hukum jika memang kejadian yang menimpa anggota wartawannya yang dilakukan oleh anggota oknum Partai Beringin 


    "Jika Perlu ranah ini akan Saya bawa ke Mabes Polri," tegasnya mengakhiri.***(red)




    Pembaca setia, beri masukan terhadap artikel ini atau ghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

    Pelatihan Jurnalistik, Media Riaubangkit.com Diharapkan Lahirkan Wartawan Profesional

    HARIANBERANTAS, PEKANBARI- RBC- Manajemen PT Bangkit Persada Riau menggelar pelatihan jurnalistik meningkatkan profesionalisme wartawan dalam rangka HUT ke 5 (lima) media riaubangkit.com.



    Ketua panitia pelaksana kegiatan Drs Pantas Sitompul, mengatakan sengaja mengundang seluruh wartawan yang bertugas dari kabupaten/kota se Riau maupun luar provinsi guna menambah ilmu kejurnalistikannya sempena hari jadi media siber yang dipimpinnya.


    “Pelatihan wartawan menuju UKW bekerjasama dengan Pekanbaru Journalist Center (PJC) ini merupakan wadah yang diharapkan melahirkan

    seorang Jurnalistik yang profesional dan memiliki potensi dan beretika”, kata P Sitompul Pemimpin Redaksi www.riaubangkit.com, Sabtu (17/10/2020), di Gedung Dharma Wanita Riau, Pekanbaru, yang turut dihadiri lima puluhan wartawan sebagai peserta pelatihan jurnalistik.


    Dalam pembahasan strategi menjadi wartawan profesional disampaikan oleh Drs Wahyudi El Panggabean yang merupakan Direktur Utama PJC lembaga pendidikan wartawan. Kemudian Uparlin Maharaja menyerukan tentang Perlukah uji kompetensi wartawan atau UKW.


    Lalu Apul Sihombing Pemimpin Umum riaubangkit.com menegaskan tentang tindak pidana jurnalistik serta pembatasan kebebasan Pers yang ditinjau dari aspek hukum pidana, dan David Leo Lase bertindak sebagai Moderator yang merupakan Pemred Fakta Post.


    Dipenghujung kegiatan diakhiri penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber dan moderator, penyerahan sertifikat kepada peserta jurnalistik, dan diakhiri dengan foto bersama dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan corona virus disease (COVID-19).***(Red)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Pasien Penderita Penyakit Lain di Covid-kan, Wali Kota Pekanbaru Minta Maaf dan Siap Diproses Hukum

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Wali Kota Pekanbaru Dr. Firdaus MT menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga almarhumah W (66), atas kesalahan input data pasien positif Covid-19.



    Diketahui, pihak keluarga yang tak terima W dimasukkan ke dalam data pasien positif Covid-19, membuat laporan polisi ke Polda Riau.


    Pihak keluarga melaporkan kelalaian Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dan Rumah Sakit Ibnu Sina yang mengumumkan W meninggal karena positif Covid-19 beberapa hari lalu. Padahal, W menderita penyakit lain.


    “Saya atas nama kepala daerah mohon maaf kepada seluruh warga Pekanbaru, khusus kepada keluarga almarhumah atas kejadian yang menimpa keluarga mereka. Kami juga ikut berduka, belasungkawa. Atas kelalaian petugas kami mohon maaf,” ungkap Firdaus. Jumat 16 Oktober 2020.


    Menurutnya, kesalahan input data ini harus dijadikan pelajaran bagi jajaran Dinkes Kota Pekanbaru, agar berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.


    Firdaus juga memahami kondisi paramedis dan petugas administrasi yang mengalami kelelahan, akibat pandemi yang sudah berlangsung sekitar 10 bulan.


    Apalagi mereka bekerja dalam tekanan waktu dan ritme, serta harus menjaga kesehatan diri dengan menerapkan protokol kesehatan.


    “Ke depan teman-teman butuh kehati-hatian lagi dalam bekerja. Walaupun saya tahu mereka lelah, mungkin mata mengantuk saat input data,” ucap Firdaus.***(rl/red)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Profesionalisme Wartawan Diperoleh dari Belajar dan Berlatih Disiplin

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Profesionalisme Wartawan diperoleh dari  belajar dan latihan yang kontinu serta disiplin.


    Skill menulis berita, sebagai tugas utama wartawan tidak datang seperti turunnya hujan di bulan Oktober," kata Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H

    Wahyudi El Panggabean yang juga Tokoh Pers Riau itu, mengemukakan itu dihadapan 50-an Wartawan dan pemimpin media ketika tampil sebagai Pembicara Utama dalam acara Seminar & Pelatihan Jurnalistik  di Gedung Wanita Provinsi Riau, Pekanbaru Sabtu (17/10/2020).

    Seminar dan Pelatihan Jurnalistik ber-Thema: "Meningkatkan Profesionalime Wartawan". 

    Hal itu diselengarakan bersempena HUT ke-5 media online, www.riaubangkit.com dengan menampilkan tiga Pembicara. 

    Dua pembicara lainnya: Uparlin Maharaja, Anggota Penguji Kompetensi Wartawan dari Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS) Jakarta & Praktisi Hukum "Apul Sihombing, S.H.,MH".

    Menurut Wahyudi, Wartawan adalah satu-satunya profesi yang disebut dalam Al Qur'an. 

    "Jadi, profesi yang sangat mulya ini mesti dijaga dan dihormati dengan cara terus menerus mempelajari ilmunya," kata Penulis Buku-Buku Jurnalistik

    Kode Etik Jurnalistik, Wahyudi merupakan pengawal moral sekaligus bertindak sebagai buku petunjuk dalam menjalankan profesi wartawan.

    "Dengan memahami dan menaati Kode Etik Jurnalistik, diharapkan wartawan tidak menyalahgunakan wewenangnya sebagai pemburu berita kebenaran," kata Wahyudi lagi.

    Namun lanjutnya, tugas mulya wartawan yang diamanahi oleh Al-Quran itu hanya bisa terlaksana jika Wartawan memiliki profesionalisme.

    "Profesional, berarti ahli dan memiliki skill jurnalistik. Atas dasar keahlian itulah seorang wartawan menerima imbalan jasa berupa honorarium dari institusi Pers tempat dia bekerja," tegas Wahyudi.

    "Wartawan profesional adalah Wartawan yang menerima gaji berupa honor yang layak dari media tempatnya mendedikasikan profesinya," ungkap Wahyudi.

    Tanpa profesionalisme jelasnya, seorang wartawan akan menjadi Wartawan Abal-Abal, Wartawan Pengemis, Wartawan Pemeras, yang senantiasa mengotori profesi mulya ini," tegas Wahyudi yang juga Hakim Ethik Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru itu.

    Untuk itu, Wahyudi meminta agar siapapun yang mengklaim dirinya sebagai wartawan harus memiliki profesionalisme.

    "Caranya: yah.., belajar ilmu jurnalistik dan terus berlatih," kata Wahyudi, tegas.***(red)




    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Dua Petinggi Polri Ini Diduga Terima Gratifikasi, Salahsatunya Ancam Buka-bukaan

    HARIANBERANTAS, JAKARTA- Penyidik Bareskrim Polri tahap duakan (P21) berkas perkara kedua oknum petinggi Polri dan dua pengusaha Konglomerat ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, (16/10/2020)

    Ft:Screenhot video live detik.com 

    Kedua oknum petinggi Polri tersebut yakni Irjen Napoleon Bonaparte (Irjen. NB) & Brigjen Prasetijo Utomo (Brigjen PU). Keduanya diduga menerima suap atau gratifikasi dari pengusaha konglomerat dalam upaya penghapusan Red notice buronan negara atas nama Djoko Tjandra beberapa waktu lalu.


    Setelah melalui serangkaian pemberkasan dan berbagai tahap pemberkasan perkara ke Jaksa peneliti oleh penyidik akhirnya dinyatakan lengkap (P21) dengan penyerahan tersangka dan barang bukti (BB).


    Yang paling menariknya adalah Irjen Napoleon Bonaparte kepada awak media mengatakan akan buka-bukaan.

    "Tunggu tanggal mainnya, saya akan buka bukaan" Katanya


    Sementara Brigjen Prasetijo Utomo bersama tersangka lainnya memilih bungkam seribu bahasa.


    Pertanyaannya adalah apakah ada masih adakah pejabat Polri yang terlibat dalam kasus tersebut sehingga Irjen Napoleon Bonaparte menyisihkan tanda tanya publik?


    Ancam Irjen Pol Napoleon Bonaparte akankah benar? Kita tunggu reaksi sang Jenderal Bintang dua tersebut.


    Sumber : Video Live Detikcom

    Editor : B. Annas



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Dua Terduga Pengedar Sabu di Kampung Dalam Ditangkap Polisi

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Satresnarkoba Polresta Pekanbaru tangkap dua orang pelaku pengedar narkoba jalan Khadijah Ali Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru, Selasa 12/10/2020.


    Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H.Nandang Mu'min Wijaya., S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba Akp Juper Lumban Toruan.S.I.K , Tersangka inisial IA alias Ibnu (37) dan inisial AZ alias Andi (41) keduanya warga kampung dalam ditangkap sebagai pengedar narkoba pada hari Selasa malam tanggal 12 oktober 2020 pukul 20.30 wib di jalan Khadijah Ali Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Senapelan 

    Dikatakan Kasatresnarkoba penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan kegiatan aktivitas jual beli narkoba, tim opsnal satresnarkoba turun melakukan penyelidikan dalam upaya menangkap kedua pelaku pengedar narkoba tersebut, Kamis 15/10/2020.

    Tim opsnal melakukan penggeledahan tersangka ditemukan 4 paket diduga narkotika jenis shabu yang disimpan di dalam kotak rokok dan 13 paket diduga narkotika jenis shabu di dalam plastik klip bening. 

    Setelah penangkapan dan penggeladahan tersangka kemudian diamankan juga barang bukti berupa 17 (tujuh belas) paket shabu 3,0 gram (tiga koma nol gram), Uang Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah),1(satu) buah kotak rokok dan 2 (dua) unit handphone***

    Sumber : Bid. Humas Polresta Pekanbaru 

    Editor : B. ANAS 


    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini


    Jual Hasil Curian Melalui PJBO Ditangkap Korban

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Hasil Curian dijual melalui aplikasi PJBO, peorang pemuda berisial AKT alias Andi (20) ditangkap oleh korban pencurian saat bertransaksi, Rabu, (14 /10/2020).


    AKT alias Andi, diduga melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor (ranmor) dan menjual hasil kejahatannya melalui aplikasi PJBO. Sialnya, korbannya sendiri calon pelanggannya.


    Kronologis kejadian, berawal pada saat korban Ahmad  Mulia (24) menginap disalah satu hotel di jalan Tuanku Tambusai/Nanggka Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Pekanbaru, Sabtu (10/10/2020) Pukul 00.00 Wib.

    Setelah tiba di Hotel korban memarkir motor kesayangannya merek Yamaha Mio warna hijau nomor Polisi (nopol) BM 4137 LD diparkirkannya dihalaman hotel. 

    Kemudian pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2020 pukul 11.00 wib korban keluar dari hotel dan melihat sepeda motornya sudah tidak ada lagi diparkir. Korban yang panik akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit Raya.


    Mendapat laporan korban, Kapolsek Bukit Raya Akp Arry Prasetyo melalui kanit reskrim Iptu abdul Halim memerintahkan Tim opsnal dipimpin Ipda Dani Afrizal mendatangi lokasi kejadian (tkp) dan melakukan penyelidikan.


    Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H.Nandang Mu'min Wijaya. S.I.K., M.H melalui Kapolsek Bukit Raya Akp Arry Prasetyo., S.H., M.H," membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap seorang terduga pelaku berinisial AKT alias Andi (20) pada hari Rabu, (14/10/2020) sekitar pukul 12.00 wib, tersangka ditangkap dalam perkara pencurian sepeda motor merek Yamaha Mio warna hijau nomor Polisi BM 4137 LD setelah diserahkan oleh korbannya.


    Arry, kronologis penangkapan yakni pada hari Rabu, 14 Oktober 2020 sekitar pukul 08.00 wib, saksi Cahyo (teman korban) menghubungi korban melalui telpon korban untuk memberitahukan bahwa di Facebook (FB) group PJBO khusus jual beli online, melihat gambar sepeda motor merek Yamaha Mio warna hijau nomor Polisi BM.4137 LD milik korban dijual.


    Korban yang mendapat informasi berharga itu langsung meminta saksi Cahyo untuk memancing tersangka dengan membeli sepeda motor, dan membuat janji bertemu untuk transaksi.


    Lalu saksi Cahyo menelpon tersangka ( penjual sepeda motor curian, red) dan janjian ketemu dijalan Yos Sudarso dekat Hawaii, kemudian korban meminta bantuan saksi Cahyo, saksi Sopian dan  saksi Sehat datang duluan ke Hawaii persis tempat yang ditunjuk sebelumnya dan korban menyusul dari belakang.


    Saat korban tiba di dekat toko Hawaii sekitar pukul 09.00 wib, melihat saksi Cahyo, saksi Sopian dan saksi Sehat, sedang berbicara dengan tersangka dan membawa sepeda motor merek Yamaha Mio warna hijau nomor Polisi BM.4137 LD  dan 1 (satu) buah helem warna hitam merek GM. Secara bersamaan korban dan para saksi langsung memegang tersangka," Jelas Arry.


    Saat ditanya korban dan paea saksi, tersangka mengaku membeli sepeda motor curian dan helem tersebut dibeli melalui media online PJBO juga, namun korban dan saksi tidak percaya begitu saja dan tetap menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Polsek Bukit Raya untuk proses hukum lebih lanjut" tambah Arry.


    Setelah tersangka diamankan bersaam barang bukti (BB) langsung disita polisi.

    BB yang disita yakni 1 (satu) unit sepeda motor merek Yamaha Mio warna hijau nomor Polisi BM.4137 LD, dan 1 (satu) buah helem warna hitamn merek GM.


    Selanjutnya, saat di interogasi polisi tersangka mengakui  menduplikatkan kunci sepeda motor yang ingin di curinya.**

    Sumber : Humas Polresta Pekanbaru

    Editor : B. Annas



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Lewat Nota Pembelaan, Amril Terdakwa Korupsi APBD Bengkalis Ingat Ibu & Istri Tercinta-Nya

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Amril Mukminin, Bengkalis nonaktif membacakan Pledoi atau nota pembelaan-Nya pada sidang lanjutan dugaan suap proyek jalan Duri- Sei Pakning di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (15/10/2020).



    Nota pembelaan lima halaman yang ditandatangani Amril yang pernah berhasil menggiring tugas Pers ke ranah hukum undang-undang ITE, diberi judul "Menebus Khilaf dengan Ikhlas".


    Dalam penyampaian nota pembelaan, Amril Mukminin menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT  karena dia masih diberi nikmat kesehatan dan rahmat menjalani hari-harinya dalam hotel prodeo hingga kini.


    "Hanya berkat Anugrah-NYA lah, saya masih sanggup menjalani seluruh proses persidangan sampai saat ini. Sebuah proses yang teramat panjang dan sangat memilukan bagi saya. Yang sebelumnya tidak pernah sama sekali terpikirkan oleh saya, bahwa saya akan mengalami hal-hal seperti ini. Hal-hal yang terjadi sama sekali diluar dugaan saya, dan terasa amat menyakitkan, karena apa yang saya alami ini adalah di luar pemikiran saya," ujarnya mengawali pledoi.


    Kendati demikian, ungkapnya dia  senantiasa bersyukur, sembari terus beristighfar, dan menganggap bahwa semua proses yang harus dilewati hingga saat ini sudah merupakan kehendak Sang Khalik, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. 


    "Bahkan bila saat ini pun saya harus mendekam di tahanan, saya menganggap ini adalah bagian dari perjalanan hidup saya, yang telah direncanakan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk kebaikan hidup saya. Saya Sepenuhnya yakin, bila Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa mengizinkan badai terjadi dalam hidup saya, dengan iman saya percaya, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, juga sudah mempersiapkan pelangi bagi kehidupan saya, Amin Ya Rabbal ‘alamin," ujarnya.


    Disampaikannya peristiwa yang sedang  dialami, berupa proses persidangan untuk tindak pidana korupsi, merupakan peristiwa yang sama sekali tidak pernah diduganya. Padahal kenyataannya selama menjabat sebagai Bupati, dia tidak pernah meminta commitment fee dari PT CGA meskipun mereka menawarkan.


    "Saya hanya meminta perusahaan mengerjakan proyek jalan Duri-Sei Pakning dengan baik. Pernyataan saya ini pun sesuai dengan keterangan saksi saudara Ihsan Suaidi yang merupakan Direktur PT CGA, bahwa saya tidak pernah meminta uang atau menjanjikan apapun," jelasnya.


    Namun atas nama manusia biasa, ungkapnya lagi, dia 

    sadar pada akhirnya  khilaf menerima uang Rp 5,2 Milyar dari PT Citra Gading Asritama (CGA) terkait proyek jalan Duri-Sei Pakning. Hanya saja uang itu tidak pernah  digunakan dan sudah  dikembalikan ke Negara melalui rekening yang ditunjuk KPK. 


    "Saya pernah ditemui Bos PT CGA, Ihsan Suaidi sekitar bulan Desember 2015 ketika saya baru saja memenangkan Pilkada Bengkalis. Namun saat itu saya belum dilantik menjadi Bupati Bengkalis. Dalam pertemuan tersebut tepatnya di kopi Tiam Pekanbaru Ihsan menyebutkan bahwa proyek itu harus dikerjakan karena sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung," bebernya lagi.


    Dilanjutkannya pertemuan berlanjut di Plaza Indonesia Jakarta pada bulan Januari 2016. Saat itu dia juga belum dilantik sebagai Bupati Bengkalis. Usai pertemuan itu Ihsan memberikan uang 1 Milyar dalam bentuk Dollar Singapura kepada ajudannya. Setelah itu dia berurusan dengan karyawan PT CGA Trianto. Ada pertemuan baik itu di Medan Sumatra Utara maupun di rumah dinas Bupati, tapi dia menyatakan tak pernah menyinggung soal uang. 


    "Belakangan, Azrul ajudan saya berhubungan dengan Trianto dan beberapa kali menerima uang. Semua pemberian itu dilaporkan kepada saya dan saya menyuruhnya untuk disimpan dulu. Total dari semua yang diterima Azrul Rp 5,2 Milyar, dan saya minta ketika Azrul resign kemudian saya serahkan kepada KPK tanpa pernah saya pakai," ungkapnya lagi.


    Dikatakan  uang tersebut dikembalikan kepada KPK ketika KPK mulai mengusut penyimpangan sejumlah proyek di Bengkalis. Amril merasa bingung karena telah menerima uang tersebut meskipun tidak berkaitan dengan proyek dan jabatannya.


    "Disisi lain penyidik KPK juga menyita uang Rp 1,9 Milyar dari rumah dinas saya. Padahal itu adalah uang pribadi saya dari hasil usaha di luar jabatan saya. Uang itu saya kumpulkan dari usaha sawit yang saya simpan untuk membantu anak-anak yatim, fakir miskin dan kaum duafa," ulasnya.


    Terkait dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum bahwa dia telah menerima gratifikasi dari pengusaha sawit Jonny Tjoa sebesar Rp 12.770. 330.650 dan Adyanto sebesar Rp 10.907.412. 755, Amril menyatakan bahwa itu murni dari usaha sawitnya. Karena uang itu diterima berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tahun 2012.


    "Bahwa di tempat kelahiran saya di Kecamatan Pinggir ada belasan perusahaan sawit. Saat itu saya sudah menjadi pengepul sawit dari masyarakat setempat untuk dimasukkan ke perusahaan. Karena pekerjaan saya inilah Jonny Tjoa dan Adyanto datang kepada saya untuk mengajak masyarakat memasok sawit ke perusahaannya. Bahkan kami membuat perjanjian dan kesepakatan bersama tanpa paksaan dibawah Notaris," jelasnya lagi.


    Dalam perjanjian itu, ungkapnya isinya akan memberikan Rp 5 per kilogram sawit yang masuk ke perusahaan ke dia. Uang itu akan dikirim  setiap bulannya, baik itu tunai maupun transfer. 


    "Meskipun terlambat saya tidak pernah menanyakannya karena sudah ada perjanjian. Ada seseorang yang bertugas mencatat sawit yang masuk ke perusahaan di Kecamatan Pinggir, sesekali saya mengeceknya. Pemasukan dari perjanjian ini selalu saya laporkan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), hal itu saya lakukan sejak tahun 2015, setiap tahun LHKPN tersebut ada rinciannya," ungkapnya.


    Atas fakta itu, Amril minta agar yang mulia majelis hakim bisa memberi putusan yang seadil adilnya.


    "Dengan bergulirnya bola panas tuntutan kepada saya. Penuntut Umum mengatakan bahwa saya tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Saya sudah mengaku khilaf dan mengembalikan uang kepada KPK. Saya tidak pernah memakai uang tersebut sama sekali. Hati saya sebagai seorang terdakwa yang awam hukum pun bertanya, inikah keadilan yang diyakini oleh Penuntut Umum? sudah sesuaikah tuntutan tersebut dengan pembuktian, fakta persidangan, hati nurani, keyakinan dan rasa keadilan Penuntut Umum?," tanyanya.


    Lebih miris lagi, ungkapnya ketika dia menyimak dan membaca surat tuntutan. Ternyata Penuntut Umum kembali memakai dan memasukkan keterangan para saksi di dalam BAP penyidikan ke surat tuntutannya. Padahal keterangan para saksi di dalam BAP penyidikan tersebut jelas- jelas sudah terbukti tidak benar di dalam persidangan dan mengabaikan fakta persidangan yang terjadi selama persidangan. 


    "Untuk apa dilakukan proses persidangan selama ini, dalam jangka waktu yang cukup panjang, dan telah menguras begitu banyak energi serta pemikiran? Yang membuat saya semakin tidak habis pikir adalah mengabaikan semua kebenaran yang sebenarnya, yang sudah saya jelaskan dalam persidangan dan dibenarkan oleh para saksi," ujarnya.


    Dengan fakta ini, Amril  mohon agar yang Mulia Majelis Hakim dapat memutuskan perkara di persidangan ini dengan seringan-ringannya dan seadil-adilnya dari tuntutan hukum dan hukuman. 


    "Saya percaya bahwa Yang Mulia Majelis Hakim akan memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya dan berdasarkan hati nurani sehingga akan melihat permasalahan ini dengan kepala dingin tanpa tekanan dari pihak manapun yang berkepentingan," harapnya.


    Ingat ibunda dan istri tercinta. Saat menjalani proses hukum ini yang teringat dalam pikiran Amril adalah ibunda tercintanya serta nasib istrinya yang berjuang sendirian mengasuh keempat anaknya. Apalagi ada anak yang masih kecil dan membutuhkan kasih sayang seorang ayahnya. 


    "Majelis Hakim yang Saya Muliakan. Keputusan Majelis Hakim Yang Mulia ini saya yakini adalah keputusan dari Tuhan saya, dan saya akan menjalani dengan penuh RidhoNya," ujar Amril.


    Diujung nota pembelaannya Amril membacakan puisi sebagai bentuk ungkapan isi hatinya.


    Aku bersujud pada-MU Ya Allah

    Atas segala khilaf dan salah. Hamba berserah dan pasrah, Allah….. Hamba lengah


    Terimakasih wahai Tuhanku

    Atas ribuan rindu yang membeku

    Kepada Keluarga dan Masyarakatku

    Kan ku tebus ini semua di masa depanku


    Titip rindu untuk Ibundaku serta Istriku 

    Kau seperti BUMI bagiku

    Menopang kehidupanku, Anak-anakku dan Umatmu memberi cinta tanpa kau pedulikan rasamu

    Jiwamu penuh rindu

    Kekuatanmu menggetarkan alamku


    "Majelis Hakim yang Saya Muliakan. Yakin bahwa Allah SWT tak penah lalai dan tertidur dalam menjaga umat Nya, dan pengadilan Nya adalah pengadilan yang seadil-adilnya. Oleh karenanya saya mohon agar Yang Mulia Majelis Hakim memberikan putusan yang seringan-ringannya dan seadil-adilnya, karena saya yakin Yang Mulia Majelis Hakim adalah orang-orang yang tidak akan berada dalam suatu pengaruh maupun tekanan dari pihak manapun," ungkapnya.***(red)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Kenal Dari Medsos, Pemuda Ini Tega Perkosa Anak Yatim Bawah Umur

    HARIANBERANTAS, INHU- Sangat bejat kelakuan seorang pemuda asal Desa Pontian Mekar Kecamatan Lubuk Batu Jaya (LBJ) Kabupaten Inhu, yang tega menyetubuhi dengan paksa anak yatim yang masih dibawah umur.



    Untung saja pemuda tak berakhlak itu tidak sempat dihakimi oleh warga hingga unit Reskrim Polsek LBJ berhasil mengamankan pelaku selang beberapa jam setelah kejadian.


    AND (21) pelaku persetubuhan anak bawah umur tak berkutik saat diringkus polisi dirumahnya, Desa Pontian Mekar, Selasa 13 Oktober 2020 sekitar pukul 03.00 WIB atau beberapa jam setelah dia memperkosa korban, sebut saja Mawar (15) warga Desa Air Putih Kecamatan LBJ.


    Terkait kasus persetubuhan dibawah umur ini, Kapolres Inhu AKBP Efrizal S.IK melaui PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, Rabu 14 Oktober 2020 siang membenarkan, bahwa kejadian itu berawal saat pelaku dan korban pergi undangan pesta pernikahan di Desa  Perkebunan Sungai Lala, Selasa 12 Oktober 2020 malam.


    Ketika pulang dari pesta pernikahan itu sekitar pukul 20.30 WIB, tiba-tiba pelaku menghentikan sepeda motornya dipinggir jalan dalam kebun kelapa sawit jauh dari pemukiman penduduk.

    Kemudian pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan.


    Korban menolak sambil mengatakan, jangan lakukan, sebab ia masih ingat dengan almarhum ayahnya.

    Tapi kata-kata itu bukannya membuat pelaku sadar dan kasihan terhadap korban, justru malah semakin beringas dan penuh nafsu bejat.


    Pelaku membaringkan tubuh korban diatas sepeda motor, menyingkap baju gamis yang dikenakan korban dan membuka celana dalam korban.

    Seperti kerasukan setan, pelaku melakukan hubungan terlarang itu.


    Setelah puas, pelaku mengantarkan korban pulang kerumahnya.

    Korban pun menghubungi salah seorang keluarganya menggunakan telepon seluler, yakni YGI (29) dan menceritakan nasib buruk yang dialaminya.

    Kontan saja YGI maradang, malam itu juga Yogi dan anggota keluarga lainnya membawa korban ke Polsek LBJ.


    Setelah menerima laporan, polisi langsung menuju rumah pelaku yang tidak menyangka jika dinihari itu kedatangan tamu dari Polsek LBJ.

    Ya, sekarang Pelaku sudah diringkus dan digelandang ke Polsek LBJ guna untuk mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya itu tutup Misran. ***(S. Barat)


    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com d

    Terdakwa Korupsi APBD Bengkalis, Amril Mukminin, Minta Dihukum Ringan

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin terdakwa dugaan suap (korupsi) dana proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning membacakan pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


    Bupati Bengkalis nonaktif itu meminta majelis hakim meringankan hukumannya.


    Amril yang berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru membacakan pledoi pribadinya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang diketuai Lilin Herlina SH MH. Pledoi sebanyak lima halaman itu diberi judul Menebus Khilaf dengan Ikhlas.


    JPU dalam tuntutannya menuntut Amril dengan pidana penjara 6 tahun dan denda Rp500 juta atau subsider 6 bulan kurungan. JPU menilai Amril terbukti menerima suap dari PT Citra Gading Asritama (CGA) sebesar Rp5,2 miliar untuk pengerjaan Jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis.


    Amril disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto, Pasal 64 ayat (1) KUHP.


    Dengan suara tertahan, Amril mengatakan, tidak pernah terpikir dibenaknya menjalani proses persidangan dan ditahan atas tuduhan kasus suap. Semua yang terjadi di luar dugaannya.


    "Terasa amat menyakitkan. Meski demikian, saya tetap senantiasa bersyukur, sembari terus beristighfar, dan menganggap semua proses yang harus saya lewati pada saat ini sudah merupakan kehendak Sang Khalik, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Amril.


    Amril menyebut, selama menjabat sebagai Bupati Bengkalis, dirinya tidak pernah menerima commitment fee dari PT CGA meskipun mereka menawarkan. Perusahaan hanya diminta mengerjakan proyek jalan Duri-Sei Pakning dengan baik, dan hal itu juga dibenarkan pimpinan PT CGA, Ihsan Suaidi, dalam kesaksiannya.


    Namun sebagai manusia, Amril mengaku khilaf menerima uang Rp 5,2 miliar dari PT CGA dalam Proyek jalan Duri-Sei Pakning. "Uang itu tidak pernah saya gunakan dan sudah saya kembalikan melalui rekening yang ditunjuk KPK," tutur Amril.


    Uang itu dari PT CGA itu diberikan oleh Triyanto kepada Azrul Nur Manurung, ajudan Amril. Selanjutnya, uang diserahkan kepada Amril. "Semua pemberian itu dilaporkan kepada saya dan saya suruh disimpan dulu," kata Amril.


    Uang itu diminta Amril kepada Azrul ketika resign sebagai ajudan. Kemudian, uang itu dikembalikan saat KPK mengusut penyimpangan semua proyek di Bengkalis. "Uang itu tidak pernah saya pakai," ucap Amril.


    Selain suap Rp5,2 miliar, KPK juga mendakwa Amril menerima gratifikasi sebesar Rp23,6 miliar. Uang itu diterima dari dua pengusaha sawit, yaitu Jonny Tjoa selaku Direktur Utama PT Mustika Agung Sawit Sejahtera sebesar Rp 12,7 miliar dan Adyanto selaku Direktur PT Sawit Anugrah Sejahtera sebesar Rp10,9 miliar.

    Ketika penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, KPK menyita uang Rp1,9 miliar. "Itu adalah uang pribadi saya dari hasil usaha di luar jabatan saya. Uang itu Saya kumpulkan dari usaha sawit yang saya simpan untuk membantu anak-anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa," jelas Amril.


    Sebelum menjabat anggota DPRD dan Bupati Bengkalis, Amril sudah jadi pengepul sawit dari masyarakat Kecamatan Pinggir. Hubungannya dengan kedua pengusaha adalah kerja sama dalam pasokan sawit ke perusahaan dengan mendapatkan fee Rp5 per kilogram sawit dan semuanya sudah dilaporkan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).


    "Saya sudah mengaku khilaf dan mengembalikan uang kepada KPK, Saya tidak pernah memakai uang tersebut sama sekali. Hati saya sebagai seorang terdakwa yang awam hukum pun bertanya, inikah keadilan yang diyakini oleh Penuntut Umum?," tanya Amril.


    Amril meminta majelis hakim memutuskan perkaranya dengan seringan-ringannya dan seadil-adilnya dari tuntutan hukum dan hukuman. "Saya percaya majelis hakim akan memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya dan berdasarkan hati nurani," harap Amril.


    "Tak lain dalam pikiran saya adalah Ibunda saya tercinta serta nasib istri saya yang berjuang sendirian dalam mengasuh keempat anak saya. Ada yang masih kecil dan membutuhkan kasih sayang seorang ayahnya," sambungnya.


    Selain pembelaan pribadi, tim penasehat hukum juga menyampaikan pembelaan yamg dibacakan bergantian oleh Asep Ruhiat dan Wan Subantriarti, Asep Ruhiat dan Patar Pangasian.


    "Memohon yang mulia majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, baik primair ataupun subsidair," kata Asep.


    Asep juga memohon hakim memulihkan hak terdakwa, kedudukan, kemampuan, harkat serta martabat terdakwa setelah memberikan vonis bebas. Selanjutnya mengeluarkan Amril dari tahanan setelah vonis bebas dibacakan.


    "Namun jika majelis hakim berpendapat lain, kami memohon putusan seadil-adilnya atau hukuman ringan," kata Asep.


    Asep juga meminta majelis hakim membuka nomor rekening Amril yang diblokir KPK saat kasus ini masih penyidikan. Pasalnya rekening itu tidak menjadi bukti dan dihadirkan ke persidangan.


    Menurut Asep, rekening di Bank Riau dan CIMB Niaga itu tidak ada kaitannya dengan perkara ini serta dijadikan tempat membayar gaji Amril sebagai bupati.


    "Lebih baik membebaskan seribu orang bersalah dari pada menghukum satu orang tak bersalah, keadilan harus ditegakkan walupun langit runtuh," jelas Asep membacakan pendapat ahli hukum.


    Asep menjelaskan, permohonan ini sangat beralasan dan sesuai fakta persidangan selama ini. Dari fakta itu Asep dan tim kuasa hukum Amril yakin kliennya itu tidak bersalah sebagaimana dakwaan JPU KPK.


    Tim penasehat hukum juga memberikan pembelaan terkait dakwaan gratifikasi menerima gratifikasi Rp12,7 miliar dari Jonny Tjoa selaku Direktur Utama PT Mustika Agung Sawit Sejahtera dan Rp10,9 miliar Adyanto selaku Direktur PT Sawit Anugrah Sejahtera.


    Pemberian itu bukan gratifikasi karena berdasarkan perjanjian di bawah notaris terkait hasil bisnis sawit. "Kalau itu gratifikasi, tidak mungkin terdakwa melaporkannya setiap tahun," kata Asep.


    Setelah pembacaan pledoi selesai, hakim Lilin Herlina meminta tanggapan JPU KPK. "Bagaimana penuntut umum?," tanya hakim.


    JPU KPK pun menyatakan meminta waktu untuk menyusun replik. "Mohon waktu kami akan menyiapkan replik Yang Mulia," ucapnya.


    Majelis hakim mengagendakan pembacaan replik pada Senin tanggal 19 Oktober 2020. Sementara pembacaan duplik pada Kamis 22 Oktober 2020. ***(rls/red)

     


    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    KPK Perpanjang Penahanan 2 Tersangka Korupsi Jembatan Waterfront City Kampar

    HARIANBERANTAS, JAKARTA- Pelaksana tugas (Plt) juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, mengatakan, hari ini (Kamis-red) penahanan terhadap 2 tersangka Kasus dugaan TPK Pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years pada Dinas Bina Marga dan Pengairan pemerintah Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016, diperpanjang.



    "KPK perpanjang masa tahanan selama 40 hari kedepan dimulai tanggal 19 Oktober 2020 s/d 27 November 2020," kata Fikri dalam pesan singkatnya yang dibaca redaksi, Kamis (15/10/20).


    "Untuk Tersangka AN dan Tersangka IKS yang ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih, akan diperpanjang ditempat yang sama.


    "Perpanjangan penahanan dilakukan karena penyidik masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan berkas perkara yang belum dilengkapi," katanya.


    Sebelumnya, keduanya ditahan dalam dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait pembangunan Jembatan Waterfront City (WFC) tahun anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar.


    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI resmi menahan dua tersangka terkait kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp50 miliar tersebut.


    Pengumuman penahanan dua tersangka ini disampaikan Wakil Ketua KPK RI Lili Pintauli S di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.***(red)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Dana BOS Rp21 Jt Diduga Dibawa Kabur, Mantan Kepsek SDN012 Kampar Harus Diusut Aparat Hukum

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Salah satu kepala sekolah di Kabupaten Kampar diduga membawa kabur uang dana bantuan operasional sekolah (BOS)  sebesar Rp 21 juta lebih dari sekolah asalnya tempatnya di SDN 012 Tanjung Kudu Kelurahan Desa Kualu Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Dan Kepala sekolah tersebut, sekarang ini menjadi kepala sekolah di SDN 032 Kualu Kelurahan Desa Kualu Kecamatan Tambang Kampar.


    Terungkapnya dugaan penggelapan dana bos ini ketika terjadi mutasi kepala sekolah di Kabupaten Kampar. Dimana Eli selaku pengganti Mahmud sebagai Kasek di SDN 032 tersebut kepada Wartawan membenarkan, "Kepala Sekolah sebelumnya di SDN 012 ini atas nama Mahmud membawa uang dana BOS sekitar Rp 21 juta. Seharusnya uang itu di peruntukkan untuk membayar gaji honorer di sekolah ini, ujar Eli


    Dikatakan Eli, untuk pembayaran gaji honorer saya cairkan dari dana bos yang masih ada di rekening sekolah. Memang sebagian sudah diambil kepsek lama Mahmud karena mutasi terjadi di pertengahan tahap 2, ungkapnya.


    Dijelaskan Ely, terkait apa yang telah dicaikan oleh Mahmud sebelumnya di rengkening sekolah, nanti beliau harus mempertanggungjawabkan laporannya sesuai dengan uang yang diambil. Saya hanya mempertanggungjawabkan dana yg saya ambil begitu juga dengan Kepsek lama, jelas Ely.


    Mantan Kasek SDN 012 Tanjung Kudu Kelurahan Desa Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Mahmud kepada media mengatakan, "apa yang dituduhkan ibu Ely Kepala Sekolah penggantinya itu, tidak benar, utang saya sekitar Rp560.000 ribu rupiah, ucap Makmud" terbata-bata.


    Ditempat berbeda, Mahmud yang kembali dikonfirmasi rekan Wartawan media lain terkait uang yang dicairkannya di rengkening sekolah  sebesar Rp21 juta, Mahmud mengatakan, "Uang sebenarnya yang saya cairkan di rengkening sekolah sebesar Rp21.200.000. uang tersebut saya belanjakan untuk keperluan dan sebagian peralatan sekolah, katanya. 


    Ketika ditanya, apa saja keperluan dan peralatan sekolah yang dibelanjakan, Mahmud tak bisa menjelaskan. Bahkan Mahmud mengajak wartawan untuk makan siang.


    Menyikapi dugaan penyalahgunaan dana Bos tersebut, Ketua elemen masyarakat yang anti korupsi (LSM Gerak), Emos G, dengan tegas menyatakan, agar pihak Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau segera memanggil oknum kepala sekolah (mantan kepsek SDN 012 Tanjung Kudu Kel, Desa Kualu Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar) tersebut untuk diproses secara hukum. 


    "Bila ditemukan dua alat bukti dan/atau sudah memenuhi unsur tindak pidana, maka bersangkutan (mantan Kasek-red) dapat ditahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku", tegas Emos. hingga berita ini terbit, mantan Kasek SDN 012 Kampar, Mahmud saat dihubungi Harian Berantas lewat via online (WA), tak terjawab***(red)



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Jurus Jitu, Dipancing Datang ke Pekanbaru Pelaku Pencurian Sepeda Motor Ditangkap Polisi

    HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Teknik menangkap pelaku pencurian sepeda motor dengan memancing untuk datang ke Pekanbaru,  dilakukan Polsek Bukit Raya sehingga pelaku dapat ditangkap, Senin 12 /10/2020.

    Korban Doni Libarno (31) mendatangi bengkel mobil tempat kerjanya  di jalan KH. Nasution Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya pada hari Kamis tanggal 01 Oktober 2020, melihat sepeda motornya merek Mio Sporty No. Polisi : BM 3796 Warna Hitam yang berada didalam bengkel mobil sudah tidak ada lagi dan berusaha mencari sekitar bengkel mobil, kemudian bertanya kepada penjaga bengkel Ridwan, Ridwan  mengatakan semalam temannya tersangka inisial WZ alias  Billy alias Risman (31) menumpang mandi.


    Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol.H.Nandang Mu'min Wijaya., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Bukit Raya Akp Arry Prasetyo., S.H., M.H," membenarkan telah melakukan penangkapan tersangka inisial WZ alias  Billy alias Risman pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2020 pukul 23.00 wib di depan MTQ jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, tesangka ditangkap dalam perkara pencurian sepeda motor dibengkel mobil jalan KH. Nasution Pekanbaru dengan modus menduplikat kunci kontak sepeda motor milik korban Doni Libarno yang diletakan didalam bengkel mobil tempat korban bekerja, tersangka ditangkap dengan pancingan melalui sumber yang dipercaya, selama 3 jam tim opsnal menunggu akhir tersangka datang dari rengat dan tersangka dapat  ditangkap berserta barang bukti 1(satu) unit sepeda motor merek Mio Sporty  No. Polisi : BM 3796 Warna Hitam.


    Berdasarkan laporan korban Doni Libarno tanggal 1 Oktober 2020 ke Polsek Bukit Raya, laporan tersebut ditindaklanjut Kapolsek Bukit Raya Akp Arry Prasetyo., S.H.,M.H melalui Kanit Reskrim Iptu Abdul Halim memerintahkan tim opsnal yang dipimpin Ipda Dani Afrizal untuk mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan dan keberadaan tersangka," ujar Kapolsek.


    Selama 10 (sepuluh) hari penyelidikan dilakukan akhirnya diketahui pada hari Kamis tanggal 11 Oktober 2020 keberadaan tersangka inisial WZ alias  Bilky alias Risman sedang berada di Kota Rengat dan Kapolsek Bukit Raya memerintah tim opsnal melakukan pegejaran terhadap tersangka," tambah Kapolsek.


    Strategi penangkapan tersangka dilakukan tim opsnal yang dipimpin Ipda Dani Afrizal dengan pancingan terhadap tersangka dengan sumber yang dipercaya untuk mendatangkan tersangka ke Pekanbaru, lebih kurang 3(tiga) jam menunggu tersangka tiba didepan MTQ jalan Jendral Sudirman Pekanbaru dan berhasil menangkap dan mengamankan tersangka pada pukul 23.00 wib.


    Dilakukan interogasi tersangka dan mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor tersebut dengan cara menduplikatkan kunci kontak sepeda motor korban Doni Libarno, sepeda motor belum sempat terjual merk Mio Sporty No. Polisi : BM 3796 Warna Hitam diamankan di Polsek Bukit Raya.***(Hms Polresta/Red).



    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Aksi Demo Menolak UU Ciptaker, IPW: Jangan Panik

    HARIANBERANTAS, JAKARTA- Adanya ancaman aksi demonstrasi dari buruh dan masyarakat lainnya terkait Undang-Undang Ciptaker tidak perlu disikapi dengan panik. Sebab demonstrasi maupun mogok kerja adalah kegiatan yang dijamin dan dilindungi undang-undang.


    Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan, setiap anggota masyarakat dan buruh diperbolehkan melakukan aksi demo atau mogok kerja untuk menyampaikan aspirasinya. Apalagi dalam Undang-Undang Ciptaker, buruh melihat banyak hal yang akan merugikan masa depannya. 

    Para pejabat pemerintah boleh saja mengatakan Undang-Undang Ciptaker adalah Undang-Undang terbaik untuk melindungi buruh tapi itu kan persepsi para pejabat pemerintah yang tidak pernah merasakan penderitaan buruh dan tidak pernah menjadi buruh. Bagi IPW adalah hak buruh untuk memperjuangkan nasibnya, termasuk melakukan aksi demo. Dan hak mahasiswa, pelajar dan masyarakat lainnya untuk menyampaikan aspirasinya tentang nasib buruh. Sebab bagaimana pun orang tua maupun keluarganya banyak yang menjadi buruh dan bukan mustahil setelah tamat sekolah, mereka menjadi buruh, sehingga wajar saja memperjuangkan nasib buruh agar nasibnya lebih baik ke depan. 

    Pola pikir pejabat pemerintah dan anggota DPR yang meminta buruh yang tidak puas segera mengajukan yudisial riview ke MK adalah pola pikir yang arogan, kebelinger dan tidak peduli dengan wong cilik. Para pejabat dan anggota DPR itu tak pantas bicara seperti itu. Sebab sudah seharusnya para pejabat pemerintah dan anggota DPR senantiasa peduli dengan nasib wong cilik, terutama buruh, sehingga setiap mengeluarkan produk undang-undang senantiasa berpihak pada nasib wong cilik dan buruh. Sebab inilah makna kemerdekaan RI dan para pejuang dulu berjuang melepaskan diri dari penjajahan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

    Jika sekarang undang-undang ciptaker lebih berpihak kepada asing dan pengusaha dan tidak berpihak kepada rakyat kecil tentunya sikap para pejabat pemerintah dan DPR sekarang ini patut dipertanyakan. Mereka para nasionalis atau kaki tangan asing yang hendak mengkoptasi Indonesia. Aparatur kepolisian harus memahami melakukan demonstrasi adalah hak penyampaian aspirasi rakyat yang dilindungi Undang- Undang. Selain itu fungsi tugas Polri adalah mengayomi, melayani, dan melindungi masyarakat. Polri harus promoter dalam menyikapi berbagai aksi demonstrasi. Sebaliknya para pendemo harus juga dalam koridor Undang-Undang untuk senantiasa menjaga ketertiban umum, sehingga tidak anarkis dan merusak kepentingan umum. 

    Para buruh yang berdemonstrasi juga harus selalu sadar posisi dan mawas diri agar disusupi para provokator dan penyusup serta para pengacau. Musuh utama para buruh dan polisi dlm aksi demo adalah para provokator dan penyusup  serta pengacau. Ketika pihak ini perlu sama sama diperangi polisi dan para buruh dalam setiap melakukan demonstrasi.*** (Neta S Pane/Red)


    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini


    Polres Inhu Gunakan Smart Helmet Ciptakan Pilkada Yang Aman, Kondusif dan Sehat dari Covid19

    HARIANBERANTAS, INHU- Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) saat ini telah memiliki helm canggih atau smart helmet yang berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


    "Helm ini akan kita gunakan secara maksimal saat tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Inhu," kata Kapolres Inhu AKBP Efrizal S.IK didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Inhu dan PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran diloby Polres Inhu, Senin 12 Oktober 2020.

    Dijelaskan Kapolres, helm canggih itu dilengkapi dengan sistem komputerisasi, kamera sama layar khusus, jadi ketika digunakan, pada kaca penutup helm akan terpampang suhu tubuh setiap manusia yang terjangkau oleh kamera. 
    Bahkan dari jarak jauhpun helm pintar itu bisa mendeteksi suhu tubuh manusia. Tingkat akurasi dari pantauan suhu tubuh helmet ini diatas 90 %.
    "Helm ini juga bisa dikontrol lewat jam tangan khusus dan handphone android," papar Kapolres.

    Diungkapkan Kapolres, pengadaan helm pintar ini bukti jika Polres Inhu sangat mendukung terlaksananya Pilkada yang aman, kondusif dan sehat, bisa menekan penyebaran Covid-19.

    Jadi, jika nanti ada petugas yang datang dengan berpakaian lengkap dan memakai helm seperti film "Robocop" maka jangan takut, polisi hanya mengamankan orang yang bersuhu tubuh lebih dari 37 derajat Celcius, kemudian membawanya pada pos kesehatan atau pos penanggulangan Covid-19.** (S. Barat)




    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

    Pilkada Bengkalis, Warga Sepahat sambut Kedatangan Paslon No 2 Abi Bahrun–Herman

    HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Semangat warga Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana menghadiri kempanye dialogis pasangan calon bupati Bengkalis Abi Bahrun-Herman (AMAN) Nomor 2 yang diwakili oleh calon bupati Bengkalis Herman bertempat dikediaman rumah Abu Bakar Dusun Murni jalan Sudirman Kecamatan Bandar Laksamana, Minggu (11/10/2020).


    Kompanye dialogis bersama masyarakat Desa Sepahat kecamatan Bandar laksamana Kabupaten Bengkalis bersamaan beberapa relawan AMAN dari berbagai kecamatan turut serta mendampingi Cabup Bengkalis dengan memberikan dukungan penuh dengan ucapan Aman Menang, Aman Menang, Aman menang, diikuti oleh masyarakat bersemangat menyatukan lantunan suaranya dengan serentak untuk menyatakan menang terhadap pasangan calon bupati Nomor 2 (AMAN) kegiatan ini berlangsung kondusif dengan menetapkan protokol kesehatan.

    Kedatangan calon wakil bupati Herman yang juga mantan Kepala Dinas Koperasi ini disambut langsung oleh tuan rumah dan masyarakat desa dengan penuh Ramah tamah dan penuh keakraban yang hadir, dalam pelaksanaan kempanye dialogis ini tampak hadir tokoh masyarakat, pemuda dan kaum ibu.

    Dalam pelaksanaan kempanye dialogis ini terlihat masyarakat dan Herman saling bertukar pikiran untuk membangun masyarakat Bengkalis kedepannya.

    Dalam kampanye ini, Calon Wakil Bupati Bengkalis Herman menyampaikan visi dan misi nya untuk memajukan Kabupaten Bengkalis kedepannya tidak seperti yang kita rasakan saat ini perekonomian yang sangat merosot.

    Herman menguraikan beberapa program kerja kepada masyarakat
    Yaitu program pendidikan, yang akan di tingkatkan mutunya, dan gratis mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

    Kedua kesehatan yang mana saat ini biayanya yang mahal dan pelayananya yang buruk di rumah sakit. Dalam program kesehatan ini, Herman menciptakan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat berobat di RSUD Bengkalis.

    Ketiga Fasilitas Infrastruktur, yang saat ini belum selesai terealisasi. Dalam hal ini Herman akan menuntaskan infrastruktur hingga ke pelosok desa.
    Kemudian program Peningkatan Ekonomi, dalam hal ini Herman akan memperdayakan perekonomian masyarakat dengan meningkatkan UMKM,” jelasnya.

    Herman juga mengajak masyarakat yang hadir untuk jangan terpengaruh dengan money politik, karena hal ini melanggar hukum, dan dengan tegas Herman mengatakan “Pasangan AMAN tak akan melakukan hal itu, walau pun memiliki uang, tak kan kami lakukan,” tegas Herman di akhir Kampanye dialogisnya. ***(rls/mul/meri)





    Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

    Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

     
    Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
    Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Berantas
    Proudly powered by Berantas