Headlines News :
Home » » Terungkap, Berikut Daftar Pegawai KPK yang Tak Lolos Tes ASN

Terungkap, Berikut Daftar Pegawai KPK yang Tak Lolos Tes ASN

Written By HARIANBERANTAS on Kamis, 06 Mei 2021 | 18.53.00

HARIANBERANTAS, JAKARTA-  Sebagaimana diberitakan Harian Berantas ini sebelumnya, mencuatnya sejumlah nama dari 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang dikabarkan  tidak memenuhi syarat sebagai aparatur sipil negara (ASN). Bahkan nama penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam daftar Nama-Nama tersebut ikut termuat.

Diberitakan Rabu (05/05/2021) kemaren, penyidik senior, Novel menyebutkan terkait daftar nama itu memang benar adanya. “Ya saya tahu saya dapat info soal itu dan saya yakin itu benar,” katanya. 

Berikut daftar yang disebut-sebut tak lolos ASN dimaksud;

1. Novel Baswedan (Kasatgas Penyidik);

2. Yudi Purnomo (Penyidik/Ketua Wadah Pegawai);

3. Giri Suprapdiono (Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi);

4. Sujanarko (Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi/ Pjkaki);

5. Hery Muryanto (Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi);

6. Rasamala Aritonang (Kabag Hukum);

7. Harun Al Rasyid (Penyelidik/Wakil Ketua Wadah Pegawai);

8. Ambarita Damanik (Kasatgas Penyidik);

9. Budi Agung Nugroho (Kasatgas Penyidik);

10. Andre Nainggolan (Kasatgas Penyidik);

11. Budi Sukmo (Kasatgas Penyidik);

12. Aulia Posteria (Penyelidik);

13. Marc Falentino (Penyidik);

14. Praswad (Penyidik);

15. Andi Abdul Rahman Rahim (Fungsional Gratifikasi);

16. Tigor Simanjuntak (Fungsional Biro Hukum);

17. Samuel (Fungsional Biro SDM);

18. Rizka Anungdata (Kasatgas penyidik);

19. Tri Artiningsih Putri (Fungsional Humas);

20. Benedictus Siumlala (Fungsional di Deputi Peran Serta Masyarakat);

21. Afief Julian Miftah (Kasatgas Penyidik);

22. Hotman Tambunan (Kasatgas Diklat);

23. Yulia Fuada (Sekretaris Dewas);

24. Nanang Priyono (Kabad SDM);

25. Chandra Reksodiprodjo (Karo SDM);

26. Iguh Sipurba (Kasatgas Penyelidik);

27. Airin (Kabag Umum);

28. Arien (ULP Mantan Plh Korsespim);

29. Novariza (Fungsional Pjkaki);

30. Arba (Kabag Umum Mantan Pemeriksa Internal);

31. Riswin (Penyelidik);

32. Gita (Fungsional Pjkaki);

33. Faishal (Mantan Ketua Wadah Pegawai);

34. Anisa Ramadhani (Fungsional Jejaring Pendidikan);

Berdasarkan daftar nama-nama tersebut, Novel Bawesdan merasa heran saat melihat  nama-nama itu dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai ASN.

Pasalnya, ia mengaku mengenal baik bahwa mereka memiliki integritas yang mumpuni. Bahkan Novel membeberkan sejumlah pertanyaan dalam tes wawasan kebangsaan yang ia nilai janggal.

Pertanyaan pertama yakni bagaimana tanggapan Novel tentang orang-orang KPK yang liar dan tidak menurut pada pimpinan.

“Itu soalnya aneh-aneh kok, anehnya parah. Dia nanya gini, ‘Pak Novel bagaimana dengan orang-orang KPK yang liar, yang tidak terkendali oleh pimpinan, oleh struktural atau pimpinan, bertindak sendiri-sendiri?’ (Ditanya balik) ‘Maksudnya?’, ‘OTT-OTT sendiri tanpa izin, segala macam dan lain sebagainya’, saya bilang itu nggak mungkin karena mekanisme itu jelas,” ucap Novel.

Lalu Novel juga mempertanyakan mengapa pewawancara termakan isu yang sudah lama seperti itu.

“Sekarang begini, Saya dengarkan isu itu sudah lama, cuma Anda sebagai pewawancara kenapa kemakan isu itu. Terus saya bilang sama dia, bisa nggak orang yang menjadi informan ke Bapak disuruh mengkonstruksikan bagaimana caranya, kegiatannya apa, maksudnya kalau ada suatu tindakan yang liar gitu, coba gambarkan, tindakannya apa, apakah penggeledahan, apakah penyitaan, apakah OTT, harus jelas-konkret, coba konstruksikan, saya pastikan Anda gagal, karena apa? Itu hoax,” imbuhnya.

Sehingga dari jawabannya Novel berpendapat mungkin pewawancara menilai dia sebagai pribadi yang suka melawan atasan. 

Kemudian, ada juga pertanyaan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Novel pun mengaku menjawab apa adanya.

“Contohnya lagi nih ditanya gini apakah ada kebijakan pemerintah yang merugikan? Saya bilang, kalau merugikan secara pribadi nggak ada, tapi merugikan sebagai warga negara, banyak. Contoh UU KPK yang dilemahkan, contoh lagi UU Omnibus Law, UU Minerba, kenapa kita tahu? Ya kita kan pernah dapat laporan itu, kita juga pernah melakukan pemantauan, kita pernah hampir OTT juga, jadi kita tahu permainan uangnya seperti apa, bohirnya siapa, ini segala macam kita tahu,” kata Novel.

Menurutnya, jika menjawab tidak ada kebijakan yang merugikan justru jawaban itu membuktikan dia tidak berintegritas karena berbohong.

Seperti diwartakan Harian Berantas ini kemaren, Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Cahya Harefa dengan tegas mengatakan, hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK masih tersegel dan hasilnya belum diumumkan kepada siapa pun.

"Saat ini hasil penilaian Asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan," tegas Cahya dalam keterangannya, Selasa (04/05/2021).

Harefa kepada para pihak menghimbau agar jangan mempercayai informasi yang bukan resmi diumumkan oleh KPK. "Kami menegaskan agar media dan publik berpegang pada informasi resmi kelembagaan KPK," harap Cahya Harefa.

Harefa memastikan, pengumunan hasil tes dilakukan dalam waktu dekat dan dilakukan secara transparan. "Hasil tes diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK," tutupnya.***(JM/ZO)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas