Headlines News :
Home » » Kota Layak Anak, Walikota Berharap Dapat Predikat Nindya

Kota Layak Anak, Walikota Berharap Dapat Predikat Nindya

Written By HARIANBERANTAS on Senin, 31 Mei 2021 | 20.48.00


HARIANBERANTAS, TEGAL - Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono berharap Kota Tegal bisa naik takhta dengan meraih Predikat Kota Layak Anak (KLA) Nindya.

Harapan tersebut disampaikan Walikota saat memberikan sambutan pada acara Verifikasi Lapangan Hibrid (VLH) oleh Tim KLA secara virtual di Ruang Adipura, Kota Tegal, Senin (31/05).

Dulunya Kota Tegal
Sejak tahun 2013 dianugerahi predikat Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat Pratama, disusul tahun 2017 dan 2018 dengan predikat Pratama, kemudian meningkat pada tahun 2019 untuk mendapatkan predikat madya (intermediate) , untuk Verifikasi Lapangan Hibrid, penilaian KLA di tahun 2021, Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono berharap Kota Tegal bisa meraih KLA dengan predikat nindya.

Tim penilai terdiri dari tim independen Taufik, Tim K / L (KPAI) Jasran, dan Tim KemenPPPA (Asdep PAKK), Elvi Hendrani. Sedangkan Tim Juri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Dengan dukungan komitmen Pemerintah Kota Tegal terhadap perlindungan anak yang telah dituangkan dalam visi dan misi khususnya misi kedua yaitu menciptakan suasana Kota Tegal yang lebih religius, aman, kreatif, berbudaya, demokratis, melindungi. Hak anak dan perempuan atas kesetaraan dan keadilan gender, Wali Kota berharap Kota Tegal bisa menjadi kota yang benar-benar ramah anak.





Ia juga menyampaikan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 berperspektif hak anak, yang memuat isu-isu strategis, tujuan, sasaran, program dan kegiatan kita yang telah diarahkan untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

“Kami berharap kedepannya sinergi antara Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha dan Media Massa dapat diperkuat sehingga pelayanan perlindungan anak semakin berkualitas,” ujar Walikota.

Juri independen Taufik mengatakan beberapa hal di Kota Tegal sudah bagus, namun ia menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Dari hasil evaluasi, menurutnya dewan juri yakin Pemkot Tegal telah melakukan banyak hal, namun dalam penyajian administrasi masih terdapat hal-hal yang terlewat.

“Dari hasil evaluasi, dewan juri yakin Pemkot Tegal sudah melakukan banyak hal, tapi dalam penyajian administrasi masih ada yang harus diselesaikan lagi,” kata Taufik.

Taufik menambahkan, perlindungan anak merupakan kewajiban pemerintah, dan semua pihak, dengan KLA ini kinerja pemerintah daerah bisa terukur, sekaligus mengukur partisipasi pengusaha, media massa, dan kontribusi perlindungan anak yang diinginkan juri. untuk menggambarkan.

Untuk data pendukung yang masih kurang, juri masih memberi waktu untuk menyelesaikannya paling lambat Rabu (2/6). (Ag)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas