Headlines News :
Home » » Diduga Sengaja Diperlambat, Ketua IKNR Bengkalis Minta Polsek Rupat Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan

Diduga Sengaja Diperlambat, Ketua IKNR Bengkalis Minta Polsek Rupat Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan

Written By HARIANBERANTAS on Monday, May 3, 2021 | 10:08:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Dugaan lambatnya proses penyelidikan dan penyelidikan laporan korban pengeroyokan terhadap korban bernama Watina hulu dan Destina Hulu beberapa waktu lalu, membuat elemen masyarakat Bengkalis kecewa.

Kekecewaan itu mulai berdatangan dari sejumlah elemen masyarakat seperti Ketua DPD Ikatan Keluarga Nias Riau (IKNR) Kabupaten Bengkalis, IKHTIARMAN ZANDOTO. Pihaknya mendesak Polsek Rupat segera tanggap dan memproses laporan korban pengeroyokan yang telah dilaporkan,Watina hulu,dkk (Korban) di Polsek Rupat beberapa waktu lalu pasca dipenjara oleh oknum polisi Polsek Rupat.

Pantauan wartawa, Minggu (18/04/2021) lalu terlihat kekecewaan wajah ketua IKNR saat diwawancarai. Pihaknya meminta Polsek Rupat agar secepatnya mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan tersebut.

Ikhtiar meminta polisi agar netral, profesional dan proporsional dalam menangani kasus dugaan pengeroyokan ini. Sebab Pelaku sesungguhnya tidak ditangkap, sementara korban sempat dipenjara seakan akan dijadikan pelaku.

"Kita berharap profesional / proporsional Penyidik Polsek Rupat dalam  menangani kasus ini"

Polisi juga katanya, harus sesuai fakta-fakta yang terjadi dilapangan, jangan sampai ada pihak yang merasa tertekan dan dirugikan yang seakan akan ada titipan pesan khusus dalam penanganan kasus ini.

"Siapapun yang bersalah harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Sehingga korban mendapat keadilan seadil-adilnya".

Ikhtiar menambahkan, pihaknya merasa sedih ketika membaca beberapa berita yang pada intinya korban mengalami intimidasi dari oknum polisi dengan tangan diborgol dan dijebloskan ke Penjara.

"Saya baca dibeberapa media tangan korban dibrogol dan disel didalam penjara Polsek Rupat. Sedangkan para pelaksanaannya hingga saat ini masih bebas berkeliaran seakan akan dilindungi oleh Polisi" Tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Obedi Hulu, SH. yang juga keluarga korban.

Menurut Obedi, seharusnya Polsek Rupat mengedepankan keadilan seadil-adilnya bagi korban kejahatan, bukan malah korban diborgol dan dipenjara seakan akan bagaikan teroris. Sedangkan para pelaku kata OBEDI, masih berkeliaran bebas. Katanya ketikan dihubungi media ini melalui sambungan selulernya, minggu (02/5/2021)

"Saya sangat menyayangkan kinerja pihak polsek rupat, yang dinilai tidak serius menangani kasus dugaan pengeroyokan kedua keluarga kita ini dan membiarkan ke 6 (enam) orang pelaku berkeliaran."

Obedi menjelaskan, jika para pelaku sempat ditahan 4 orang selama 1 malam, namun sudah hampir 1 setengah bulan kejadian ini hingga detik ini tidak ada kejelasan dari Polsek Rupat.

Obedi, berharap agar jangan keluarganya yang terus-menerus dijadikan korban dalam masalah ini.

"Saya minta kepada Pihak Polsek Rupat, agar para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku"

Obedi juga meminta kepada Kapolda Riau dan Kapolres Bengkalis agar memperhatikan jajaranya yang dinilai tidak serius menjalankan, pintanya.

Demikian Juga yang diungkapkan Tokoh Masyarakat Nias dikota Dumai, Batee, ketika dihubungi melalui via selulernya Sabtu (17/04/2021) lalu. Pihaknya sangat kecewa dengan sikap pihak kepolisian di Polsek Rupat.

"Iya pak, seperti yang kita sampaikan kepada rekan-rekan beberapa lau,  bahwa pihak Polsek Rupat memang ada melakukan penahanan terhadap korban dengan tangan diborgol. Setelah itu kami berusaha mendamaikan kedua belah pihak namun ditolak. Dimana korban tidak terima diperlakukan seperti penjahat klas kakap oleh oknum polisi Polsek Rupat setelah di injak injak oleh para pelaku" Sebutnya

"Keduanya sama-sama mempertahankan prinsip masing-masing"

Ketika ditanya apa benar laporan korban sempat ditolak oleh pihak Polsek Rupat,” iya benar waktu itu alasan kanit Reskrim Polsek Rupat, karena banyak kegiatan mereka yang belum selesai makanya Kanit minta agar kita yang membawa korban melapor Kepolres Bengkalis. Namun setelah kita menghadap Kapolsek dirumah Dinasnya, akhirnya pada hari senin (05/04/2021) laporan korban baru diterima oleh petugas SPK Polsek Rupat, Kata Batee.

Batee berharap, pihak Posek Rupat yang menangani masalah ini, agar diproses dan korban mendapat keadilan dan  jangan sampai ada pihak yang dirugikan.

"Sayameminta teman teman media agar ikut bersama-sama mengawal masalah ini, apa lagi salah satu dari korban masih menderita pendarahan", Pinta Batee mengakhiri. (Red)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas