Headlines News :
Home » » Tak Terima Kasus Dugaan Korupsi Pelabuhan Diendapkan Kejari Rohil, APRIL Demo di Kejati

Tak Terima Kasus Dugaan Korupsi Pelabuhan Diendapkan Kejari Rohil, APRIL Demo di Kejati

Written By HARIANBERANTAS on Friday, April 16, 2021 | 11:38:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Proyek pembangunan pelabuhan Bagansiapiapi Kabupaten Rohil yang dinilai semua kalangan tidak bermanfaat karena pembangunannya dibiarkan mangkrak, membuat massa yang mengatasnamakan APRil turun ke jalan meminta Kejati Riau segera meninjau Pelabuhan Bagansiapiapi yang diduga sarat dengan KKN tersebut. Pantauan Harian Berantas, APRIL atau Aliansi Peduli Rokan Hilir tersebut, berunjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati) jalan jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (15/04/2021)


Para aksi melakukan berunjuk rasa di Kejati Riau tersebut, dilatar belakangi adanya dugaan tindak korupsi Pembangunan Pelabuhan Internasional Bagansiapiapi.

Yang mana kasus dugaan korupsi itu telah lama ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir, namun hingga saat ini belum menemui titik terang.

Dimana pembangunan pelabuhan Bagan Siapiapi yang digadang- gadang sebagai pelabuhan yang bertaraf internasional itu menurut APRil menjadi bangunan lapuk dan menunggu ambruk. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran APBN itu hingga kini belum juga di fungsikan. 

Sedangkan pada tahun 2018 mendapat kucuran anggaran proyek sebesar Rp. 20,7 milyar oleh pemerintah melalui Kementrian Perhubungan untuk melanjutkan kembali pembangunan pelabuhan tersebut dengan masa kerja selama 186 hari kalender, terhitung 29 Juni hingga 31 Desember 2018, yang dikerjakan oleh PT. Multi Karya Pratama dengan Konsultan Pengawas CV. Refena Kembar Nugraha (RKA).

Koordinator Lapangan Muhammad Nurlatf dalam orasinya mengatakan proyek yang dibiayai oleh APBN itu dan menjadi kebanggaan masyarakat rokan hilir, hingga saat ini tidak bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Seharusnya menjadi kebanggaan kita masyarakat Riau, karena berdekatan langsung dengan selat malaka, pelabuhan internasional, namun sangat disayangkan, pekerjaan yang sangat tidak pantas, pembangunannya mangkrak, pelabuhan retak, dan pelabuhan akan ambruk," seru Muhammad Nuratif.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator umum Tengku Gusri. Ia mengatakan pembangunan pelabuhan Bagan Siapiapi yang mangkrak, yang dananya fantastis luar biasa, tetapi hingga saat ini tidak ada tersentuh hukum sedikit pun.

Tengku Gusri meminta kepada Kejaksaan Tinggi Riau untuk menindak lanjuti kasus dugaan korupsi itu, “Kami mohon kepada Kejaksaan Tinggi untuk turun langsung ke Bagan Siapiapi untuk melihat adanya dugaan korupsi, Kejari Rokan Hilir tidak mampu menangani kausus itu” tutup Gusri.

Humas Kajati Riau Muspidaun yang menemui para demonstran mengapresiasi informasi yang telah disampaikan oleh Aliansi Peduli Rokan Hilir (APRil).
“Ini akan kami teruskan kepada pimpinan, dan kita tunggu langkah- langkah apa yang akan diberikan pimpinan”, tutup Muspidaun.

Dalam aksi yang dilakukan oleh APRil tersebut terdapat empat tuntutan, diantaranya meminta komitmen Kajati Riau dalam pemberantasan Korupsi. 

Kedua meminta Kejaksaan Tinggi Riau untuk menindaklanjuti perkara dugaan korupsi pelabuahan Bagan Siapiapi kabupaten rokan hilir yang sedang ditangani kejaksaan negeri rokan hilir, dikarenakan kejaksaan Rokan Hilir tidak serius untuk melakukan penyelidikan sehingga perkara ini sampai sekarang berjalan ditepat.

Ketiga kejaksaan tinggi Riau untuk memeriksa direktur PT. Multi Karya Pratama, Nathanhel. 

Dan terakhir APRil akan menjadikan Kajati Riau sebagai mimbar bebas mingguan jika tuntutannya tidak diindahkan.***(hb)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas