Headlines News :
Home » » PN Rengat KembaliGelar Sidang Perkara Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat Tanah

PN Rengat KembaliGelar Sidang Perkara Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat Tanah

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, April 21, 2021 | 8:51:00 PM

HARIANBRANTAS, INHU- Terkait dugaan tindak pidana pemalsuan Surat tanah atas Nama Ellice Simangunsong, sebanyak 3 persil digelar tanggal 21/04/2021 Oleh Pengadilan Negri Jalan Lintas Timur Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Inhu.


Sidang yang di gelar ke tiga kali itu, menghadirkan terdakwa Lambau selaku penjual, sebagai saksi Panser alias Pensil dan P. Pakpahan dengan nomor Perkara 60/Pid.B /2021/PN Rgt . Pasal dakwaan 263 ayat ( 1 ) KUHP jo. Pasal 55 ayat ( 1 ) - ke _ 1 KUHP.

Dalam proses persidangan perkara yang digelar itu, di akui Lambau tiga surat tanah Atas Nama Ellice Simangunsong yang terletak di Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat itu, pernah memberi tanda tangan. Hanya saja apa isi surat tidak mengetahui.

Menurut Lambau, bahwa Ellice juga Pardede saat itu kerumah meminta tanda tangan yang telah di siapkan mereka terlebih dahulu dan meminta agar menanda tangani surat tersebut, yah saya tanda tangani saja.

Maklum tak pernah sekolah, karena orang tua saat itu tak punya, begitu juga surat yang di bawa , saya tidak mengetahui isinya apa.”jawab Lambau sambil terlihat muka sedikit pucat.

Atas laporan itu sebutnya’ bahwa yang memeriksa tidak ingat lagi berapa kali menghadiri pemanggilan dari pihak kepolisian. sesuai Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) tersebut.

Dan pernah memiliki garapan 10 hektar di wilayah Sosial, dimana sebahagian tanah tersebut pernah menjual 6 hektar dari luas garapan pada Pakpahan.”tukasnya.

Menyinggung perkara dugaan tindak pidana pemalsuan yang sedang berjalan proses persidangan tersebut, Bonar Sitinjak selaku pihak penggugat berharap mendapat rasa ke adilan.

Sesuai objek perkara saat ini sebut tinjak, di mana surat tanah An.Ellice si Mangunsong itu, se akan terbit Tahun 2005, pada hal tanda tangan di ambil Tahun 2012. Dan itu di akui pemilik tanda tangan sesuai pernyataan mereka yang di bubuhi di atas meterai.

Artinya surat yang muncul di atas lahan saya itu, di duga terjadi tindak pidana pemalsuan. Dimana surat tanah An.Ellice yang di tanda tangani Bathin Desa Talang Jerinjing itu, ke tiganya mirip dan tidak ada beda.

Bahkan secara administrasi, bahwa adat belum mengetahui dapat di benarkan menerbitkan surat tanah dengan kop desa, tapi stempel lembaga adat yang di gunakan.”Tutupnya.

Dalam perkara tersebut ada keanehan, soalnya BAP ( Berita Acara Pemeriksaan ) oleh penyidik disana hanya 1 persil, ternyata saat ini surat yang diduga palsu ada 3 persil juga objek perkara berbeda. 

Bonar Sitinjak mengatakan " semoga aparat penegak hukum lebih jeli memeriksa serta adil sehingga dapat ter ungkap ujarnya. 

Sidang dipimpin oleh Nora Gaberia Pasaribu SH. MH, Anggota 1. Ferri Fadli SH, 2. Puspita Sari SH. Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Jimmy Manurung SH **(Pinten S.)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas