Headlines News :
Home » » Oknum Penyidik Polresta Pekanbaru Diduga Peras Warga

Oknum Penyidik Polresta Pekanbaru Diduga Peras Warga

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, March 30, 2021 | 4:00:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Sudah jatuh ketimpa tangga, hal itu dialami seseorang ibu rumah tangga bernama Dahliar (57) warga Kota Padang Sumatra Barat, korban dugaan penipuan penggelapan mobil.


Pasalnya pada saat korban mengadukan nasibnya ke Polresta Pekanbaru tidak seperti  yang diharapkan, akan tetapi malah mendapat tekanan dan intimidasi dari oknum penyidik Polresta Pekanbaru dengan tujuan untuk meminta sejumlah uang capek.

Menurut korban melalui Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) kepada Kepala Bidang Profesi dan pengamanan (Propam) Polda Riau, pada tanggal 24 Maret 2021, menguraikan, bahwa awal mulanya pada saat korban mengalami dugaan penggelama 1 uni mobil dengan modus sewa menyewa.

“Pada tanggal 20 januari 2021, mobil korban merk Toyota type Calya warna merah di sewa oleh WL melalui perantara YG dan SF dengan perjanjian biaya sewa perbulanya sebesar empat juta rupiah. Dan oleh YG mobil tersebut di antar ke Pekanbaru untuk diserahkan kepada WL”.

Pada saat jatuh tempo pembayaran sewa di bulan Februari 2021, WL tidak melakukan pembayaran sewa mobil tersebut, maka korban mencari mobil tersebut ke Pekanbaru.

Sesampai di Pekanbaru, korban mendapat kabar mobilnya telah digadaikan oleh WL kepada OP.

Karena keberadaan unit mobilnya telah diketahui, korban meminta bantuan Piket Reskrim Polresta Pekanbaru untuk menarik mobilnya.

Setelah mobil berada di Polresta Pekanbaru, korban selaku pemilik mobil diminta STNK dan Kunci Mobil oleh oknum polisi yang berinisial RN dan MC, dan korban diarahkan untuk membayar hutang yang WL sebesar 10 juta Rupiah kepada OP.

Atas permintaan tersebut korban merasa diintimidasi dan keberatan untuk membayar hutang WL kepada OP. “ mengapa saya yang harus membayar uang OP tersebut?” Dahliar bertanya dalam suratnya.

Dalam surat Dumas itu korban juga merasa keberatan terhadap perlakuan yang diterimanya dari oknum polisi RN dan MC “mengambil STNK dan kunci serap tanpa tanda terima”. katanya

Korban juga merasa keberatan mendapat ancaman dari oknum polisi RN dan MC yang akan menyerahkan mobilnya ke pihak ACC padang tempat korban kredit mobil.  

"Saya tidak ada macet dengan pihak ACC Padang” tulisnya.

Korban menilai perlakuan yang diterimanya dari oknum polisi itu tidak menggambarkan perilaku yang mengayomi masyarakat.

Diwaktu korban melakukan pinjam pakai unit mobilnya kepada oknum polisi RN dan MC, “saya harus membayar hutang WL ke OP, dan membayar sejumlah uang pinjam pakai mobil kepada RN dan MC yang sudah capek pergi mengambil mobil yang dikuasai OP”. Tambahnya lagi.

Oknum Penyidik Polresta Pekanbaru bagian unit Ekonomi inisial MC, saat di konfirmasi oleh wartawa melalui via telpon mengatakan, “Ke kantor ajalah pak, biar dijelaskan”. dan ditambahkannya “Kalo bapak mw klarifikasi yg sejelas-jelasnya, kami tunggu di kantor pak” jabawab MC singkat. ***(Rm)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas