Headlines News :
Home » , » Pembangunan Sekolah SD 027 Sungai Beringin Diduga Mark-up

Pembangunan Sekolah SD 027 Sungai Beringin Diduga Mark-up

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, February 9, 2021 | 1:11:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU-Pembangunan sekolah dasar (SD) negeri 027 sungai beringin kecamatan rengat kabupate indragiri hulu (inhu), riau diduga kuat terjadi mark-up anggaran.

Tiga item proyek dengan swakelola yang ditangani langsung oleh suami kepala sekolah dengan sumber dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2020 tidak sesuai dengan pekerjaan, selain daripada itu, dalam belanja material bangunan diduga terjadi penggelembungan anggaran.

Dana pembangunan rehabilitasi gedung sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Dinas pendidikan dan kebudayaan yang terdiri dari Rehab ruang Guru, pembangunan pustaka baru, serta rehab jamban/wc yang menelan anggaran fantastic tidak sesuai dengan pembangunan yang hanya merehab atap bahkan ruangan guru tidak seluru diganti lantainya alias hanya disisip.

Sementara dana untuk kegiatan rehab ruang guru menelan anggaran Rp. 104.401.000 (seratus empat juta empat ratus satu ribu).

Begitu juga dengan pembangunan ruang pustaka baru yang menelan anggaran sebesar Rp. 166.302.000 (seratus enam puluh enam juta tiga ratus dua ribu), yang tidak sesuai mulai dari cerocok, besi hingga pendasi sehingga bangunan pustaka tersebut dipastikan jauh dari kualitas dan kuantitas.

Anehnya, rehab jamban/wc yang mempunyai anggaran tersendiri sebesar Rp. 15.418.000 (lima belas juta empat ratus delapan belas ribu) disulap jadi hanya dari bahan pembangunan ruang pustaka dan atap sisa dari rehab ruang guru. Hal ini dibenarkan iyan, pemborong dan sekaligus penjaga sekolah ketika dikonfirmasi www.harianberantas.co.id.

Ditambahkan iyan, pembangunan perehapan ruang guru tersebut memakan dana cukup tinggi. "Saya yang mengerjakan mas, jadi saya tau apa yang saya ganti". saya juga sudah sering memborong, namun dengan anggaran sebesar itu tidak lah wajar tegasnya.

Ditempat terpisah, Asran selaku bendahara kegiatan saat dikonfirmasi merasa kebingungan. Asran menuturkan bahwa uang yang dikelola yang masuk dalam rekening hanya berkisar 80 juta. Saya kurang faham pak tentang seluruh perbelanjaan, karna dalam semua belanja saya tidak diikut sertakan, saya juga tidak bersedia untuk ditunjuk jadi bendahara, namun apa daya dan saya tetap akan menjalankannya jelasnya.

Murtini, kepala sekolah SD 027 sungai beringin ketika diwawancarai membenarkan bahwa kegiatan dikerjakan dengan swakelola. tidak ada yang salah dalam pekerjaan, semua sudah sesuai dengan aturan singkatnya. ***(Red).

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas