Headlines News :
Home » » Benarkah Oknum Anggota DPRD Kampar Homseksual..?

Benarkah Oknum Anggota DPRD Kampar Homseksual..?

Written By HARIANBERANTAS on Selasa, 02 Maret 2021 | 22.34.00

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Oknum anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Kampar diduga hobby seks sesama jenis alias homo.


Berdasarkan data dan laporan korban kepada redaksi media ini, perilaku tak senonoh itu dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kampar berinisial ZP dua tahun silam semasa korban duduk dibangku kelas 11 dan 12 salah satu SMK ternama di Pekanbaru.

"Iya pak waktu itu saya masih duduk di SMK" sebut korban.

Korban menceritakan awal mula bertemu dengan pelaku ketika ada acara disalahsatu di Pekanbaru.

Awalnya korban dengan pelaku tidak saling kenal, namun pada acara tersebut merupakan awal permuan keduanya. Pada saat itu pelaku meminta nomor handphone (hp) korban. Sejak itu pelaku sering telpon dan menjemput korban untuk makan.

Korban yang tidak curiga dengan pelaku sehingga mau saja diajak oleh pelaku apalagi pelaku adalah seorang anggota DPRD mau mengajak korban makan. Hal itulah yang membuat korban makin percaya dengan pelaku.

Selain itu pelaku berjanji akan mengkat korban sebagai anak sendiri dan menyekolahkan korban hingga selesai kuliah S1 yang dibiayai oleh pelaku tanpa putus sekolah. Hal itu menambah kepercayaan korban pada pelaku.

"Iya pak, saya dijanjikan dikuliahkan hingga sukses oleh ZP"

Singkat cerita, pelaku sering mendatangi rumah korban dan meminta untuk dipijit oleh korban.

Pada saat asik dipijit korban, pelaku mengarahkan tangan korban dibagian khusus vital pelaku.  Pada saat korban menolak, pelaku langsung marah dan mengancam korban hingga menyuruh orang-orangnya untuk menyelesaikan riwayat korban jika memberitahukan kepada keluarga atau kepada siapapun. Hal itu membuat korban ketakutan dan pasrah mengikuti kemauan pelaku.

"Saya di ancam agar tidak memberitahukan kepada siapapun. Jika saya (korban,red) melaporkan kepada orang tuanya atau siapapun, maka pelaku tidak segan segan menghabisi korban, bahkan akan menyuruh orang-orangnya untuk menghabiskan korban, jelas korban yang identitasnya di rahasiakan itu.

Anehnya, janji pelaku tak kunjung merealisasikan dan bahkan makin mengancam karena korban tidak mau lagi menuruti kemauan pelaku.

Akibat perbuatan pelaku membuat korban putus sekolah dan tidak lagi melanjutkan pendidikannya karena takut di teror terus oleh pelaku.

Pasalnya setelah korban selesai atau tamat sekolah menengah kejuruan (SMK) sikap ZP berubah dan sering mengancam.

Media ini telah melayangkan surat konfirmasi kepada pelaku (ZP,red) hingga dikantor partainya di Kampar, namun hingga berita ini diterbitkan pelaku belum bersedia menanggapi. ***(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas