Headlines News :
Home » » Setelah Kejari Pekanbaru Tertinggi Tuntaskan Perkara, 531 Perkara Pidum & 4 Hukuman Mati Tuntas Ditangan Kajari Bengkalis

Setelah Kejari Pekanbaru Tertinggi Tuntaskan Perkara, 531 Perkara Pidum & 4 Hukuman Mati Tuntas Ditangan Kajari Bengkalis

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, January 28, 2021 | 7:58:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Berdasarkan hasil press relles yang dikirim  ke Redaksi Harian Berantas ini, Rabu (27/01) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis Nanik Kushartanti, SH, MH membenarkan jika dalam kurun tahun 2020 lalu, jajarannya telah berhasil menuntaskan sebanyak 531 perkara tindak pidana umum atau Pidum. Jumlah ini diklaim sebagai penuntasan perkara tertinggi kedua di jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekanbaru-Riau.

Kajari Bengkalis, Nanik Kushartanti, SH., MH didampingi Kasi Pidum Immanoel Tarigan, SH (kanan), Kasi Intel Nico Fernando, SH, MH (kiri), konferensi pers capaian kinerja 2020

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, saat didampingi Kepala Seksi Pidum Immanuel Tarigan, menerangkan, perkara yang berhasil dituntas tersebut antara lain, perkara anak yang berkonflik dengan hukum sebanyak 21 perkara, menjadi korban anak 8 perkara, tindak pidana terhadap orang dan harta benda sebanyak 183 perkara.

Kemudian tindak pidana yang berkaitan dengan keamanan negara, ketertiban umum dan tindak pidana lainnya sebanyak 116 perkara, tindak pidana narkotika dan zat adiktif lainnya sebanyak 203 perkara.

"Kondisi penanganan perkara Narkoba menjadi kasus tertinggi, tidak hanya di Kejari Bengkalis saja. Ini salah satu keprihatinan kita, karena narkotika menjadi ancaman serius bagi generasi muda, dan sudah banyak yang terlibat dalam kasus ini," ujar Kajari Nanik Kushartanti, SH, MH, Rabu (27/01/2021).

Kasi Pidum Immanuel Tarigan menambahkan, khusus penanganan pidana mati ada empat perkara yang sudah memiliki hukum tetap oleh pengadilan dan masih menunggu eksekusi.

Para terpidana mati tersebut yakni Muhammad Hanafi divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis tahun 2018, Suci Ramadianto divonis mati PN Bengkalis 2019 lalu. Kemudian atas nama terpidana Rozali alias Zali, dan Sario.

"Meskipun mereka sempat melakukan upaya hukum banding, namun tidak mempengaruhi putusan pidana mati Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. Untuk hukuman mati, prosedurnya adalah harus ada keputusan grasi dari Presiden, eksekusi baru bisa dilaksanakan. Jadi eksekusi itu harus menunggu keputusan Grasi  Presiden," pungkasnya.

Menyikapi keberhasilan yang dicapai oleh Kejari Bengkalis dalam penuntasan sejumlah tersebut, elemen anti korupsi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Pemberantas Korupsi, mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Bengkalis yang telah serius menangani sejumlah kasus di wilayah Kabupaten Bengkalis-Riau.

"Ya kami dari organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Pemberantas Korupsi, menyampaikan apresiasi kepada kinerja Kejaksaan Negeri Bengkalis," kata Mukhtaruddin Nst saat mengetahui kabar banyaknya kasus berat yang berhasil dituntaskan Kejari Bengkalis selama 2020 lalu, Rabu, (27/01/2021) sore.

Saya mendukung penuh keseriusan Kejari menuntaskan sebanyak 531 perkara tindak pidana umum atau Pidum tersebut pada tahun 2020 lalu. ini merupakan tugas  mulia yang patut diberikan apresiasi dan dukungan. Karna Kejaksaan telah menunjukkan kinerjanya dengan baik sesuai sumpah jabatan yang diemban.

Meski masih ada kasus yang lain seperti kasus dugaan korupsi yang saat ini masih didalami yakni, kasus dana pembangunan DIC di Duri, kasus pembangunan gedung daerah Kabupaten Bengkalis disekitar jalan Ahmad Yani Kota Bengkalis, kasus anggaran dalam pengadaan Wife dibawah komando Diskominfo Bengkalis.

“Mari kita bersama-sama membantu dan mendukung kinerja Kejari Bengkalis dalam melaksanakan tugas mulianya dalam memberantas kasus korupsi dan jenis kasus lainnya", pintanya. ***(Mist)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas