Headlines News :
Home » , » Diduga Intimidasi Wartawan Terkait Kasus Korupsi Dana Desa" Oknum Ormas PBB & Saudari Perempuannya Dipolisikan

Diduga Intimidasi Wartawan Terkait Kasus Korupsi Dana Desa" Oknum Ormas PBB & Saudari Perempuannya Dipolisikan

Written By HARIANBERANTAS on Friday, January 29, 2021 | 7:37:00 AM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Tak terima dengan pemberitaan terkait dugaan kasus korupsi Dana Desa yang menyangkut nama saudaranya selaku Kades Tornagodang, MSP dan JNSP yang merupakan saudara Kandung AMP (Kades Tornagodang) diduga nekad cemarkan nama baik Obor Panjaitan selaku Pimpinan Redaksi Media Obor sekaligus Ketua IPAR (Ikatan Pers Anti Rasuah) melalui akun media sosial

Bahkan JNSP yang di ketahui bekerja sebagai guru olahraga dan juga salah satu anggota Ormas ini diduga nekad lakukan intimidasi terhadap Wartawan selaku pelapor dugaan pidana korupsi Dana Desa Tornagodang.

Perbuatan "JNSP" ini tergolong sangat tendensius dengan berkata; Bangsat, Monyet, Binatang bahkan nada "yel-yel salah satu Ormas yaitu PBB; NKRI HARGA MATI,,, Tunggu ada Waktuna ate kedan", saya tidak ladeni ujaran tak beradab yang dilontarkan oleh saudara kandung kades ini sebab saya fokus pada substansi atas Pelaporan saya yaitu kasus korupsi kepala Desa Tornagodang yang masih ditangani Polres Toba sejak 5 tahun lalu itu pungkas Obor Panjaitan yang juga Pemimpin Redaksi sebuah media Maenstream Nasional berbadan hukum juga ketua umum IPAR Ikatan Pers Anti Rasuah yang berkedudukan di Jakarta ini bahkan termasuk pelopor berdirinya Organisasi Profesi; FPPI (Forum Pers Independent Indonesia).

Tak sampai hanya di situ saja, istri dari Pimpinan Redaksi Media Obor Keadilan ini pun tak luput dari sasaran makian dan hinaan oleh JNSP yang merupakan adek kandung dari Kades Tornagodang.

Dimana menurut keterangan istri Obor Panjaitan kepada media ini, dirinya sempat menerima kata-kata kasar dari JNSP dengan bahasa sebagai berikut " Oh Gitu Jadi Duo Kurcaci Itu Bermukim Di Tangerang Dan Dia Juga Yang Satu Profesi Si Eda Jo Masuk Guru", Iya baguslah berarti mereka nanti dipanggil Polisi dan di proses di sini (Jabodetabek) biarlah pihak Penegak hukum bekerja memproses secara hukum biar lain waktu tau diri dan kapok bela-bela koruptor", ujar isteri pelapor.

"Tapi kurang ajar juga itu oknum guru tidak bermoral dan tidak beradab ngatain perkataan kasar gitu, Blm tau dia berhadapan dengan siapa ? Kita kan hanya berjuang untuk kepentingan Desa Tornagodang" ujar isteri Pelapor geram."

"Nganggap remeh pasti dia berpikiran ah apa sih yang bisa dia buat" sambungnya mengakhiri."

Karena merasa dilecehkan dan dicemarkan nama baik keluarganya dengan sebutan dan makian tersebut, akhirnya, Rabu, (27/2021) kemaren, Obor Panjaitan melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman yang dilakukan oleh kedua orang adek kandung Kades Tornagodang ini ke Kantor Polisi Metro Jaya Resort Metro Depok.

"Ya benar. Saya sudah membuat laporan ke polisi untuk MSP dan JNSP (terlapor), dan Alhamdulillah sudah diterima oleh pihak Kepolisian dengan bukti penerimaan Laporan / Pengaduan Polisi No : STPLP/78/K/1/2021/PMJ/Resto Depok atas dugaan tindak pidana melanggar pasal 27 Ayat (3) UU ITE.

Sementara itu, ancaman pidana bagi orang yang melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016 yang berbunyi:

Setiap Orang yang sengaja dan tanpa hak batas dan/atau mentransmisikan dan / atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan / atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik yang dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Berhubung awal mula pelaporan ini dari perkara kepala Desa Tornagodang, Saya Obor Panjaitan Ketua IPAR Ikatan Pers Anti Rasuah yang juga pemred media nasional Oborkeadilan.com, selaku pelapor meminta perlindungan hukum ke penegak hukum di negeri ini kiranya tersangka saya Amrin Panjaitan Kades Tornagodang segera ditangkap lalu disidangkan di pengadilan demi kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat Tornagodang yang selama ini haknya di ambil (terbukti uang pernah dikembalikan Kades Tornagodang yaitu duit dana desa seharga Rp 50 an juta sesuai SP2HP Penyelidik kepada Saya pelapor kades).

Informasi terkait bahwa kasus dana Desa Tornagodang ini sejak dilaporkan oleh Pegiat Anti Korupsi Obor Panjaitan pada 28 Juli 2017 silam telah menyita perhatian publik khusus nya di Kabupaten Toba Sumatera Utara, terbukti kasus ini telah dilakukan langkah hukum, bahkan pada anggaran dana desa Tornagodang tahun 2015 ada temuan kerugian Negara dan dikembalikan diduga ke kas Desa sebesar Rp 29.131.000 (dua puluh sembilan juta seratus tiga puluh satu juta rupiah) dan anggaran dana desa th 2016 juga sama dan telah dikembalikan ke kas Desa sebesar Rp27.708. 000 juta rupiah, artinya telah terjadi penggelapan uang negara dalam hal ini dikembalikan setelah dilaporkan oleh Pegiat Anti Korupsi Obor Panjaitan hal ini tertuang pada SP2HP Penyelidik ke Pelapor, berikut Dokumen terkait.

Kepala Desa Tornagodang Amrin Panjaitan ini selain gigih memutar balik fakta (dia merasa diri tercemar padahal diproses polisi dan kejaksaan-red), dia pun kerap menghasut dan mengintimidasi warga masyarakat Tornagodang.

Salah satu contoh, tiga orang warga masyarakat Tornagodang melaporkan Kades ke kejaksaan, Saat itu kades murka bukan main hingga dia berujar akan membunuh ke 3 warga tadi, Ikkon Hubola butuhana i hubaen tabbul ni tuak pette ma" (akan saya belah per****nya dan akan saya jadikan daging ke 3 warga ini tabbul tuak) ujar Amrin Panjaitan kala ini sesuai laporan warga terkait ke Jurnalis atas dasar ini warga masyarakat Tornagodang berharap segera ditindak lanjuti kasus ini semoga kedepan Desa Tornagodang bisa lebih baik harap warga. ***(al)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas