Headlines News :
Home » » Aparat Hukum Harus Tegas Usut Pelaku Pembalakkan Liar di Desa Tanjung Leban Bengkalis

Aparat Hukum Harus Tegas Usut Pelaku Pembalakkan Liar di Desa Tanjung Leban Bengkalis

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, January 9, 2021 | 9:10:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Pencurian kayu di Desa Tanjung Leban Dusun Air Raja Bukit Sembilan Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau kian mengkhawatirkan dari kepunahan oleh tangan-tangan jahil. Jika hal itu dibiarkan, bukan saja hutan gundul tetapi habitatnya pun terancam punah.


Aktivitas llegal logging yang sudah lama beroperasi selama ini menguntungkan secara individu para cukong kayu. Dari Pantauan media ini tepatnya di sekitar jalan Cardo tempat bongkar muat kayu illog sepertinya berjalan mulus entah siapa bossnya kata seorang warga tempatan Desa Tanjung Leban Dusun Air Raja Bukit Sembilan. 

Kayu illegal loging (illog) tersebut dibawa ke daerah Kota Dumai dengan angkutan mobil colt disel pada malam hari, kata Ui kepada media sembari menerangkan jika setiap sore di lokasi kanal RT 06 aktivitas muat kayu illog dilakukan. Mustahil jika hal tersebut terlepas dari pantauan aparat penegak hukum terkecuali ada main mata, kata UI.

Oleh karna pembicaraan hal llegal logging di desa itu telah banyak jadi obrolan maka media ini sengaja turun kelapangan melihat kebenaran cek ricek. Ternyata kegiatan itu benar adanya kapan apparat hukum bertindak himbau warga tempatan para perajin ilog tersebar nama nama AI, DN,AS.

Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Riau belum mampu mencegah illog di Riau yang masih segar diangkat oleh mobil colt disel menuju Dumai.

Kayu ilegal tersebut diduga berasal dari kawasan hutan Desa  Tanjung Leban Dusun Air Raja bukit Sembilan Kecamatan Bandar laksamana Kabupaten Bengkalis diduga tidak mengantongi izin/dokumen yang sah dari kepala BPPHLHK. Provinsi Riau.

Bustami yang ditugaskan di Bengkalis saat dihubungi media melalui selulernya mengatakan, “Saat ini Saya tak berdaya melakukan penindakan, sebab apabila penindakan jika dilaksanakan, mempunyai anggaran atau cost tinggi, katanya seraya menghimbau masyarakat yang mempunyai aktivitas pencurian kayu dihutan agar dapat berhenti, sebab hukumannya sangat berat. “perbuatan pelaku bisa dijerat  UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan perusakan hutan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar”. katanya.*(Mukhtaruddin Nasution)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas