Headlines News :
Home » , » Luar Biasa..! PT. Telkomsel Inhu Meraup Untung Milyar Rupiah Perhari, Ternyata Memakai BBM Subsidi

Luar Biasa..! PT. Telkomsel Inhu Meraup Untung Milyar Rupiah Perhari, Ternyata Memakai BBM Subsidi

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, November 5, 2020 | 10:01:00 AM

HARIANBRANTAS, INHU- PT Telkom yang menangani Inhu - Inhil yang meraup untung milyaran Rupiah Perhari dari pelanggan saat ini ditangani Subcontraktor Pt. Tara Telco ternyata masih merasa miskin karena selama ini memakai BBM Subsidi Pemerintah.


Amir Meneger Pt. Tara Telco ketika dikonfirmasi awak media di Kantornya Jalan Pattimura Rengat Kabupaten Inhu mengatakan " Benar seluruh tower di Inhu dan Inhil yang kami tangani masih memakai BBM Subsidi Pemerintah.

Masalahnya, selama ini kita sering kehilangan BBM dilokasi. Ketika sudah disuplai bbm kelokasi untuk pemakaian sering tidak jumpa( hilang ) oleh penjaga tower dan satu lagi, sulitnya mengantar bbm untuk tower yang sulit ditempuh kendraan ke Arah pulau pulau.

Awal awak media Konfirmasi ke Amir , masih merasa tidak memakai BBM subsidi Pemerintah,. Setelah awak media menunjukkan bukti bukti pakai Jerigen langsing dan Bukti transfer Uang ke Spbu pengambilan, baru percaya bahwa BBM  Subsidi.

Walaupun Pemakaian BBM subsidi Pemerintah, kita selalu lebih mahal jadinya, karena bisa sampai 2 kali lipat pemakaian Bbm disebabkan kehilangan dilapangan kata Amir ( red ).

Kontrak kita dari Telkomsel memang dibunyikan harus memakai BBM Industri, pihak Telkomsel tidak mau tau dengan lapangan.  Memang Selama bbm Subsidi Pemerintah kami Pakai pihak Perusahaan tidak tau. Jika mereka tau, bisa bisa kontrak kita diputus ujarnya.

Layakkah BBM Subsidi yang ribuan Liter  dipakai Telkomsel yang meraup Untung Milyaran Rupiah Perhari.
Dimohon Pihak Telkomsel juga pemerintah dan Aparat Hukum sidak Subkontraktor Pt.Tara Telco yang merasa miskin selama ini. Bukti ada pembayaran uang ke SPBU pengisi ( melalui jeregen ) berbentuk transfer. 

Soalnya dalam Undang Undang nomor 20 tahun 2001, minyak dan Gas Bumi pasal 53 sampai pasal 58 dituangkan disana Diancam pidana Penjara paling lama 6 tahun dan didenda Rp. 60 Milyar. Yang  setiap Perusahaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi baik Oknum akan ditindak Pidana. 05/11/20. **(Pinten S).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas