Headlines News :
Home » , » Propam Mabes Polri Investigasi Kasus Mantan Kapolres & Kasat Reskrim Sarolangun

Propam Mabes Polri Investigasi Kasus Mantan Kapolres & Kasat Reskrim Sarolangun

Written By HARIANBERANTAS on Friday, October 23, 2020 | 9:48:00 AM

HARIANBERANTAS, JAMBI- Tindak lanjut laporan penyalahgunaan kewenangan yang diduga dilakukan AKBP Dadan Wira Laksana, Sik, MAP selaku Kapolres Sarolangun dan AKP Bagus Faria SIK, MH (Kasat Reskrim) Polres Sarolangun Polda Jambi berlanjut.



Pasalnya, tim penyidik utama bidang biro Provos Divisi Propam Mabes Polri yang dipimpin AKBP Andre Sik, MH bersama dengan Ipda I Made, S.H., MH dan empat (4) orang lainnya turun ke Polda Jambi, Senin (19/10/2020) lalu sekira jam 13.00 Wib untuk menginvestigasi dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk Kholil Matjunak selaku korban.


Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi korban Kholil Matjunak dalam perkara penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan Kapolres Sarolangun dan Kasat Reskrim IPTU Bagus Faria, SIK, MH, berlangsung dari jam 14.00 wib sampai dengan jam 22.30 wib larut malam. Secara mendetil Kholil Matjunak (korban) menerangkan kronologis kejadian. 


Dijelaskan Kholil Matjunak, penangkapan yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Sarolangun IPTU Bagus Faria SIK,MH atas perintah dari mantan Kapolres Sarulangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK., MAP dilakukan pada pertengahan bulan Maret 2019 lebih kurang 20 (dua puluh) orang personil ditambah dengan preman ALI JUMAT, cs. Namun tidak ada ditangkap satupun pelaku PETI.


Dalam tindakan penangkapan tersebutlah menurut Kholil Matjunak, terjadi perampasan barang-barang milik korban, berupa hendphon android, kalung emas, rokok, uang tunai, serta penyitaan sepeda motor tanpa dilengkapi serah terima Barang Bukti, barang tersebut diambil dan tidak pernah dikembalikan kepada korban.


Merasa tidak puas karena pelaku PETI tidak ada yang tertangkap, Kasat Reskrim dan anggota melakukan tindakan brutal berupa pengrusakan barang- barang milik korban yang berada di lokasi, hingga sampai penembakan keudara serta pembakaran dompeng, gabang, dan paralon milik korban hingga tak dapat dipergunakan lagi. Sehingga korban menderita kerugian lebih Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).


Ternyata tindakan tersebut tidak berhenti sampai disitu, pada tanggal 3 Juli 2019, dilakukan penangkapan kembali ke lokasi tambang oleh Kasat Reskrim Polres Sarolangun beserta anggota sebanyak lebih kurang 20 (dua puluh) orang, bercampur dengan para preman. Untuk kejadian yang kedua ini, tindakan yang dilakukan oleh kasat Reskrim lebih ganas lagi dari penangkapan awal, dimana barang-barang milik korban di bakar, dirusak, dihancurkan serta dijarah habis- habisan oleh Anggota Polres Sarolangun dengan dibantu Preman, sehingga kerugian korban hingga Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).  

Dari kedua penangkapan tersebut, anggota Reskrim Polres Sarolangun sebelumnya melakukan pertemuan di tempat Penambangan Emas Liar Tanpa Izin milik nya ALI JUMAT, yang berjarak sekitar 1 (satu) kilo meter dari lokasi penangkapan Kholil Matjunak yang terletak di Desa Teluk Kecimbung daerah Batu Putih Kecamatan Bhatin VIII Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Berdasarkan informasi yang berkembang, penangkapan tersebut berdasarkan permintaan Ali Jumat yang sakit hati kepada Kholil Matjunak, karena hasil tambangnya tidak sebagus milik korban.


Selanjutnya Kholil Matjunak menjelaskan bahwa sewaktu penangkapan berlangsung, anak kandungnya hampir saja jadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Ali Jumat, beruntung dihalangi oleh SRIYANTO, sedangkan anggota Polres membiarkan saja kejadian tersebut. 


Ditempat yang berbeda Kuasa Hukum Kholil Matjunak menjelaskan bahwa sungguh tidak profesional Anggota Polri, kalau mendasari penangkapan tersebut hanya berdasarkan orderan/permintaan dengan pemberian uang oleh pelaku PETI seperti Ali Jumat kepada Kapolres dan kasat Reskrim. Kapan lagi Polri ini berubah??


Selanjutnya, kuasa hukum menyatakan, AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP, sekarang ini tidak lagi berdinas di Polda Jambi selaku Wadirreskrimum karena sudah dipindah tugaskan ke Baintelkam Mabes Polri di Jakarta. Ini sangat disayangkan yang mana dalam kondisi masih bermasalah dengan hukum dan disiplin diinternal tubuh Polri, masih bisa mendapatkan job/jabatan untuk mendapatkan kenaikan pangkat Kombes Pol , yaitu sebagai Kasubdit Sosial Kemasyarakatan Ditsosbud Baintelkam Polri. Artinya, Kapolri dalam hal ini kecolongan dalam mutasi tersebut, karena kasus ini masih dalam proses penanganan oleh Biro Provos Div Propam Mabes Polri.


Kuasa hukum menyatakan bahwa akan berkirim surat secara resmi kepada Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Aziz, Msi , meminta untuk menonaktifkan sdr. AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP dari jabatan tersebut, karena masalahnya dalam laporan penyalahgunaan wewenang yang kami laporkan belum selesai/tuntas diproses secara disiplin internal Polri. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 ayat (1) dan (dua) Perkadiv No. 2 tahun 2015. Hingga berita ini terekspose, mantan Kapolres Sarolangun beserta Kasat Reskrimnya belum terkonfirmasi awak media. Namun awak media tetap berupaya melakukan wawancara terhadap kedua pihak terkait dan bersangkutan. ***(tim/red)



Pembaca setia, beri masukan terhadap artikel ini atau ghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas