Headlines News :
Home » , » IRT Di Inhu Tewas Terlilit Tali Lembu Peliharaannya Sendiri.

IRT Di Inhu Tewas Terlilit Tali Lembu Peliharaannya Sendiri.

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, October 1, 2020 | 9:37:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Malang nasib yang dialami oleh Nurhayati (50), seorang ibu rumah tangga (IRT) warga desa serai wangi kecamatan peranap kabupaten indragiri hulu, riau ditemukan tewas terlilit oleh tali lembu peliharaannya sendiri dikebun sawit milik warga, Rabu (30/09/20) sekitar pukul 19.00 wib sore.



Wanita paruh baya ini ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan terlilit oleh tali lembu diantara semak belukar dan pohon sawit. Pakaian korban robek dan sobekan sobekannya masuk ketanah dalam bekas tapak kaki sapi.


Korban ditemukan oleh suaminya, Paidi (50) dan seorang anaknya. Korban pada saat ditemukan sudah meregang nyawa dengan kondisi bagian badan antara dada dan perut korban terlilit oleh tali lembu dikebun sawit milik saudara Jari, Kata Kapolre inhu AKBP Efrizal SI.k melalui PS paur humas Aipda Misran.


Dijelaskan Misran, kronologis kejadian, pada Hari Rabu tanggal 30 September 2020 sekira pukul 17:00 wib suami korban pulang kerumah dari bekerja. Setelah sampai di rumah suami korban melihat anaknya berdiri di depan rumah. Kemudian suami korban bertanya Kepada anaknya “nak Kok kamu belum mandi, Mamak mu mana.?” Anak korban menjawab “ mamak masih ngembala lembu pak.


Kemudian suami korban melihat ada lembu Betina miliknya pulang menuju kandang, namun korban melihat lembu tersebut pergi lagi ke Arah Kebun sawit milik pak Jari. lalu suami korban beserta anak korban mengikuti lembu tersebut. Setelah sampai di TKP, anaknya melihat ibunya  sudah tergelatak di bawah batang sawit dengan kondisi terlilit tali lembu.


Suami korban lansung melepas tali lembu tersebut. Kemudian suami korban lansung jatuh pingsan di samping korban. Setelah beberapa menit suami korbanpun sadar karna mendengar tangisan anaknya dan dia lansung meninggalkan  tempat kejadian untuk meminta pertolongan kepada tetangganya.


Saat ini tindakan yang kita lakukan yaitu mendatangi TKP dan olah TKP, memasang garis polisi, mencatat para saksi-saksi, membawa korban ke RSUD pematang reba untuk dilakukan VER, ujar Paur. (S. Barat)



Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas