Headlines News :
Home » » Covid-19 Diduga Ajang Bisnis RSUD Gunungsitoli

Covid-19 Diduga Ajang Bisnis RSUD Gunungsitoli

Written By HARIANBERANTAS on Friday, October 30, 2020 | 1:36:00 PM

HARIANBERANTAS, GUNUNGSITOLI- Penanganan kasus bencana nasional pandemi Covid-19 diduga dijadikan ajang bisnis oleh pihak terkait seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Gunungsitoli.


Pasalnya, dugaan kecurangan pihak RSUD Gunungsitoli belakang ini videonya viral dimedia sosial (medsos) dan menggemparkan seluruh masyarakat Indonesia khususnya pulau Nias.

Video viral itu di unggah oleh akun Facebook Fakamu Ama Teguh Zebua asal sirombu, tiga hari yang lalu, Selasa (28/10/2020). Dalam video yang viral itu mengungkapkan bahwa dirinya dilakukan Test oleh pihak RSUD Gunungsitoli. Usai di lakukan pengambilan sampel langsung dimasukkan ke dalam sebuah ruangan lalu di kunci dari luar oleh pihak medis.

Dalam ulasan videonya memperlihatkan beberapa orang sambil di wawancarainya yang dinyatakan Covid-19 oleh pihak rumah sakit.


Ternyata, bukan hanya dirinya yang dikunci kedalam ruangan tersebut, namun ada beberapa orang yang statusnya masih reaktif juga turut di kunci dan di gabung dengan orang yang telah dinyatakan terpapar Covid 19 dan tanpa dikasih makan - minum selama 2-3 hari oleh pihak rumah sakit.

Selain itu, dalam video tersebut terlihat ada menanyakan kepada seseorang yang berdiri di pintu kamar yang sedang di isolasi karena dinyatakan terpapar Covid-19.

"Iya, saya dinyatakan terpapar Covid-19, demi menjaga keselamatan keluarga makanya saya di rawat di ruangan ini"Katanya.

Anehnya, masyarakat yang statusnya masih reaktif tersebut digabungkan dengan pasien terpapar Covid-19.

Lucunya, turut terlihat aparat keamanan (Polisi dan TNI) berpakaian lengkap yang menurut perekam video, aparat tersebut mengancam ngancam. Ancaman yang dilontarkan aparat keamanan ini tidak dijelaskan.

Aparat keamanan ini diduga sengaja diperalat untuk menakut-nakuti masyarakat,sehingga masyarakat yang awam takut saat melihat aparat berpakaian lengkap tersebut.


Usai viral, pihak RSUD Gunungsitoli melepaskan yang bersangkutan (perekam, red) dan menyatakan negatif (tidak terpapar Covid-19). 

"Menyatakan bahwa Sdr. Fikanus Starim Zebua selama observasi tidak ditemukan gejala "Negatif" dan SEHAT"


Pernyataan itu disampaikan oleh Penanggung jawab isolasi terpusat wilayah kepulauan Nias Mayor Saragih dalam suratnya.

Kuat dugaan, pihak rumah sakit bekerjasama dengan medis berusaha mencari korban untuk di jadikan sebagai pasien terpapar Covid-19 demi meraup keuntungan ratusan juta hingga Miliaran rupiah dari pemerintah pusat dan daerah.

Pihak rumah sakit juga dinilai mengambil kesempatan untuk membunuh manusia dengan cara Covid-19 ini.

Memang uang yang membuat manusia gelap mata.

Menanggapi video viral tersebut anggota DPRD Nias Herman Jaya Harefa, S. Pd. K angkat bicara. 

Herman menyayangkan peristiwa tersebut, yang mana pihak RS memcovidkan orang sehat.

Hal ini diungkapkan Herman dalam video yang diunggahnya di canel video klip Facebook pribadinya.

Dalam videonya, Herman memberikan masukan kepada seluruh jajaran walikota Gunungsitoli dan direktur RSUD Gunungsitoli.

Hingga berita ini diturunkan para pihak belum terkonfirmasi.
Pihak rumah sakit saat di konfirmasi melalui telpon 0639 21474 tidak di jawab. **(Red) 





Pembaca setia, beri masukan terhadap artikel ini atau ghubungi Contak Pengaduan berikut ini : Handphone-WatsApp : 0813 7166 2235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas