Headlines News :
Home » » Sekwan DPRD Riau Muflihun Bantah Tudingan Jumlah Kasus Covid-19 di Tubuh Parlemennya, Berikut Penjelasannya

Sekwan DPRD Riau Muflihun Bantah Tudingan Jumlah Kasus Covid-19 di Tubuh Parlemennya, Berikut Penjelasannya

Written By HARIANBERANTAS on Friday, September 11, 2020 | 12:59:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Sekretaris DPRD Riau, Muflihun mengklarifikasi soal jumlah kasus positif di DPRD Riau seperti yang dikatakan pihak Diskes Pekanbaru sebelumnya.


Kepada awak media, Muflihun secara tegas mengatakan jumlah kasus positif di DPRD Riau hanya 17 kasus.

"Informasi kasus Covid-19 sebanyak 20, itu Tidak Benar. Jumlah kasus positif di DPRD Riau yang benar hanya 17 kasus. Jadi tidak ada klaster baru seperti informasi yang beredar saat ini. Kasus positif 17 orang tersebut berasal dari klaster yang lama, yakni kunjungan kerja Badan Musyawarah (Banmus) DPRD beberapa waktu lalu," Kata mantan Kabag Persidangan DPRD Riau tersebut saat dihubungi melalui telpon genggam pribadinya, Jumat (11/09/2020)  

Lebih jauh disampaikannya, 17 orang yang dinyatakan positif terdiri dari 11 orang ASN, THL dan sekuriti serta 6 orang Anggota DPRD Riau. Hasil tersebut didapat setelah pihaknya melaksanakan swab test massal di lapangan tenis indoor DPRD Riau sebanyak tiga kali. 

"Itu berdasarkan hasil swab test yang digelar pihak Diskes sendiri di lapangan tenis," pungkasnya. 

Sejauh ini, lanjut Muflihun, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif secara berkesinambungan. Yakni dengan cara melakukan sterilisasi areal gedung, pengetatan aturan pemakaian masker dan cuci tangan, hingga pelaksanaan swab test berkelanjutan.  

"Dalam waktu dekat kami bakal lakukan kembali swab test di lingkungan DPRD Riau. Kami telah melakukan berbagai upaya secara berkesinambungan. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus penambahan Covid-19 di lingkungan DPRD Riau," harapnya. 

Pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan sudah puluhan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster DPRD Riau tersebut. Namun tidak semuanya merupakan anggota DPRD Riau. Lebih lanjut dikatakannya, klaster DPRD Riau tersebut pertama kali ditemukan setelah adanya beberapa anggota DPRD Riau yang melaksanakan kunjungan kerja ke luar provinsi. Namun apakah semua yang positif dari klaster DPRD Riau tersebut tertular dari kegiatan kunjungan kerja tersebut, Mimi tidak bisa memastikan. "Bisa saja kan yang positif itu tertular di luar lingkungan DPRD Riau. Tapi karena yang pertama kali ditemukan yang dari luar provinsi itu, jadi dianggap tertular dari sana," sebutnya. (B. Anas)



Apabila pemirsa merasa keberata  atas artikel ini? Silahkan menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com

Share this post :
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas