Headlines News :
Home » , » Aksi Demo Tenaga Medis di RSUD Inhu, Akhirnya Komisi IV DPRD Hering denga Dinas Kesehatan

Aksi Demo Tenaga Medis di RSUD Inhu, Akhirnya Komisi IV DPRD Hering denga Dinas Kesehatan

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, September 16, 2020 | 12:00:00 PM

HARIANBRANTAS, INHU- Aksi Demo yang terjadi di RSUD Indra Sari oleh Perawat, Bidan  serta Tenaga Medis beberapa hari yang lalu, DPRD dari Komisi IV hearing dengan pihak Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan, hari ini (16/09/2020) 

Hering Oleh  Komisi IV turut hadir Ucok Ritonga Waka I, Halasson Sinaga Ketua BK, Sumaryanto, Ketua Komisi, Ramdani sekretaris, Suharto, Ramalan Mulyono, Adilah Ansori, Victor, Damayanty Kepala RSUD, Dokter, Bidan , Perawat , Honor Rsu dan Rosinta Br. Hutabarat, J. Gurning Perwakilan Dinas Kesehatan.

Suharto mengatakan " jika persoalan hanya  intern di RSU saja kita tidak akan panggil pihak Rumah Sakit Sering saat ini, tapi persoalan sudah Sampai ke Bupati dan dipanggil Inspektorat. 

Kita Wakil rakyat harus tau apa yang sebenarnya terjadi, jangan takut jika dipecat oleh Bupati, kita akan berjuang untuk Bapak/ Ibu yang bekerja di Rumah Sakit, dan jika Kepala Rumah Sakit memecat lapor ke kami.

Jika Jasa para tenaga medis belum dibayarkan untuk tahun 2020, kenapa jasa para Dokter dan medis selalu terlibat, uang ada dirumah sakit, uang parkir besar, jika dari BPJS belum bayar, bayar dulu jasa mereka, dimohon kepada Kepala Rumah Sakit katakan apa masalahnya, ujarnya.

Kepala RSUD Damayanty mengatakan " jika yang dibayar jasa dari BPJS kepada tenaga medis serta Honorer masih tahun 2019. Sementara untuk 2020 dari Januari s/d agustus belum bayar, kita akan bayar hanya saja utang jasa tahun 2019 agustus s/d desember belum lunas dibayarkan, ujarnya.

Salah Seorang Perawat yang masih honor mengatakan "Soal honor sudah disamakan dengan gaji Pegawai, hanya insentif dan jasa di tahun 2020 belum terbayar. Permintaan kami soal jasa juga janganlah dibagi 50 %. Karena pembagian selama ini 50 % untuk medis dan 50 % untuk Dokter dan bahkan ada yang 40 % jasanya di bulan januari 2019. Mohon diberikan jasa 100 % karena kita semua punya tanggung jawab keluarga masing masing" Pintanya.

Dalam Hearing juga salah seorang  dokter  mengatakan "Selama ini kami selalu dizolimi selama 2 tahun. Hanya systim lama yang dipakai, kita mendapat jasa hanya Rp. 2 jt perbulan, Katanya.

Adila Ansori mengatakan  "sudah banyak y\ang disampaikan pak  Halasson dan suharto, harapan saya diklierkan dulu para medis dan tenaga medis lainnya, saya lihat ini sebenarnya hanya sensasi saja. Ungkapnya

Apasih kendalanya, pembayaran jasa bisa terlambat? Saya mohon para tenaga medis. Minta ke direktur klier and klin dulu. Jangan berat sebelah, nggak perlu demo, nanti menghambat pelayanan di RSUD. Saat ini memang susah mencari para medis, terlebih untuk covid 19 saat ini, Katanya. (Pinten S)



Pembaca setia, beri masukan atas artikel ini dapat menghubungi Contak Pengaduan berikut ini  :

Telpon/SMS/WatsApp ke 0813 71662235 dan / atau Suret E-mail: harianberantas@gmail.com dan/atau melalui kolom komentar di bawah ini.

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas