Headlines News :
Home » , » Tangan Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan KPK, Amril Mukminin Bupati Bengkalis Non Aktif Tiba di Hotel Prodeo

Tangan Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan KPK, Amril Mukminin Bupati Bengkalis Non Aktif Tiba di Hotel Prodeo

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, July 8, 2020 | 2:52:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Amril Mukminin, Bupati Bengkalis non aktif, tiba di rumah tahanan Rutan Klas II B Pekanbaru, Jalan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, sekitar pukul 11.42 Wib, Rabu (08/07/2020).
Saat Bupati Bengkalis Non Aktif Amril Mukminin Terduga Korupsi dengan Tangan Terbotgol tiba di Rumah TahananKKlas IIB Sialang Bungkuk Pekanbaru-Riau.

Amril Mukminin tiba di Rutan Klas II B Pekanbaru menggunakan rompi orange khas tahanan KPK serta memakai masker dan topi dengan pengawalan ketat. Amril tiba menggunakan mobil kijang innova warna hitam. Tangannya diborgol, sembali memegang botol minum air mineral. Ia didampingi oleh 4 orang petugas.

Saat turun dari mobil, Amril Mukminin dan petugas juga mencuci kedua tangannya  terlebih dahulu, dan dicek suhu tubuhnya. Amril juga akan melengkapi kelengkapan administrasi masuk ke Rutan Kelas II B Pekanbaru. Bupati Bengkalis non aktif itu enggan berkomentar saat ditanya Wartawan.

Jubir atau juru bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, Amril diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT390. "Berangkat pukul 09.00 WIB," kata Ali Fikri.

KPK memindahkan penahanan Amril ke Rutan Klas II B Pekanbaru setelah ada penetapan dari Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Lilin Herlina. Sebelumnya, Amril ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sebelum dipindahkan oleh KPK, terhadap Amril dilakukan tes kesehatan. "Terdakwa Amril nantinya dilakukan tes CPR sebagai kelengkapan dokumen keberangkatan dengan pesawat dan juga administrasi masuk ke Rutan," tutur Ali Fikri. 

Dengan pemindahan itu, Amril sudah mengikuti persidangan di Pekanbaru pada Kamis 25 Juni 2020 dan 09 Juli 2020 pekan lalu. Persidangan tetap dilakukan secara online, dengan Amril berada di Rutan Klas II B Pekanbaru.

Penetapan pemindahan rumah tahanan dilakukan hakim atas permohonan Amril dan penasehat hukumnya. Permohonan itu disertai dengan surat dari Dirjen Pas Kementerian Hukum dan HAM yang mengizinkan pemindahan setelah ada penetapan hakim.

"Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk memindahkan penahanan terdakwa dari Rutan Cabang KPK ke Rutan Klas I Pekanbaru," perintah hakim dalam persidangan pada Kamis (2/7/2020).

Hakim juga mengingatkan Amril untuk mematuhi segala persyatatan yang ditentukan KPK dalam proses pemindahan . "Ikuti standar protokoler kesehatan yang berlaku," ingat hakim.

Amril didakwa JPU KPK dalam perkara dugaan suap sebesar Rp5,2 miliar. Dia juga menerima grarifikasi Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha perkebunan yang diberikan melalui istrinya, Kasmarni.

Amril dijerat dengan Pasal 12 huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Terkait agenda persidangan-persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi Bupati Bengkalis non aktif ini berikutnya, akan tetap dipantau oleh aktivis LSM Komunitas Pemberantas Korupsi bersama masyarakat karena menurut LSM anti korupsi itu, perkara korupsi yang menggegerkan Provinsi Riau itu selama ini, undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU)-nya terkesan dikesampingkan dan melibatkan beberapa keluarga.***(red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas