Headlines News :
Home » , » Wajah Hukum Dipertontonkan, Presiden RI Angkat Bicara Soal Pelaku Penyerang Penyidik Senior KPK

Wajah Hukum Dipertontonkan, Presiden RI Angkat Bicara Soal Pelaku Penyerang Penyidik Senior KPK

Written By HARIANBERANTAS on Friday, June 19, 2020 | 10:33:00 AM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Presiden Republik Indonesia, Jokowi menyerahkan sepenuhnya putusan hukum terhadap kedua pelaku penyerang penyidik senior antirasuah KPK, Novel Baswedan kepada Majelis Hakim.

Pasalnya, kendati sebagai presiden, Jokowi tidak bisa memberikan bantuan karena hal ini sudah masuk wilayah yudikatif.

Namun, komitmen Presiden Jokowi dalam penegakan hukum di Indonesia tidak berubah.

Demikian disampaikan Juru Bicara Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Presiden, kata dia, tetap memiliki komitmen yang kuat dalam kasus tersebut dan percaya pada independensi lembaga penegakan hukum yang dimiliki negara ini.

Dini juga berujar, hal itu dapat dilihat dari perhatian Presiden yang memberikan target khusus kepada Polri saat masih dalam tahap penyidikan.

“Di mana presiden meminta proses penyidikan dilakukan secara serius dan bisa dituntaskan dalam hitungan hari,” kata Dini.

Namun saat ini, proses hukum kasus yang terjadi pada 11 April 2017 itu sudah masuk tahap persidangan.

Karena itu, pihaknya meminta semua pihak memahami bahwa Presiden sebagai eksekutif, tidak dapat melakukan intervensi atas kewenangan yudikatif.

“Presiden menghormati proses hukum yang sedang berjalan, di mana presiden memiliki harapan dan keyakinan bahwa Majelis Hakim akan memutus perkara ini dengan seadil- adilnya,” kata dia.

Mata kanan Novel Baswedan yang rusak dan mengalami buta permanen. Dini juga menyatakan, bahwa orang nomor satu di Indonesia itu meyakini Majelis Hakim nantinya akan cermat memperhatikan pasal pidana yang didakwakan.

“Dan keakuratan serta kelengkapan bukti-bukti selama proses pemeriksaan, sehingga rasa keadilan dapat terpenuhi,” jelas Dini.

Sebelumnya, Novel Baswedan blak-blakan mengaku sudah tidak menaruh harapan pada proses hukum atas kasus penyerangan terhadap dirinya.

Novel menyatakan, sejak ditangkapnya Rahmat Kadir dan Ronny Bugis sebagai pelaku, dirinya sudah tidak menaruh harapan pada proses hukum tersebut.

“Sejak awal saya katakan tidak menaruh harapan pada proses hukum ini,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Selasa (16/6/2020).

Novel Baswedan juga menyesalkan sikap Presiden Jokowi yang dinilai kurang memberikan perhatian khusus atas peristiwa yang menimpanya.

Salah satunya adalah dengan tak membentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk mencari pelaku serta aktor intelektual penyerangan terhadapnya.

“Karena saya tahu tidak ada itikad baik, kecuali presiden memberi perhatian,” ujarnya.

Novel menjelaskan, perlawanan yang dilakukan selama ini bukan dimaksudkan untuk dirinya sendiri.

Melainkan karena tak rela jika keadilan dibiarkan diinjak-injak.

“Wajah hukum yang bobrok dipertontonkan dan ini mencederai keadilan bagi kemanusiaan di masyarakat luas,” cetus Novel. ***(Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas