Headlines News :
Home » , » Petani Meninggal Disebutkan ODP "DPRD Bengkalis Minta RSUD Mandau Segera Umumkan Hasil Swab Ke Publik

Petani Meninggal Disebutkan ODP "DPRD Bengkalis Minta RSUD Mandau Segera Umumkan Hasil Swab Ke Publik

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, June 4, 2020 | 9:54:00 AM

HARIANBERANTAS, BATHIN SOLAPAN-Munculnya stagmen dari pihak RSUD Mandau yang dimuat di beberapa media online

Dimana dalam stagmennya beliau menyampaikan bahwa Almarhum yang berdomisili di wilayah Desa Petani dikabarkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) yang terpapar Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19)

Bahkan menurut informasi dilapangan yang berhasil dihimpun oleh awak media, bahwa sistim penguburan jenazah juga langsung ditangani oleh pihak RSUD Mandau dengan menerapkan proses penguburan jenazah Covid - 19 .

Berdasarkan munculnya Pemberitaan tersebut kini warga Desa Petani dan Sekitarnya menjadi resah dan was - was akibat meninggalnya Almarhumah yang sampai sekarang belum juga diumumkan kebenaran informasi hasil swab positif tidaknya terpapar Covid -19 dari pihak RSUD Mandau.

Menanggapi hal tersebut Komisi II Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Rianto SH angkat bicara

Kepada awak media saat dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp nya (3/6) ,beliau mengatakan bahwa pasien benar warga simpang lima.

"Masalah benar atau tidak meninggal karena covid sekarang msh dlm proses swab yg dilakukan pihak RSUD ,tetapi sebelum meninggal ibu tsb Sdh memiliki riwayat penyakit yg Sdh cukup lama," Terangnya.

"Kita sangat menghormati proses yg dilakukan pihak RSUD untuk pemakaman warga kani tsb,tetapi bila benar terkena covid seharus nya pihak RSUD melakukan prosedur penanganan covid 19 untuk keluarga atau masyarakat yg dekat dgn rumah pasien yg meninggal tersebut, bukan diam2 saja tetapi malah membuat resah warga dgn proses pemakaman yang dilakukan oleh pihak RSUD Mandau," Imbuhnya.

"Hal ini sangat tdk adil buat keluarga ,bantuan apapun tdk ada thd keluarga Almarhumah, sementara akibat pernyataan tersebut kini keluarga diharuskan karantina mandiri selama 14 hari," Imbuhnya.

"Padahal Pasien masuk RSUD dan meninggal tdk sampai 24 jam ," Terangnya.

"Dalam hal ini saya selaku Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Komisi II meminta kepada pihak RSUD Mandau agar segera mengumumkan hasil Swab Almarhumah ke Publik agar tidak mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat Desa Petani maupun Sekitarnya Khususnya Warga Simpang Lima serta Keluarga Pasien /Almarhumah supaya tidak dirugikan secara Ekonomi dan Sosial ," Tutupnya.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas